Ketika Iman Menangis dan Iblis Menertawakan Kesombongan Manusia


Ketika Iman Menangis dan Iblis Menertawakan Kesombongan Manusia


PEMBUKA 

الحمد لله الذي أرسل الحق فدحض الباطل، وأنزل القرآن شفاءً للصدور، ونورًا في الظلمات
Segala puji bagi Allah, yang menghadirkan kebenaran hingga kebatilan runtuh, yang menurunkan Al-Qur’an sebagai penawar dada dan cahaya dalam gelapnya jiwa.

Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad ﷺ…
manusia yang paling dicintai langit,
namun paling sering diragukan oleh manusia.

Saudara-saudaraku…
Al-Qur’an hari ini bukan sekadar dibaca,
tapi menelanjangi isi dada kita…


BAGIAN I — KEBENARAN DATANG, KEBATILAN PASTI RUNTUH 

QS. Al-Isrā’ : 81

Arab:

وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

Terjemah:
“Dan katakanlah: Telah datang kebenaran dan lenyaplah kebatilan. Sesungguhnya kebatilan itu pasti lenyap.”

Ibnu Katsir menjelaskan:

“Al-bāṭil tidak memiliki daya tahan. Ia tampak besar, tapi rapuh.”

Rasulullah ﷺ memecahkan 360 berhala sambil membaca ayat ini.
Artinya: iman tidak bernegosiasi dengan kebatilan.

Namun… berhala hari ini tidak lagi dari batu
tapi dari ego, gengsi, dan kesombongan ilmu.


BAGIAN II — AL-QUR’AN: PENAWAR ATAU PENAMBAH KERUGIAN 

QS. Al-Isrā’ : 82

Arab:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

Terjemah:
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang beriman, tetapi tidak menambah bagi orang zalim kecuali kerugian.”

Al-Qurthubi berkata:

“Al-Qur’an tidak pernah berubah. Yang berubah adalah hati yang menerimanya.”

Bagi orang beriman → sembuh
Bagi orang sombong → tersinggung

Iblis tidak menolak ayat,
iblis menolak tunduk.


BAGIAN III — SIFAT MANUSIA: NIKMAT SOMBONG, UJIAN PUTUS ASA 

QS. Al-Isrā’ : 83

Arab:

وَإِذَا أَنْعَمْنَا عَلَى الْإِنسَانِ أَعْرَضَ وَنَأَىٰ بِجَانِبِهِ ۖ وَإِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ كَانَ يَئُوسًا

Terjemah:
“Jika Kami beri nikmat, dia berpaling dan sombong; jika ditimpa kesusahan, dia putus asa.”

Inilah celah iblis:

  • Saat kaya → lupa sujud
  • Saat miskin → suudzon pada Allah

Hasan Al-Bashri berkata:

“Putus asa adalah senjata iblis yang paling ampuh.”


BAGIAN IV — ROH, ILMU, DAN KESOMBONGAN AKAL 

QS. Al-Isrā’ : 85

Arab:

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ ۖ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُم مِّنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا

Terjemah:
“Mereka bertanya tentang roh. Katakan: roh itu urusan Rabbku, dan kalian tidak diberi ilmu kecuali sedikit.”

Iblis berilmu,
tapi binasa oleh keangkuhan.

Imam Malik berkata:

“Ilmu tanpa khusyuk hanya menambah jarak dari Allah.”


BAGIAN V — TANTANGAN AL-QUR’AN & KEINGKARAN MANUSIA 

QS. Al-Isrā’ : 88

Arab:

لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنسُ وَالْجِنُّ عَلَىٰ أَن يَأْتُوا بِمِثْلِ هَٰذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ

Terjemah:
“Jika manusia dan jin berkumpul membuat yang serupa Al-Qur’an, mereka tak akan mampu.”

Namun manusia berkata:

“Buatkan mukjizat lain…”
“Jatuhkan langit…”
“Datangkan Allah di hadapan kami…”

Masalahnya bukan kurang bukti,
tapi kerasnya hati.


BAGIAN VI — PENUTUP AKIDAH: PETUNJUK ATAU KESESATAN 

QS. Al-Isrā’ : 97

Arab:

وَمَن يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِي ۖ وَمَن يُضْلِلْ فَلَن تَجِدَ لَهُمْ أَوْلِيَاءَ

Terjemah:
“Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, dialah yang mendapat petunjuk.”

Iblis tidak tersesat karena bodoh…
tapi karena menolak tunduk.


DOA 

اللهم يا هادي الضالين…
يا شافي الصدور…
يا من بيده قلوب العباد…

Ya Allah…
kami takut iman kami mirip iblis
tahu kebenaran…
tapi enggan bersujud…

Ya Allah…
jangan jadikan Al-Qur’an hanya lewat di telinga kami…
tapi masuk ke dada kami…
menghancurkan kesombongan…
melunakkan jiwa…

اللهم اجعلنا من أهل الحق إذا جاء اتبعوه
ولا تجعلنا من أهل الباطل إذا ظهر دافعوه

Ya Allah…
jika kami diuji dengan nikmat, ajari kami bersyukur…
jika diuji dengan luka, ajari kami bersabar…

Tutup hidup kami dengan iman…
bangkitkan kami bersama orang-orang yang Engkau ridai…

وصلى الله على سيدنا محمد
والحمد لله رب العالمين



Tidak ada komentar