SAAT ALLAH MASIH MEMANGGIL, SEBELUM DIA MENGUNCI
“ SAAT ALLAH MASIH MEMANGGIL, SEBELUM DIA MENGUNCI”
🟢 PEMBUKAAN
الحمد لله…
الحمد لله الذي لا يُغلق باب التوبة ما دام القلب ينبض…
الحمد لله الذي لا يملّ من عفو عباده…
ولو ملّ العباد من طاعته…
Shalawat dan salam…
untuk Nabi yang menangis bukan karena dunia…
tapi karena takut umatnya masuk neraka…
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Malam ini…
saya tidak datang membawa kabar bahagia…
saya datang membawa peringatan kasih sayang…
Karena Allah menakut-nakuti… bukan karena benci…
tapi karena masih cinta…
🟢 BAGIAN 1 – TIDAK SEMUA HATI BISA MENDENGAR
Allah berfirman:
وَمَا أَنتَ بِهَادِ الْعُمْيِ عَن ضَلَالَتِهِمْ
“Engkau tidak mampu memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta…”
Buta apa?
Buta mata?
Tidak…
Buta hati.
Ada orang matanya sehat…
telinganya tajam…
tapi ketika ayat dibacakan…
tidak ada yang bergerak di dalam dadanya.
Yang bikin kita celaka…
bukan karena tidak tahu…
tapi karena tahu… lalu mengabaikan.
🟢 BAGIAN 2 – SAAT PERINGATAN TIDAK BERLAKU LAGI
Allah berfirman:
وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِنَ الْأَرْضِ
“Akan Kami keluarkan binatang dari bumi… yang berbicara kepada manusia…”
Jamaah…
Saat Dabbatul Ardh keluar…
tidak ada lagi:
- taubat
- istighfar
- air mata
- perubahan hidup
Semua ditutup.
Hari ini…
Allah masih menegur dengan ayat…
dengan musibah kecil…
dengan sakit…
dengan kehilangan…
Itu tanda Allah belum mengunci.
Takutlah…
kalau suatu hari…
kita berdosa…
tapi tidak merasa bersalah.
Itu tanda hati mulai mati.
🟢 BAGIAN 3 – PENGADILAN YANG MEMBUNGKAM MULUT
Allah berfirman:
فَهُمْ لَا يَنطِقُونَ
“Mereka tidak mampu berbicara…”
Kenapa?
Karena semua alasan habis.
Tidak ada lagi:
- “saya sibuk”
- “saya belum siap”
- “nanti saja”
Di dunia…
kita pandai membela diri…
di akhirat…
lidah dikunci.
Yang bicara:
- tangan
- kaki
- mata
- hati
🟢 BAGIAN 4 – KIAMAT: SEMUA YANG SOMBONG DIHANCURKAN
Allah berfirman:
وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً
Gunung…
yang paling kokoh…
yang paling besar…
dihancurkan Allah.
Lalu siapa kita…
yang masih sombong dengan:
- harta
- jabatan
- popularitas
- dosa yang dipelihara?
Kalau gunung saja Allah runtuhkan…
apa lagi maksiat yang kita banggakan diam-diam.
🟢 BAGIAN 5 – DUA AKHIR: TAUHID ATAU NERAKA
Allah berfirman:
مَن جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ خَيْرٌ مِّنْهَا
Kebaikan terbesar itu apa?
Laa ilaaha illallah…
Dan Allah berfirman:
وَمَن جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَكُبَّتْ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ
Syirik…
dan maksiat yang dibawa mati…
Jangan mati…
sementara Allah masih marah…
dan kita belum minta maaf…
🤲 DOA
اللهم…
إنا نعوذ بك من قلبٍ لا يخشع…
ومن عينٍ لا تدمع…
ومن نفسٍ لا تشبع…
Ya Allah…
jangan Engkau kunci hati kami…
sebelum kami sempat bertaubat…
Ya Allah…
kalau malam ini adalah peringatan terakhir…
maka jadikan kami orang yang paling cepat kembali…
Ya Allah…
hancurkan maksiat dalam diri kami…
sebelum Engkau hancurkan kami karena maksiat itu…
Ya Allah…
jangan wafatkan kami…
kecuali dalam tauhid…
jangan bangkitkan kami…
kecuali bersama orang-orang yang Engkau cintai…
Rabbana…
terimalah air mata kami…
sebagai bukti bahwa hati ini belum mati…
وصلى الله على نبينا محمد
وعلى آله وصحبه أجمعين
والحمد لله رب العالمين…
Post a Comment