Ketika Kezaliman Berkuasa, Allah Menyusun Takdir dari Tangisan Seorang Ibu

“Ketika Kezaliman Berkuasa, Allah Menyusun Takdir dari Tangisan Seorang Ibu”

(QS Al-Qashash: 1–20)


I. PENDAHULUAN: KISAH YANG BUKAN DONGENG 

Allah membuka surat Al-Qashash dengan huruf muqaththa‘at:

🕋 Dalil

 طسم 
“Tha Sin Mim.”
(QS Al-Qashash: 1)

📚 Tafsir:
Ibnu Katsir menegaskan:
“Huruf muqaththa‘at adalah isyarat bahwa Al-Qur’an tersusun dari huruf yang sama dengan bahasa manusia, namun mereka tak mampu menandinginya.”
📖 Tafsir Ibnu Katsir, juz 6

Lalu Allah menegaskan:

تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْمُبِينِ 
“Inilah ayat-ayat Kitab (Al-Qur’an) yang jelas.”
(QS Al-Qashash: 2)

➡️ Pesan ceramah:
Kisah Musa bukan cerita pengantar tidur, tapi peta hidup:

  • tentang kezaliman
  • tentang ketakutan
  • tentang harapan yang Allah susun diam-diam

😄 Humor ringan:

“Kalau kisah sinetron bikin baper tapi lupa shalat,
kisah Al-Qur’an bikin sadar… tapi sering kita skip.”


II. FIRAUN: WAJAH KEZALIMAN TERSTRUKTUR 

🕋 Dalil

إِنَّ فِرْعَوْنَ عَلَا فِي الْأَرْضِ 
“Sesungguhnya Firaun telah berbuat sewenang-wenang di bumi.”
(QS Al-Qashash: 4)

وَجَعَلَ أَهْلَهَا شِيَعًا 
“Ia memecah belah penduduknya menjadi kelompok-kelompok.”

📚 Al-Qurthubi:
“Ciri penguasa zalim adalah memecah umat agar lemah dan mudah dikendalikan.”
📖 Tafsir Al-Qurthubi, juz 13

➡️ Refleksi:

  • Firaun tidak membunuh semua orang
  • Ia memilah, memecah, melemahkan

😄 Humor sindiran halus:

“Kalau rakyat kompak, penguasa zalim susah tidur.
Makanya dipecah… bukan supaya rukun, tapi supaya ribut.”


III. ALLAH MENYIAPKAN PEMENANG DARI KAUM TERTINDAS 

🕋 Dalil

وَنُرِيدُ أَن نَّمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا 
“Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas…”
(QS Al-Qashash: 5)

📚 Fakhruddin Ar-Razi:
“Ayat ini adalah janji abadi: kekuasaan zalim tidak pernah permanen.”
📖 Mafatih al-Ghaib

➡️ Pesan penting:
Kalau hari ini:

  • kamu tertindas
  • diremehkan
  • dianggap kecil

Belum tentu kamu kalah, bisa jadi kamu sedang disiapkan.


IV. IMAN SEORANG IBU: TAUHID DALAM KEPUTUSASAAN 

🕋 Dalil

 وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ أُمِّ مُوسَىٰ أَنْ أَرْضِعِيهِ 
“Kami ilhamkan kepada ibu Musa: susuilah dia…”
(QS Al-Qashash: 7)

➡️ Perintah Allah tidak masuk akal secara logika manusia:

“Hanyutkan bayimu ke sungai.”

📚 Ibnu ‘Athiyyah:
“Ini puncak tawakal: saat logika berhenti, iman melangkah.”
📖 Al-Muharrar al-Wajiz

😢 Arahkan jamaah:
Bayangkan…

  • tangan gemetar
  • air mata jatuh
  • tapi hati berkata: “Allah lebih tahu.”

😄 Humor lembut:

“Kalau kita kehilangan sandal saja panik,
ibu Musa ‘kehilangan bayi’… tapi tetap yakin pada Allah.”


V. ALLAH MEMBALIK RENCANA MUSUH 

🕋 Dalil

فَالْتَقَطَهُ آلُ فِرْعَوْنَ 
“Maka bayi itu dipungut oleh keluarga Firaun…”
(QS Al-Qashash: 8)

➡️ Ironi ilahi:

  • Yang ingin membunuh… justru memelihara
  • Yang ditakuti… dibesarkan di istana

📚 Ibnu Katsir:
“Musuh Allah sering menjadi pelayan takdir Allah tanpa sadar.”
📖 Tafsir Ibnu Katsir


VI. DOSA TIDAK MEMBATALKAN KENABIAN BILA ADA TAUBAT 

🕋 Dalil

قَالَ رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي 
“Ya Rabbku, aku telah menzalimi diriku, maka ampunilah aku.”
(QS Al-Qashash: 16)

➡️ Nabi Musa tidak mencari pembenaran, tapi taubat.

🕋 Hadis Penguat

قال ﷺ:

“Setiap anak Adam pasti berbuat salah, dan sebaik-baik yang bersalah adalah yang bertaubat.”
📖 HR. Tirmidzi

😄 Humor reflektif:

“Ada orang salah sedikit minta dimaklumi,
Musa salah besar… langsung sujud minta ampun.”


VII. DATANGNYA PENOLONG DI SAAT KRITIS 

🕋 Dalil

وَجَاءَ رَجُلٌ مِّنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ يَسْعَىٰ 
“Datanglah seorang laki-laki dari ujung kota dengan tergesa-gesa…”
(QS Al-Qashash: 20)

📚 As-Sa‘di:
“Allah selalu mengirim pertolongan di saat paling genting.”
📖 Tafsir As-Sa‘di

➡️ Pesan penutup materi:
Kalau hari ini kamu merasa sendirian…
mungkin Allah sedang menyiapkan ‘seorang dari ujung kota’ untukmu.


📚 RUJUKAN KITAB UTAMA

  1. Tafsir Ibnu Katsir
  2. Tafsir Al-Qurthubi
  3. Tafsir Ath-Thabari
  4. Tafsir As-Sa‘di
  5. Mafatih al-Ghaib – Ar-Razi
  6. Shahih Bukhari & Muslim
  7. Sunan Tirmidzi

🎯 PENUTUP 

Pesan inti QS Al-Qashash 1–20:

  • Kezaliman tidak pernah menang selamanya
  • Iman sering diuji lewat rasa takut
  • Takdir Allah bekerja bahkan lewat musuh


Tidak ada komentar