Marhaban Ya Ramadhan: Saatnya Kita Pulang
🕌 NASKAH MIMBAR CERAMAH RAMADHAN
“Marhaban Ya Ramadhan: Saatnya Kita Pulang”
🌙 PEMBUKAAN
الحمد لله الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه،
ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا،
من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له،
وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد،
وعلى آله وصحبه أجمعين.
Hadirin jamaah yang dirahmati Allah…
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah,
takwa yang bukan hanya terasa di lisan,
tapi hidup dalam hati,
dan terlihat dalam akhlak kita.
Hadirin sekalian…
Sebentar lagi — atau kita sudah berada di dalamnya —
tamu agung itu datang
bukan tamu biasa
tapi tamu langit
yang namanya…
Ramadhan.
😄 JEDA HUMOR 1
“Kalau tamu biasa datang, kita bersih-bersih rumah.
Kalau Ramadhan datang…
masa hatinya masih kotor, dendam masih dipelihara,
WA grup masih isinya gibah?”
🟢 BAGIAN 1 — PERSIAPAN MENYAMBUT RAMADHAN
1. Persiapan Fikriah (Pemahaman)
Hadirin…
Ramadhan tidak akan mengubah siapa pun
kecuali orang yang paham apa itu Ramadhan.
Allah berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ
“Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an…”
(QS. Al-Baqarah: 185)
Artinya apa?
➡️ Ramadhan = bulan Al-Qur’an
➡️ Bukan cuma bulan lapar
➡️ Bukan cuma bulan kolak dan gorengan
😄 JEDA HUMOR 2
“Ada yang Ramadhan khatam Al-Qur’an…
tapi khatamnya di grup WA:
‘BUKA BERSAMA DI MANA?’”
Ibnu Katsir رحمه الله berkata:
“Allah memuliakan Ramadhan karena Al-Qur’an diturunkan di dalamnya.”
Maka Ramadhan tanpa Al-Qur’an…
itu seperti handphone mahal tapi nggak ada sinyal.
2. Persiapan Ruhiah (Maknawiah)
Rasulullah ﷺ bersabda:
« إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ »
“Jika Ramadhan datang, pintu surga dibuka…”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadirin…
Kalau pintu surga dibuka
tapi kita malas masuk
itu bukan salah Ramadhannya…
😄 JEDA HUMOR 3
“Setannya diikat,
tapi kenapa maksiat masih jalan?
Berarti…
yang liar itu bukan setan —
tapi nafsu kita sendiri.” 😄
Inilah saatnya:
- memperbaiki niat
- membersihkan hati
- minta ampun sebelum Ramadhan minta laporan
3. Persiapan Jasadiah (Fisik)
Allah berfirman:
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا
“Makan dan minumlah, jangan berlebihan.”
(QS. Al-A’raf: 31)
Ramadhan bukan lomba balas dendam makanan.
😄 JEDA HUMOR 4
“Siang puasa kuat,
malamnya: kolak, gorengan, es, nasi, mie, dessert…
akhirnya tarawih 2 rakaat:
‘Ustadz, kipas dong…’” 😆
4. Persiapan Maaliah (Harta)
Rasulullah ﷺ adalah paling dermawan di Ramadhan.
Hadirin…
Kalau Allah masih kasih kita rezeki
jangan tunggu kaya untuk berbagi
karena sedekah tidak menunggu sisa
🟢 BAGIAN 2 — PENGOKOHAN DIRI SEORANG MUKMIN
1. Kokoh Ruhiah
Allah berfirman:
قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا
“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya.”
(QS. Asy-Syams: 9)
Ramadhan itu bukan sekadar menahan makan
tapi menahan amarah, menahan ego, menahan lisan
😄 JEDA HUMOR 5
“Puasa tapi galak,
itu bukan puasa…
itu cuma lapar!” 😄
2. Kokoh Fikriah
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ
“Maka ketahuilah, tidak ada Tuhan selain Allah.”
(QS. Muhammad: 19)
Ilmu dulu, amal kemudian.
Ramadhan tanpa ilmu
itu seperti jalan malam tanpa lampu.
3. Kokoh Sulukiah (Perilaku)
Rasulullah ﷺ bersabda:
« فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ »
“Jangan berkata kotor dan jangan marah.”
(HR. Bukhari)
Ramadhan itu latihan akhlak,
bukan sekadar latihan lapar.
🟢 BAGIAN 3 — PENGOKOHAN SOSIAL
Islam tidak hanya mengajarkan saleh pribadi
tapi saleh sosial.
Rasulullah ﷺ bersabda:
« خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ »
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat.”
Ramadhan harus membuat kita:
- lebih lembut
- lebih peduli
- lebih ringan tangan membantu
🟢 BAGIAN 4 — KIAT SUKSES RAMADHAN
1️⃣ Persepsi yang benar
Ramadhan bukan beban — ia hadiah
2️⃣ Husnul Ada’
Ibadah dengan kualitas dan kehadiran hati
3️⃣ Ihtisab & Evaluasi
Setiap malam bertanya:
“Ya Allah, hari ini aku mendekat… atau hanya menahan lapar?”
🤲 DOA PENUTUP
Ya Allah…
jika Ramadhan ini adalah Ramadhan terakhir kami…
maka jangan Engkau jadikan kami sebagai orang yang lalai…
Ya Allah…
betapa sering kami berjanji
tapi lupa
betapa sering kami menangis
tapi tidak berubah…
Ya Allah…
kami datang membawa dosa
bukan prestasi
kami datang membawa air mata
bukan kebanggaan…
Ya Allah…
jangan Engkau tolak kami hanya karena buruknya masa lalu kami
karena Engkau adalah Tuhan yang membuka masa depan…
Ya Allah…
ampuni dosa orang tua kami
yang telah mendahului kami
yang masih bersama kami
yang telah lelah membesarkan kami…
Ya Allah…
jika selama ini Ramadhan berlalu
dan kami tak berubah
maka Ramadhan ini…
ubah kami, ya Allah…
Jadikan puasa kami puasa orang beriman
jadikan Al-Qur’an sahabat kami
jadikan malam-malam Ramadhan
sebagai malam pengampunan…
Rabbana taqabbal minna…
innaka Antas Sami’ul ‘Alim
wa tub ‘alaina…
innaka Antat Tawwabur Rahim.
وصلى الله على نبينا محمد
وعلى آله وصحبه أجمعين
والحمد لله رب العالمين.
Post a Comment