KETIKA KEBENARAN TERASA MENYUSUT, TAPI ALLAH SEDANG BEKERJA
“KETIKA KEBENARAN TERASA MENYUSUT, TAPI ALLAH SEDANG BEKERJA”
(Tadabbur Surah Ar-Ra‘d ayat 41–43)
PEMBUKAAN
Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn…
Segala puji bagi Allah…
Allah yang melihat air mata yang tidak pernah diceritakan…
Allah yang mendengar doa orang tua di sepertiga malam…
Allah yang tahu lelahnya menjaga iman di tengah keluarga…
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita,
Nabi Muhammad ﷺ…
yang diuji…
difitnah…
didustakan…
bahkan oleh kaumnya sendiri…
Hadirin yang dirahmati Allah…
Ada saatnya dalam hidup kita bertanya di dalam hati:
“Mengapa orang yang zalim terlihat berjaya?”
“Mengapa keluarga yang menjaga iman justru diuji bertubi-tubi?”
“Apakah Allah benar-benar melihat?”
Maka malam / hari ini…
Allah jawab kegelisahan itu…
melalui penutup Surah Ar-Ra‘d.
AYAT 41 — KEBATILAN TIDAK RUNTUH SEKETIKA
وَأَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا نَأْتِي الْأَرْضَ نَنْقُصُهَا مِنْ أَطْرَافِهَا…
“Tidakkah mereka melihat bahwa Kami mendatangi negeri-negeri lalu Kami kurangi dari tepi-tepinya…”
Hadirin…
Allah tidak mengatakan:
“Kami hancurkan sekaligus”
Tapi Allah berkata:
Kami kurangi… dari tepi-tepinya…
👉 perlahan
👉 bertahap
👉 tanpa disadari
ILUSTRASI KELUARGA
Bayangkan sebuah keluarga…
Seorang ayah yang bekerja jujur…
Seorang ibu yang menjaga shalat…
Anak-anak yang dibesarkan dengan Al-Qur’an…
Sementara tetangganya:
- curang tapi kaya
- lalai tapi tampak bahagia
- meninggalkan shalat tapi hidupnya terlihat lancar
Lalu sang ayah bertanya dalam hati:
“Apakah caraku salah?”
Hadirin…
Allah sedang mengurangi kebatilan itu dari tepinya.
Mungkin:
- rumah tangganya tampak utuh, tapi hatinya kosong
- hartanya banyak, tapi anaknya jauh
- sukses dunia, tapi sepi di sajadah
⚠️ Jangan tertipu oleh kemenangan yang belum selesai.
AYAT 42 — MAKAR MANUSIA, BALASAN ALLAH
وَقَدْ مَكَرَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ…
“Orang-orang sebelum mereka pun telah membuat tipu daya…”
Hadirin…
Tidak ada satu pun kezaliman:
- dalam keluarga
- dalam rumah tangga
- dalam pendidikan anak
yang luput dari pengawasan Allah.
KISAH NYATA
Ada seorang ibu…
Ia membesarkan anaknya sendirian.
Ayahnya pergi…
meninggalkan luka…
meninggalkan beban…
Ia tidak balas dendam…
Ia hanya berkata:
“Ya Allah… aku titipkan anak ini pada-Mu.”
Tahun demi tahun berlalu…
Anak itu tumbuh:
- lembut lisannya
- bersih hatinya
- kuat imannya
Sementara sang ayah… hidupnya terus gelisah…
Hadirin…
Itulah makar Allah.
Bukan untuk menyakiti…
tapi untuk mengadili dengan sempurna.
AYAT 43 — SAAT KITA TIDAK DIPERCAYA, ALLAH MENJADI SAKSI
وَيَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَسْتَ مُرْسَلًا…
“Mereka berkata: engkau bukan utusan…”
Rasulullah ﷺ saja didustakan…
Apalagi kita…
REFLEKSI
Berapa banyak orang tua:
- sudah mendidik anak dengan iman
- sudah menanamkan adab
- sudah berjuang jujur
tapi justru dianggap gagal…
Padahal Allah berkata:
قُلْ كَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا
“Cukuplah Allah menjadi saksi.”
Jika:
- anakmu belum berubah
- keluargamu belum utuh
- doamu belum terjawab
❗ Jangan berhenti beriman.
❗ Jangan berhenti amanah.
Allah menjadi saksi atas:
- air matamu
- kesabaranmu
- niat baikmu sebagai orang tua
PUNCAK EMOSI
Hadirin…
Surah Ar-Ra‘d ditutup dengan pesan:
👉 Tugasmu hanya menyampaikan
👉 Bukan memaksa hasil
Dalam keluarga:
- tugasmu menanam
- Allah yang menumbuhkan
Dalam parenting:
- tugasmu mendidik
- Allah yang memberi hidayah
PENUTUP
Jika hari ini:
- keluargamu diuji
- anakmu membuatmu menangis
- amanah terasa berat
Ingat…
Allah tidak sedang diam…
Allah sedang bekerja…
perlahan…
tapi pasti…
DOA
اللهم يا الله…
Ya Allah…
Engkau saksi atas lelah kami sebagai orang tua…
Engkau tahu niat kami
yang sering salah tapi ingin benar…
Ya Allah…
Jika keluarga kami pernah lalai…
jika anak-anak kami pernah jauh…
jika amanah ini terasa berat…
jangan Engkau lepaskan kami dari rahmat-Mu…
Ya Allah…
jangan Engkau nilai kami dari hasil…
tapi nilai kami dari kesungguhan…
Satukan kembali hati-hati yang retak…
sembuhkan luka yang diwariskan…
ampuni kesalahan orang tua kepada anak…
dan kesalahan anak kepada orang tua…
Ya Allah…
jadikan rumah kami tempat iman bertumbuh…
jadikan anak-anak kami penyejuk mata…
dan jadikan akhir hidup kami
husnul khātimah…
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا
وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ
وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Amin… Amin ya Rabbal ‘ālamīn…
Post a Comment