Rahmat di Balik Takdir, Kekuasaan dalam Iman, dan Isyarat Akhir Zaman
“Rahmat di Balik Takdir, Kekuasaan dalam Iman, dan Isyarat Akhir Zaman”
I. PENUTUP KISAH MUSA–KHIDIR: RAHMAT DI BALIK KEHILANGAN (Ayat 81–82)
1. Anak yang Diganti dengan Kebaikan
Firman Allah:
فَأَرَدْنَا أَنْ يُبْدِلَهُمَا رَبُّهُمَا خَيْرًا مِنْهُ زَكَاةً وَأَقْرَبَ رُحْمًا
(QS. Al-Kahfi: 81)“Dan Kami menghendaki agar Rabb mereka menggantinya dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dan lebih dekat kasih sayangnya.”
Makna Tafsir (Jalalain):
- Anak tersebut akan tumbuh kafir dan menyesatkan orang tuanya
- Allah mengambil lebih awal demi menyelamatkan iman keluarga
- Allah mengganti dengan keturunan yang lebih baik, bahkan melahirkan nabi
Ulasan Ulama:
- Ibnu Katsir:
“Dalam ayat ini terdapat dalil bahwa musibah bisa menjadi bentuk kasih sayang Allah terhadap iman hamba-Nya.”
- Al-Qurthubi:
“Tidak setiap kehilangan adalah hukuman, sebagian adalah perlindungan.”
Hadis Pendukung:
إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ
(HR. Tirmidzi)“Apabila Allah mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka.”
2. Dinding Orang Saleh dan Warisan untuk Anak Yatim
Firman Allah:
وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنْزٌ لَهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا
(QS. Al-Kahfi: 82)“Adapun dinding itu adalah milik dua anak yatim, dan di bawahnya ada harta simpanan, dan ayah mereka adalah orang saleh.”
Makna Penting:
- Kesalehan orang tua menjaga anak-anaknya
- Allah menjaga harta anak yatim karena amal ayahnya
Komentar Ulama:
- Ibnu ‘Abbas:
“Allah menjaga keturunan orang saleh hingga tujuh generasi.”
- Imam Asy-Syafi’i:
“Aku menjaga salat malamku karena takut anakku kelak ditelantarkan.”
3. Semua Perbuatan Khidir Adalah Perintah Allah
Firman Allah:
وَمَا فَعَلْتُهُ عَنْ أَمْرِي
(QS. Al-Kahfi: 82)“Dan aku tidak melakukannya menurut kemauanku sendiri.”
Pelajaran Akidah:
- Takdir Allah berjalan dengan hikmah
- Ada rahmat di balik sesuatu yang tampak zalim
II. KISAH DZULQARNAIN: KEKUASAAN YANG DITUNDUKKAN OLEH IMAN (Ayat 83–98)
1. Kekuasaan adalah Amanah
Firman Allah:
إِنَّا مَكَّنَّا لَهُ فِي الْأَرْضِ وَآتَيْنَاهُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ سَبَبًا
(QS. Al-Kahfi: 84)“Sesungguhnya Kami telah memberikan kekuasaan kepadanya di bumi dan Kami berikan kepadanya jalan untuk mencapai segala sesuatu.”
Makna:
- Dzulqarnain memiliki:
- kekuasaan
- ilmu
- strategi
- Tapi tidak sombong
Hadis Pendukung:
الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلَّا ذِكْرَ اللَّهِ
(HR. Tirmidzi)“Dunia itu terlaknat kecuali yang digunakan untuk mengingat Allah.”
2. Keadilan Penguasa Beriman
Firman Allah:
أَمَّا مَنْ ظَلَمَ فَسَوْفَ نُعَذِّبُهُ
(QS. Al-Kahfi: 87)“Adapun orang yang zalim, maka kami akan mengazabnya.”
وَأَمَّا مَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُ جَزَاءً الْحُسْنَىٰ
(QS. Al-Kahfi: 88)“Adapun yang beriman dan beramal saleh, baginya balasan terbaik.”
Prinsip Kepemimpinan Islam:
- Tegas terhadap kezaliman
- Lembut kepada orang beriman
3. Menolak Upah, Mengajak Gotong Royong
Firman Allah:
مَا مَكَّنِّي فِيهِ رَبِّي خَيْرٌ
(QS. Al-Kahfi: 95)“Apa yang telah dikuasakan Rabbku kepadaku lebih baik.”
Makna:
- Kekuasaan ≠ bisnis
- Amal besar harus ikhlas
Komentar Ibnu Katsir:
“Ini adalah contoh pemimpin yang tidak menjual agama.”
4. Tembok Ya’juj Ma’juj dan Isyarat Akhir Zaman
Firman Allah:
فَمَا اسْطَاعُوا أَنْ يَظْهَرُوهُ وَمَا اسْتَطَاعُوا لَهُ نَقْبًا
(QS. Al-Kahfi: 97)“Mereka tidak mampu memanjatnya dan tidak mampu melubanginya.”
Hadis Nabi ﷺ:
وَيْلٌ لِلْعَرَبِ مِنْ شَرٍّ قَدِ اقْتَرَبَ
(HR. Bukhari & Muslim)“Celakalah bangsa Arab, keburukan telah mendekat.”
Makna Akhir Zaman:
- Tembok akan hancur saat waktu Allah tiba
- Teknologi & kekuatan manusia tak bisa melawan takdir
III. PENUTUP SURAH: HARI KIAMAT DAN NERAKA (Ayat 99–100)
Firman Allah:
وَعَرَضْنَا جَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لِلْكَافِرِينَ عَرْضًا
(QS. Al-Kahfi: 100)“Dan Kami tampakkan Jahannam pada hari itu dengan jelas bagi orang-orang kafir.”
Pelajaran Akhir:
- Ilmu tanpa iman → kesesatan
- Kekuasaan tanpa tauhid → kehancuran
- Dunia tanpa akhirat → penyesalan
KESIMPULAN
- Takdir Allah selalu berisi rahmat
- Kesalehan orang tua menyelamatkan keturunan
- Ilmu harus melahirkan tawadhu
- Kekuasaan harus tunduk pada iman
- Akhir zaman pasti datang
Post a Comment