Mendidik Anak di Akhir Zaman, Menyelamatkan Pemuda, dan Menjadi Pemimpin Beriman
“Mendidik Anak di Akhir Zaman, Menyelamatkan Pemuda, dan Menjadi Pemimpin Beriman”
PEMBUKAAN
Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh…
Alhamdulillāh…
Segala puji bagi Allah…
Tuhan yang Maha Mengetahui isi dada…
Tuhan yang Maha Menyaksikan air mata orang tua di malam hari…
Tuhan yang Maha Mengerti gelisahnya para pemuda…
dan Tuhan yang Maha Adil terhadap para pemimpin..
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ…
yang menangis memikirkan umatnya…
yang bersabda tentang zaman rusak yang akan kita hadapi hari ini…
يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ
“Akan datang suatu zaman, orang yang memegang agamanya seperti menggenggam bara api.”
(HR. Tirmidzi)
Saudaraku…
Bukankah itu zaman kita?
Zaman anak-anak kita…
Zaman pemuda kita…
Zaman kepemimpinan kita…
BAGIAN I — PARENTING: ANAK BISA JADI UJIAN ATAU RAHMAT
Allah menceritakan dalam Al-Kahfi…
tentang seorang anak…
yang secara lahir tampak polos…
namun di sisi Allah…
masa depannya adalah kerusakan iman orang tuanya.
فَأَرَدْنَا أَنْ يُبْدِلَهُمَا رَبُّهُمَا خَيْرًا مِنْهُ زَكَاةً وَأَقْرَبَ رُحْمًا
“Kami ingin Rabb mereka mengganti dengan anak yang lebih baik dan lebih berbakti.”
(QS. Al-Kahfi: 81)
Wahai orang tua…
Tidak semua anak yang hidup lama itu rahmat…
Dan tidak semua kehilangan itu azab…
Kadang…
Allah mengambil
karena Allah melindungi.
Berapa banyak orang tua hari ini…
yang anaknya hidup…
tapi shalatnya mati…
adabnya mati…
imannya mati…
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Wahai orang-orang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”
(QS. At-Tahrim: 6)
Parenting bukan hanya memberi makan…
tapi menyelamatkan iman.
BAGIAN II — PEMUDA: ANTARA ILMU DAN KESOMBONGAN
Pemuda…
adalah energi umat…
tapi juga pintu fitnah terbesar akhir zaman.
Nabi Musa saja…
seorang nabi ulul ‘azmi…
pernah ditegur Allah…
karena merasa paling berilmu…
Lalu Allah pertemukan dengan Khidir.
قَالَ لَهُ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ
“Bolehkah aku mengikutimu?”
(QS. Al-Kahfi: 66)
Ilmu tidak menyelamatkan…
jika tidak melahirkan tawadhu.
Hari ini…
pemuda tahu segalanya…
Google… AI… media sosial…
tapi tidak tahu adab.
Khidir berkata:
إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا
“Engkau tidak akan sanggup bersabar bersamaku.”
(QS. Al-Kahfi: 67)
Pemuda hari ini…
cepat menilai…
cepat mencela…
cepat menyalahkan…
tapi tidak sabar belajar.
BAGIAN III — AKHIR ZAMAN: KERUSAKAN BESAR DARI GENERASI LALAI
Saudaraku…
Ya’juj dan Ma’juj…
bukan sekadar makhluk…
tapi simbol kerusakan massal.
وَيَفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ
“Mereka membuat kerusakan di bumi.”
(QS. Al-Kahfi: 94)
Kerusakan hari ini…
bukan hanya senjata…
tapi pikiran…
akhlak…
iman…
Nabi ﷺ bersabda:
إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ… ظُهُورَ الْجَهْلِ
“Di antara tanda kiamat adalah merebaknya kebodohan.”
(HR. Bukhari)
Banyak sekolah…
banyak gelar…
tapi sedikit hikmah.
BAGIAN IV — KEPEMIMPINAN: KUAT TANPA SOMBONG
Dzulqarnain…
punya kekuasaan…
punya teknologi…
punya pasukan…
tapi berkata:
مَا مَكَّنِّي فِيهِ رَبِّي خَيْرٌ
“Apa yang Rabbku berikan lebih baik.”
(QS. Al-Kahfi: 95)
Pemimpin beriman…
tidak menjual amanah…
tidak menyombongkan jabatan…
Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ
“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban.”
(HR. Bukhari Muslim)
Ayah adalah pemimpin…
ibu adalah pemimpin…
guru adalah pemimpin…
pemuda atas dirinya sendiri adalah pemimpin…
PENUTUP
Saudaraku…
Jika anak-anak kita rusak…
pemuda kita hilang arah…
pemimpin kita sombong…
bukan karena Allah lalai…
tapi karena kita lupa peran.
Maka mari kita kembali…
kepada Al-Kahfi…
kepada iman…
kepada doa…
DOA
اللهم…
Ya Allah…
kami menutup majelis ini…
dengan hati yang berat oleh dosa…
dan jiwa yang tak pantas berharap kecuali kepada-Mu…
Ya Allah…
jika hari ini kami berdiri di hadapan-Mu…
bukan karena kami suci…
tapi karena kami butuh ampunan-Mu…
اللهم اغفر لنا ذنوبنا كلها…
Ya Allah…
ampuni dosa kami semuanya…
yang kami ingat…
yang kami lupa…
yang kami lakukan terang-terangan…
dan yang kami sembunyikan rapat-rapat…
Ya Allah…
betapa sering lisan kami menyebut nama-Mu…
tapi hati kami lalai dari-Mu…
Ya Allah…
kami menangis malam ini…
bukan karena dunia kami kurang…
tapi karena iman kami rapuh…
اللهم يا مقلب القلوب… ثبت قلوبنا على دينك…
Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati…
teguhkan hati kami di atas agama-Mu…
Ya Allah…
kami titipkan anak-anak kami kepada-Mu…
di zaman yang kejam…
di zaman yang memudahkan maksiat…
dan mempersulit ketaatan…
Ya Allah…
jika kami gagal menjaga mereka…
jangan Engkau biarkan setan yang membesarkan mereka…
اللهم أصلح أبناءنا وبناتنا…
Ya Allah…
perbaiki anak-anak kami…
jangan jadikan mereka penyesalan kami di akhirat…
Ya Allah…
kami menangisi pemuda-pemuda kami…
yang kuat raganya…
tapi lemah imannya…
Ada pemuda yang ingin taat…
tapi sendirian…
ada pemuda yang ingin hijrah…
tapi ditertawakan…
ada pemuda yang ingin shalat…
tapi hatinya berat…
اللهم خذ بأيدي شبابنا إليك أخذًا جميلًا…
Ya Allah…
genggam tangan pemuda kami menuju-Mu dengan genggaman yang lembut…
Ya Allah…
jangan Engkau uji mereka dengan iman yang mereka tak sanggup menanggungnya…
jangan Engkau serahkan mereka pada dunia yang menipu…
Ya Allah…
jika hari ini mereka jatuh…
jangan Engkau biarkan mereka mati sebelum bangkit…
Ya Allah…
kami hidup di akhir zaman…
zaman ketika kebatilan dipuji…
dan kebenaran dianggap asing...
Nabi-Mu berkata…
orang yang berpegang pada agama
seperti menggenggam bara api…
Ya Allah…
jangan lepaskan genggaman kami…
meski tangan kami melepuh…
Ya Allah…
jika kami Engkau beri amanah kepemimpinan…
di rumah…
di sekolah…
di masyarakat…
atau di negeri ini…
اللهم لا تجعلنا قادةً ينسونك…
Ya Allah…
jangan jadikan kami pemimpin yang melupakan-Mu…
jangan jadikan kami pemimpin yang zalim tanpa sadar…
Ya Allah…
bersihkan hati kami dari kesombongan…
kesombongan ilmu…
kesombongan jabatan…
kesombongan merasa paling benar…
Ajarkan kami adab seperti Musa belajar pada Khidir…
ajarkan kami sabar menerima takdir-Mu…
Ya Allah…
jika hari ini Engkau tak langsung mengabulkan doa kami…
kami ridha…
asal Engkau jangan murka…
اللهم لا تردنا خائبين…
Ya Allah…
jangan pulangkan kami dengan tangan kosong…
Ya Allah…
terimalah air mata ini…
sebab ia lebih jujur daripada lisan kami…
Jika kami lemah…
jadilah kekuatan kami…
jika kami sesat…
jadilah penunjuk jalan kami…
Ya Allah…
akhiri hidup kami
dengan husnul khatimah…
kumpulkan kami
bersama Nabi-Mu ﷺ…
bersama orang-orang yang Engkau cintai...
وصلى الله على سيدنا محمد…
وعلى آله وصحبه أجمعين…
والحمد لله رب العالمين…
Post a Comment