Ketika Langit dan Bumi Tidak Menangis: Pelajaran Besar dari Kaum Fir‘aun

Ketika Langit dan Bumi Tidak Menangis: Pelajaran Besar dari Kaum Fir‘aun


🕌 نَصُّ الْمَوْعِظَةِ السَّلَفِيَّة

عِبْرَةُ فِرْعَوْنَ: لِمَاذَا لَا تَبْكِي السَّمَاءُ وَالْأَرْضُ عَلَى بَعْضِ النَّاسِ؟


🟢 الْمُقَدِّمَةُ (PEMBUKA)

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا…

Hadirin rahimakumullāh,
Segala puji hanya milik Allah, Tuhan yang tidak pernah lalai, meski manusia sering lupa.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, guru para salaf, imam orang-orang yang lurus.

Jamaah yang dimuliakan Allah,
Malam ini kita akan ngaji ayat yang bikin takut, bukan takut karena serem, tapi takut karena jujur.
Ayat tentang Fir‘aun, tentang nikmat dunia, dan tentang manusia yang mati tapi tidak ditangisi langit dan bumi.


🟢 1. DAKWAH YANG DITOLAK DENGAN SABAR

QS. Ad-Dukhān: 21–22

🕋 AYAT

وَإِن لَّمْ تُؤْمِنُوا لِي فَاعْتَزِلُونِ

“Dan jika kalian tidak beriman kepadaku, maka biarkanlah aku.”

فَدَعَا رَبَّهُ أَنَّ هَٰؤُلَاءِ قَوْمٌ مُّجْرِمُونَ

“Maka Musa berdoa kepada Rabb-nya: sesungguhnya mereka adalah kaum yang berdosa.”

📚 PENJELASAN ULAMA

قال الإمام ابن كثير رحمه الله:

لم يدعُ موسى عليهم ابتداءً، وإنما بعد طول الأذى والتكذيب.

Imam Ibnu Katsir menjelaskan:
Nabi Musa tidak langsung mendoakan kebinasaan, tapi bersabar panjang, baru berdoa setelah semua pintu dakwah ditutup.

📖 Tafsir Ibnu Katsir

🧠 Pelajaran:
Orang beriman lapor ke Allah, bukan balas dendam ke manusia.


🟢 2. PERTOLONGAN ALLAH DATANG SAAT TERDESAK

QS. Ad-Dukhān: 23–24

🕋 AYAT

فَأَسْرِ بِعِبَادِي لَيْلًا إِنَّكُم مُّتَّبَعُونَ

“Berjalanlah di malam hari dengan hamba-hamba-Ku, kalian akan dikejar.”

وَاتْرُكِ الْبَحْرَ رَهْوًا ۖ إِنَّهُمْ جُندٌ مُّغْرَقُونَ

“Biarkan laut itu terbelah, mereka adalah tentara yang akan ditenggelamkan.”

📚 TAFSIR

قال القرطبي رحمه الله:

الرَّهْوُ: السكون مع الانفراج.

Imam Al-Qurthubi:
Laut dibiarkan terbuka dan tenang, agar Fir‘aun masuk seluruhnya.

📖 Tafsir Al-Qurthubi

🧠 Pelajaran:
Kadang jalan selamat kita, jadi jalan celaka orang zalim.


🟢 3. DUNIA DITINGGAL TANPA PENYESALAN

QS. Ad-Dukhān: 25–28

🕋 AYAT

كَمْ تَرَكُوا مِن جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ، وَزُرُوعٍ وَمَقَامٍ كَرِيمٍ

“Betapa banyak kebun, mata air, tanaman, dan tempat indah yang mereka tinggalkan.”

وَأَوْرَثْنَاهَا قَوْمًا آخَرِينَ

“Dan Kami wariskan semua itu kepada kaum yang lain.”

📚 TAFSIR SALAF

قال الحسن البصري رحمه الله:

ما بكى عليهم أحد، لأنهم لم يكن لهم عمل صالح.

Hasan Al-Bashri berkata:
Tidak ada yang menangisi mereka, karena mereka tidak punya amal yang layak dirindukan.

📖 Tafsir Ath-Thabari

🧠 Pelajaran:
Harta itu sementara, amal itu selamanya.


🟢 4. AYAT PALING MENGGETARKAN

QS. Ad-Dukhān: 29

🕋 AYAT

فَمَا بَكَتْ عَلَيْهِمُ السَّمَاءُ وَالْأَرْضُ

“Langit dan bumi tidak menangisi mereka.”

📚 ATSAR SAHABAT

قال علي بن أبي طالب رضي الله عنه:

إن المؤمن إذا مات بكى عليه مصلاه من الأرض، ومصعد عمله من السماء.

Ali bin Abi Thalib berkata:
Orang beriman ditangisi:

  • Bumi, tempat sujudnya
  • Langit, tempat naik amalnya

📖 Tafsir Ath-Thabari

🧠 Renungan:
Kalau kita mati, apa yang merasa kehilangan?


🟢 5. KESOMBONGAN ADALAH DOSA BESAR

QS. Ad-Dukhān: 31

🕋 AYAT

إِنَّهُ كَانَ عَالِيًا مِّنَ الْمُسْرِفِينَ

“Sesungguhnya dia sombong dan melampaui batas.”

📜 HADIS

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ
(HR. مسلم)

“Tidak masuk surga orang yang di hatinya ada kesombongan walau seberat biji sawi.”

🧠 Pelajaran:
Fir‘aun bukan hancur karena bodoh,
tapi karena merasa paling tinggi.


🟢 6. HIDUP BUKAN MAIN-MAIN

QS. Ad-Dukhān: 38–40

🕋 AYAT

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَاعِبِينَ

“Kami tidak menciptakan langit dan bumi dengan bermain-main.”

قال الإمام الرازي رحمه الله:

من عاش بلا غاية فقد أنكر الحكمة.

Imam Ar-Razi:
Siapa hidup tanpa tujuan, ia mengingkari hikmah penciptaan.

📖 Mafātih al-Ghaib


🟢 الْخَاتِمَةُ (PENUTUP)

Jamaah rahimakumullāh,
Fir‘aun punya istana, tapi tidak punya sujud.
Kita mungkin tidak punya istana, tapi punya sajadah.

Maka pertanyaannya bukan:

“Seberapa besar rumah kita?”
Tapi: “Apakah bumi pernah merindukan sujud kita?”


🤲 الدُّعَاءُ (DOA)

اللهم لا تجعلنا من الذين لا تبكي عليهم السماء والأرض،
واجعلنا من عبادك الصالحين،
واجعل آخر كلامنا لا إله إلا الله…



Tidak ada komentar