LARI KEPADA ALLAH SEBELUM TERLAMBAT


“LARI KEPADA ALLAH SEBELUM TERLAMBAT”


🟢 PEMBUKAAN 

Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn…
Segala puji bagi Allah yang masih memanjangkan umur kita,
masih memberi kesempatan bernafas tanpa bayar,
masih membuka pintu taubat… meskipun dosa kita sering tidak tahu malu.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ,
manusia paling jujur, paling sabar,
yang berdakwah bukan untuk popularitas…
tapi demi menyelamatkan kita dari api neraka.

Jamaah yang dimuliakan Allah…
malam ini bukan malam cerita dongeng,
bukan pula malam hiburan kosong,
ini malam peringatan,
karena Allah sendiri berfirman:

“Dan tetaplah memberi peringatan, karena peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang beriman.”


🟢 BAGIAN 1

KAUM ‘ĀD: KETIKA ANGIN MENJADI TENTARA ALLAH 

Allah berfirman:

وَفِي عَادٍ إِذْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الرِّيحَ الْعَقِيمَ
“Dan pada kaum ‘Ad terdapat pelajaran, ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan.”

Jamaah…
angin itu makhluk paling taat.
Ia tidak punya otak, tapi tidak pernah membangkang.
Ketika Allah perintahkan menghancurkan,
angin itu berubah dari sepoi-sepoi…
menjadi algojo langit.

مَا تَذَرُ مِن شَيْءٍ أَتَتْ عَلَيْهِ إِلَّا جَعَلَتْهُ كَالرَّمِيمِ
“Tidak dibiarkannya sesuatu pun kecuali dijadikannya hancur seperti serbuk.”

Ibnu Katsir berkata:

“Tubuh mereka tercabut dari akarnya, beterbangan seperti tulang lapuk.

Jamaah…
kalau Allah sudah murka,
bukan bom yang turun…
cukup angin.

Sekarang kita takut angin…
bukan karena azab…
tapi karena genteng belum lunas.

Allah sedang mengingatkan:

“Jangan pernah meremehkan dosa kecil,
karena azab besar sering datang dari sebab yang kita anggap sepele.”


🟢 BAGIAN 2

KAUM TSAMUD: DITUNDA BUKAN DIBATALKAN

Allah berfirman:

تَمَتَّعُوا حَتَّىٰ حِينٍ
“Bersenang-senanglah kalian sampai waktu tertentu.”

Jamaah…
ini kalimat paling berbahaya dalam Al-Qur’an.
Bukan karena indah…
tapi karena menipu.

Ditunda bukan berarti aman.
Ditunda bukan berarti diampuni.

فَعَتَوْا عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ
Mereka tetap sombong…

Lalu apa yang terjadi?

فَأَخَذَتْهُمُ الصَّاعِقَةُ وَهُمْ يَنظُرُونَ

Azab datang di siang hari.
Mereka melihat… tapi tidak bisa lari.

Berapa banyak orang berkata:

“Nanti saja taubatnya…
yang penting sekarang nikmati hidup.”

Padahal…
nanti itu milik Allah, bukan milik kita.

[Humor ]
Kalau Allah tagih nyawa…
tidak ada tombol “tunda 30 hari”.


🟢 BAGIAN 3

TUJUAN HIDUP: KITA INI DICIPTAKAN UNTUK APA? 

Allah berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.”

Jamaah…
kita ini bukan kecelakaan biologis,
bukan hasil iseng alam semesta,
kita diciptakan dengan tujuan jelas.

Bukan sekadar:

  • kerja,
  • makan,
  • tidur,
  • lalu mati.

Kalau hidup hanya soal dunia…
maka orang kafir lebih hebat dari kita.
Tapi kita punya akhirat.

Imam Nawawi berkata:

“Ibadah mencakup seluruh ketaatan, bukan hanya shalat dan puasa.”

Humor :
Jangan sampai hidup kita sibuk,
tapi tidak bernilai.


🟢 BAGIAN 4

SERUAN TERAKHIR: LARI KEPADA ALLAH 

Allah berfirman dengan suara keras dalam Al-Qur’an:

فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ

“Maka larilah kalian kepada Allah!”

Bukan jalan…
bukan merangkak…
tapi lari.

Kenapa harus lari?
Karena dosa mengejar kita dari belakang.

Lari dari:

  • maksiat yang disembunyikan,
  • dosa yang dibiasakan,
  • shalat yang ditinggalkan,
  • hati yang keras.

Lari kepada:

  • taubat,
  • istighfar,
  • sajadah,
  • air mata.

🕯️ DOA 

Allāhumma…
kami datang malam ini…
bukan membawa prestasi…
bukan membawa amal hebat…
kami datang membawa dosa… dan harapan.

Ya Allah…
jika Engkau buka aib kami satu saja…
kami tak pantas duduk di sini.

Ya Allah…
jangan Engkau matikan kami
dalam keadaan jauh dari-Mu.

Ya Allah…
jangan Engkau cabut nyawa kami
saat kami masih sibuk dengan dunia
dan lupa kepada-Mu.

Ya Allah…
kami lemah…
kami sering berjanji…
lalu mengingkari.

Ampuni kami…
sebelum datang hari
di mana taubat tidak lagi diterima.

Ya Allah…
jika hari ini adalah peringatan terakhir…
jadikan ia peringatan yang mengubah hidup kami.

Ya Allah…
larikan kami kepada-Mu…
sebelum kami dipaksa lari
menuju kematian.

Rabbanaa… taqabbal minnā…
innaka Antas-Samī‘ul ‘Alīm…

Āmīn… Āmīn… Āmīn…



Tidak ada komentar