Ketika Nikmat Besar Melahirkan Kedurhakaan: Pelajaran dari Kaum Tsamūd


“Ketika Nikmat Besar Melahirkan Kedurhakaan: Pelajaran dari Kaum Tsamūd”

(QS Asy-Syu‘arā’: 141–160)


🌿 PEMBUKAAN

Hadirin rahimakumullāh…

Tidak semua dosa lahir dari kemiskinan.
Ada dosa yang lahir dari kemakmuran.
Tidak semua kedurhakaan datang dari keterpaksaan.
Ada yang datang dari rasa aman berlebihan.

Kaum Tsamūd bukan kaum lemah.
Mereka ahli teknik.
Mereka memahat gunung.
Tapi mereka gagal memahat iman.


🔁 1. POLA YANG SAMA, UMAT YANG BERBEDA

📖 QS Asy-Syu‘arā’: 141

Arab:

كَذَّبَتْ ثَمُودُ الْمُرْسَلِينَ

Terjemah:

“Kaum Tsamūd telah mendustakan para rasul.”

📌 Tafsir Ulama

  • Ibnu Katsir:
    Mendustakan satu rasul sama dengan mendustakan seluruh risalah tauhid.
    📚 Tafsīr Ibnu Katsīr

📌 Pesan Penting
Masalah umat bukan kurang bukti,
tapi enggan tunduk.


🗣️ 2. SERUAN NABI SALEH: LEMBUT & JUJUR

📖 QS Asy-Syu‘arā’: 142–145

Arab (ringkas):

إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ صَالِحٌ أَلَا تَتَّقُونَ … إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Terjemah Ringkas:

“Ketika saudara mereka Saleh berkata: ‘Mengapa kalian tidak bertakwa?’ … Aku tidak meminta upah, upahku hanya dari Rabb semesta alam.”

📌 Imam Ath-Thabari:

“Para nabi memulai dakwah dengan takwa, bukan dengan ancaman.”
📚 Jāmi‘ al-Bayān

📌 Humor ringan:

“Nabi Saleh tidak datang bawa proposal proyek dakwah.
Beliau datang bawa pesan langit… gratis, tapi mahal nilainya.”


🌴 3. NIKMAT YANG MEMABUKKAN

📖 QS Asy-Syu‘arā’: 146–149

Arab:

أَتُتْرَكُونَ فِي مَا هَاهُنَا آمِنِينَ ۝ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ ۝ وَزُرُوعٍ وَنَخْلٍ طَلْعُهَا هَضِيمٌ ۝ وَتَنْحِتُونَ مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا فَارِهِينَ

Terjemah:

“Apakah kalian akan dibiarkan tinggal dengan aman di sini, di kebun-kebun dan mata air, tanaman dan pohon kurma yang lembut, dan kalian memahat gunung menjadi rumah-rumah dengan angkuh?”

📌 Al-Qurthubi:

“Fārihīn” bermakna sombong karena kemampuan dan teknologi.
📚 Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān

📌 Humor reflektif:

“Rumah mereka anti gempa…
tapi hati mereka tidak tahan diuji takwa.”


🚨 4. BAHAYA MENGIKUTI ELIT PERUSAK

📖 QS Asy-Syu‘arā’: 151–152

Arab:

وَلَا تُطِيعُوا أَمْرَ الْمُسْرِفِينَ ۝ الَّذِينَ يُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ وَلَا يُصْلِحُونَ

Terjemah:

“Janganlah kalian menaati orang-orang yang melampaui batas, yang membuat kerusakan di bumi dan tidak melakukan perbaikan.”

📌 Ibnu Taimiyah:

“Kerusakan besar sering dimulai oleh tokoh yang diikuti tanpa akal sehat.”
📚 Majmū‘ al-Fatāwā

📌 Hadis Pendukung

لَا طَاعَةَ لِمَخْلُوقٍ فِي مَعْصِيَةِ الْخَالِقِ
“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Khaliq.”
📚 HR. Ahmad


🐪 5. MUKJIZAT YANG DIUJI DENGAN TAAT

📖 QS Asy-Syu‘arā’: 153–156

Arab:

قَالَ هَٰذِهِ نَاقَةٌ لَهَا شِرْبٌ وَلَكُمْ شِرْبُ يَوْمٍ مَعْلُومٍ ۝ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابُ يَوْمٍ عَظِيمٍ

Terjemah:

“Ini unta betina, ia memiliki giliran air dan kalian pun memiliki giliran. Jangan kalian ganggu, nanti kalian ditimpa azab besar.”

📌 Ibnu Katsir:

Mukjizat bukan untuk pamer, tapi untuk menguji ketaatan.
📚 Tafsīr Ibnu Katsīr

📌 Humor halus:

“Allah cuma minta satu: ‘Jangan ganggu unta.’
Tapi manusia sering gagal taat pada larangan paling sederhana.”


🗡️ 6. DOSA KOLEKTIF: RIDHA TERHADAP MAKSIAT

📖 QS Asy-Syu‘arā’: 157

Arab:

فَعَقَرُوهَا فَأَصْبَحُوا نَادِمِينَ

Terjemah:

“Mereka membunuh unta itu, lalu mereka pun menyesal.”

📌 Kaedah Ulama

  • Yang membunuh satu orang
  • Yang ridha dan diam → ikut berdosa

📌 Hadis

مَنْ رَضِيَ بِفِعْلِ قَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
📚 HR. Abu Dawud


⚡ 7. AZAB DATANG SETELAH PENYESALAN

📖 QS Asy-Syu‘arā’: 158–159

Arab:

فَأَخَذَهُمُ الْعَذَابُ … وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

Terjemah:

“Azab pun menimpa mereka… dan Rabbmu Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.”

📌 Pelajaran

  • Menyesal setelah maksiat ≠ taubat
  • Taubat harus sebelum azab

🔄 8. TRANSISI: PENYAKIT BERPINDAH UMAT

📖 QS Asy-Syu‘arā’: 160

Arab:

كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ الْمُرْسَلِينَ

Makna Isyarat Satu kaum hancur…
kisah belum selesai…
karena penyakitnya pindah ke kaum lain.


🌙 PENUTUP 

Hadirin…

Kaum Tsamūd hancur
bukan karena kurang bukti,
tapi karena meremehkan larangan kecil.

Maka jagalah iman…
bahkan pada perkara yang terlihat sepele.

Karena ketaatan kecil hari ini
bisa menyelamatkan dari azab besar esok hari.



Tidak ada komentar