LUKA YANG TAK TERUCAP, SABAR YANG MENYELAMATKAN KELUARGA

“LUKA YANG TAK TERUCAP, SABAR YANG MENYELAMATKAN KELUARGA”

(Tafsir Surah Yusuf Ayat 81–100)


PEMBUKAAN (±10 MENIT)

Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn…
Segala puji bagi Allah…
Allah yang Maha Mengetahui luka yang tidak pernah sempat kita ceritakan…
Allah yang Maha Mendengar tangis yang tidak pernah keluar dari mulut kita…

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ…
Nabi yang memahami air mata ayah… kesedihan ibu… dan penyesalan anak-anak

Hadirin yang dimuliakan Allah…
Tidak semua luka itu berdarah…
Sebagian luka diam… menua… dan mengendap di dada orang tua kita…

Dan malam ini…
Allah membuka satu kisah…
Kisah seorang ayah yang kehilangan segalanya… kecuali imannya…
Nabi Ya‘qub ‘alaihis salām…


BAGIAN I — PULANG DENGAN BERITA PALING MENYAKITKAN (±15 MENIT)

Allah berfirman:

 ارْجِعُوا إِلَىٰ أَبِيكُمْ فَقُولُوا يَا أَبَانَا إِنَّ ابْنَكَ سَرَقَ 
“Kembalilah kepada ayah kalian dan katakanlah: Wahai ayah kami, sesungguhnya anakmu telah mencuri…”
(QS. Yusuf: 81)

Hadirin…
Bayangkan…
Seorang ayah…
Yang dulu kehilangan Yusuf…
Kini mendengar: “Bunyamin pun hilang…”

Berita boleh benar…
Tapi benar tidak selalu berarti menyembuhkan…

Ilustrasi Kisah Nyata

Ada seorang ayah…
Setiap malam menunggu anaknya pulang…
Anaknya terjerumus narkoba…
Setiap ketukan pintu membuat jantungnya bergetar…
Bukan takut dimarahi…
Tapi takut mendengar kabar bahwa anaknya tidak pulang selamanya…

Itulah rasa Ya‘qub…


BAGIAN II — SABAR YANG TIDAK BERTERIAK (±15 MENIT)

 فَصَبْرٌ جَمِيلٌ 
“Maka kesabaran yang baik itulah pilihanku…”
(QS. Yusuf: 83)

Apa itu ṣabr jamīl?

Bukan sabar yang diam-diam membenci…
Bukan sabar yang menyimpan dendam…
Tapi sabar yang tidak mengadukan luka kepada makhluk…

وَابْيَضَّتْ عَيْنَاهُ مِنَ الْحُزْنِ 
“Matanya menjadi putih karena sedih…”
(QS. Yusuf: 84)

Ia menangis…
Ia hancur…
Tapi tidak protes kepada Allah…

Pesan Parenting

➡️ Orang tua boleh lelah
➡️ Orang tua boleh menangis
❌ Tapi jangan ajarkan anak putus asa


BAGIAN III — CURHAT PALING MULIA (±10 MENIT)

إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ 
“Aku hanya mengadukan kesedihan dan dukaku kepada Allah…”
(QS. Yusuf: 86)

Hadirin…
Tidak semua masalah perlu diumbar di status…
Tidak semua luka perlu diumbar ke manusia…

Ada luka yang hanya Allah pantas mendengarnya…


BAGIAN IV — JANGAN MATIKAN HARAPAN ANAK (±10 MENIT)

وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ 

“Jangan berputus asa dari rahmat Allah…”
(QS. Yusuf: 87)

Ilustrasi Parenting

Seorang ibu berkata:
“Anakku rusak… sudah tidak bisa berubah…”

Kalimat itu…
Lebih berbahaya dari dosa anaknya…

Karena harapan orang tua adalah bensin perubahan anak…


BAGIAN V — TAUBAT & PEMAAFAN (±15 MENIT)

 تَاللَّهِ لَقَدْ آثَرَكَ اللَّهُ عَلَيْنَا 
“Demi Allah, Allah telah melebihkanmu atas kami…”
(QS. Yusuf: 91)

Dan Yusuf berkata:

 لَا تَثْرِيبَ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ 
“Tidak ada cercaan atas kalian hari ini…”
(QS. Yusuf: 92)

Hadirin…
Ini puncak akhlak…
Memaafkan saat mampu membalas…


BAGIAN VI — AIR MATA YANG DIKEMBALIKAN ALLAH (±10 MENIT)

(Nada sangat lirih)

 فَارْتَدَّ بَصِيرًا 
“Maka kembalilah penglihatannya…”
(QS. Yusuf: 96)

Air mata Ya‘qub tidak sia-sia…
Kesabaran orang tua tidak pernah gagal… hanya ditunda…


DOA PENUTUP 

اللهم…
يا الله…
Kami datang membawa luka keluarga kami…

Ya Allah…
Ada ayah yang menangis dalam diam…
Ada ibu yang memendam kecewa bertahun-tahun…
Ada anak yang tersesat dan tidak tahu jalan pulang…

Ya Allah…
Jika Ya‘qub menangis bertahun-tahun namun Engkau kembalikan Yusuf…
Maka jangan Engkau tutup pintu harapan kami…

Ya Allah…
Sembuhkan luka orang tua yang tidak pernah sempat bicara…
Ampuni anak-anak yang durhaka karena kebodohan, bukan kebencian…

Ya Allah…
Jangan Engkau wafatkan orang tua kami
Dalam keadaan kecewa kepada kami…

Dan jangan Engkau wafatkan kami
Dalam keadaan belum meminta maaf kepada mereka…

Ya Allah…
Satukan kembali keluarga kami dalam rahmat-Mu…
Jika tidak di dunia…
Satukan kami di surga-Mu…

Rabbana…
Ampuni kami…
Ampuni orang tua kami…
Sayangi mereka sebagaimana mereka menyayangi kami ketika kecil…

آمــــين… آمــــين… آمــــين…



Tidak ada komentar