Mukjizat Tidak Menyelamatkan Orang Sombong, Tapi Menyentuh Hati yang Tunduk


Mukjizat Tidak Menyelamatkan Orang Sombong, Tapi Menyentuh Hati yang Tunduk


1. SEMBILAN MUKJIZAT MUSA & BUTANYA KEKUASAAN

QS. Al-Isrā’ : 101

Arab

وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَىٰ تِسْعَ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ ۖ فَاسْأَلْ بَنِي إِسْرَائِيلَ إِذْ جَاءَهُمْ فَقَالَ لَهُ فِرْعَوْنُ إِنِّي لَأَظُنُّكَ يَا مُوسَىٰ مَسْحُورًا

Terjemah
“Sungguh Kami telah memberi Musa sembilan mukjizat yang nyata… lalu Fir‘aun berkata: ‘Wahai Musa, aku sangka engkau orang yang terkena sihir.’”

Ulasan Ulama

  • Jalalain: sembilan ayat = mukjizat indrawi + azab peringatan.
  • Ibnu Katsir: Fir‘aun tahu itu dari Allah, tapi kekuasaan membuatnya pura-pura bodoh.

📌 Pelajaran
Mukjizat tidak otomatis melahirkan iman.
Iblis melihat surga → tetap ingkar.
Fir‘aun melihat ayat → tetap angkuh.


2. KEBENARAN DIKETAHUI, NAMUN DITOLAK

QS. Al-Isrā’ : 102

Arab

قَالَ لَقَدْ عَلِمْتَ مَا أَنزَلَ هَٰؤُلَاءِ إِلَّا رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ بَصَائِرَ

Terjemah
“Musa berkata: ‘Sungguh engkau telah mengetahui bahwa tiada yang menurunkan semua ini kecuali Rabb langit dan bumi…’”

Al-Qurthubi berkata:

“Pengingkaran Fir‘aun bukan karena ragu, tapi karena takut kehilangan kekuasaan.”

📌 Relevansi Zaman Ini
Banyak orang paham kebenaran
tapi takut kehilangan jabatan, harta, gengsi.


3. KEZALIMAN SELALU BERUJUNG BINASA

QS. Al-Isrā’ : 103

Arab

فَأَرَادَ أَن يَسْتَفِزَّهُم مِّنَ الْأَرْضِ فَأَغْرَقْنَاهُ وَمَن مَّعَهُ جَمِيعًا

Terjemah
“Maka Fir‘aun hendak mengusir mereka dari negeri itu, lalu Kami tenggelamkan dia dan seluruh pengikutnya.”

Ibnu Katsir:

“Ini sunnatullah: kezhaliman yang merasa aman justru dipercepat kehancurannya.”

📌 Catatan Iman
Bukan siapa yang paling kuat,
tapi siapa yang paling lama ditangguhkan sebelum dihancurkan.


4. JANJI KEBANGKITAN & PERKUMPULAN AKHIR

QS. Al-Isrā’ : 104

Arab

فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآخِرَةِ جِئْنَا بِكُمْ لَفِيفًا

Terjemah
“Apabila datang janji akhirat, Kami datangkan kalian bercampur-baur.”

Makna Ulama

  • Lafīfā: semua manusia tanpa kecuali, raja dan rakyat, ulama dan penjahat.

📌 Renungan
Tak ada privilege kubur,
tak ada jalur khusus kiamat.


5. AL-QUR’AN TURUN DENGAN KEBENARAN

QS. Al-Isrā’ : 105

Arab

وَبِالْحَقِّ أَنزَلْنَاهُ وَبِالْحَقِّ نَزَلَ

Terjemah
“Dengan kebenaran Kami turunkan Al-Qur’an, dan dengan kebenaran ia turun.”

Ibnu ‘Athiyyah:

“Al-Qur’an benar dalam sumber, isi, dan tujuannya.”


6. AL-QUR’AN TURUN BERTAHAP UNTUK HATI

QS. Al-Isrā’ : 106

Arab

وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ

Terjemah
“Al-Qur’an Kami turunkan berangsur-angsur agar engkau membacakannya perlahan.”

📌 Pelajaran Tarbiyah

  • Hati tidak bisa dipaksa.
  • Iman dibangun bertahap, bukan instan.

7. ILMU MELAHIRKAN SUJUD & TANGIS

QS. Al-Isrā’ : 107–109

Arab

إِذَا يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ سُجَّدًا … وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ

Terjemah
“Jika Al-Qur’an dibacakan, mereka tersungkur bersujud dan menangis…”

Hasan Al-Bashri berkata:

“Ilmu yang tidak membuatmu menangis, patut dicurigai.”

📌 Ukuran Ilmu Sejati Bukan banyak debat,
tapi banyak sujud dan air mata.


8. ALLAH & AR-RAHMAN: SATU TUHAN

QS. Al-Isrā’ : 110

Arab

قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَٰنَ ۖ أَيًّا مَّا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ

Terjemah
“Serulah Allah atau Ar-Rahman, dengan nama apa pun, milik-Nya asmaul husna.”

Hadis (HR. Tirmidzi)

«إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا…»

“Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama…”

📌 Aqidah Banyak nama → satu Dzat
Banyak sifat → satu Tuhan


9. TAUHID PAMUNGKAS & PUJIAN AGUNG

QS. Al-Isrā’ : 111

Arab

وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُن لَّهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ

Terjemah
“Katakanlah: Segala puji bagi Allah, yang tidak mempunyai anak, tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya…”

Hadis (Musnad Ahmad)

«مِنْ إِجْلَالِ اللَّهِ… قَوْلُهُ: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا…»

📌 Penutup Tauhid

  • Allah tidak butuh penolong
  • Allah tidak bisa direndahkan
  • Allah sempurna dalam Dzat dan sifat

BENANG MERAH CERAMAH

  1. Mukjizat ≠ iman
  2. Ilmu tanpa tunduk = bahaya
  3. Kekuasaan melahirkan kezaliman
  4. Al-Qur’an menyentuh hati yang rendah
  5. Puncak iman: tauhid murni & pujian total


Tidak ada komentar