Menjaga Kehormatan, Membersihkan Lisan, dan Menyelamatkan Iman

“Menjaga Kehormatan, Membersihkan Lisan, dan Menyelamatkan Iman”


🌟 PENDAHULUAN (±10 MENIT)

Jamaah rahimakumullah…

Surah An-Nūr bukan surah ringan.
Ini surah kehormatan.
Surah akhlak publik.
Surah yang menjaga rumah tangga, lisan, dan pikiran.

Allah membuka surah ini dengan kalimat yang tidak pernah Allah pakai di surah lain:

📖 QS An-Nūr: 1

سُورَةٌ أَنْزَلْنَاهَا وَفَرَضْنَاهَا
“Ini adalah satu surah yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (hukum-hukumnya).”

🔎 Ulama tafsir (Al-Qurṭubī, Tafsīr al-Jāmi‘) berkata:

“Tidak ada surah lain yang Allah awali dengan penegasan ‘Kami wajibkan’ selain An-Nūr, karena bahayanya jika dilanggar.”

(Humor ringan)
Surah lain Allah bilang “Kami turunkan”.
Surah ini Allah bilang “Kami turunkan DAN Kami wajibkan.”
Ini kayak surat tilang langit 😄


⚖️ BAGIAN 1: ZINA BUKAN DOSA PRIBADI (AYAT 2–3)

📖 QS An-Nūr: 2

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ

“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, deralah masing-masing seratus kali dera…”

📌 Catatan Ulama

  • Ini untuk ghairu muḥṣan (belum menikah)
  • Yang sudah menikah → rajam (berdasarkan Sunnah)

📚 Rujukan:

  • Shahih Muslim, Bab Rajam
  • Tafsir Ibn Katsīr

🧠 Hikmah hukuman terbuka

  • Agar zina tidak dianggap biasa
  • Agar masyarakat tak permisif

(Humor reflektif)
Sekarang zina disembunyikan,
tapi pacaran diumumkan 😄
Padahal dulu, pacaran malu… zina takut.


🗣️ BAGIAN 2: DOSA LISAN LEBIH TAJAM DARI PEDANG (AYAT 4–5)

📖 QS An-Nūr: 4

وَالَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَأْتُوا بِأَرْبَعَةِ شُهَدَاءَ فَاجْلِدُوهُمْ ثَمَانِينَ جَلْدَةً

“Orang-orang yang menuduh wanita baik-baik berzina, lalu tidak membawa empat saksi, maka deralah mereka 80 kali.”

📌 Ini namanya: Qadzaf (tuduhan zina)

📚 Imam Nawawī رحمه الله (Syarḥ Shahih Muslim):

“Qadzaf termasuk dosa besar karena merusak kehormatan dan keturunan.”

(Humor pahit)
Di WhatsApp:
“Katanya si Fulan gitu…”
Padahal saksi cuma:
📱 “katanya grup sebelah” 😄


🏠 BAGIAN 3: KEADILAN DALAM RUMAH TANGGA (LI‘ĀN) AYAT 6–10

Allah Maha Adil.
Suami menuduh istri tanpa saksi → li‘ān, bukan main hakim sendiri.

📖 QS An-Nūr: 6

وَالَّذِينَ يَرْمُونَ أَزْوَاجَهُمْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُمْ شُهَدَاءُ إِلَّا أَنْفُسُهُمْ

📚 Ibnu Katsīr:

“Li‘ān adalah rahmat Allah agar rumah tangga tidak hancur oleh prasangka.”

(Humor lembut)
Islam itu adil.
Masalah rumah tangga bukan bahan status WA 😄


🌪️ BAGIAN 4: FITNAH TERBESAR SEPANJANG SEJARAH (AYAT 11–20)

FITNAH TERHADAP SAYYIDAH ‘ĀISYAH r.a.

📖 QS An-Nūr: 11

إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ

“Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kalian juga.”

📌 Fitnah ini:

  • Menimpa istri Nabi
  • Dibicarakan satu Madinah
  • Allah turunkan 10 ayat sekaligus untuk membela

📚 Rujukan Kisah Lengkap:

  • Shahih Bukhari & Muslim
  • Tafsir Ibn Katsir, QS An-Nūr

📖 QS An-Nūr: 15

إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ
“Kalian menerimanya dari mulut ke mulut…”

📌 Ini ayat tentang gosip berantai.

(Humor relevan)
Dulu mulut ke mulut.
Sekarang:
➡️ jempol ke jempol 😄

Allah bilang:

وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ
“Kalian anggap ringan, padahal di sisi Allah besar.”


🛑 BAGIAN 5: BUKAN SEMUA YANG VIRAL ITU BENAR (AYAT 19)

📖 QS An-Nūr: 19

إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ

“Orang-orang yang senang tersebarnya perbuatan keji di tengah orang beriman…”

📚 Al-Qurṭubī:

“Termasuk dosa ini adalah menikmati penyebaran aib walau tidak melakukannya.”

(Humor tajam)
Ada yang bilang:
“Saya cuma baca, nggak nyebar.”
Padahal baca itu…
support penonton 😄


🤲 PENUTUP NASIHAT

Jamaah…

Surah An-Nūr mengajarkan:

  • Jaga mata
  • Jaga lisan
  • Jaga prasangka
  • Jaga kehormatan orang lain

Rasulullah ﷺ bersabda:

📜 Hadis

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam.”
(HR. Bukhari & Muslim)


😄 HUMOR PENUTUP 

Kalau nggak tahu ceritanya → diam itu emas
Kalau tahu tapi nggak yakin → diam itu iman
Kalau yakin tapi nggak perlu → diam itu keselamatan


📚 DAFTAR RUJUKAN ULAMA

  • Tafsir Ibn Katsīr
  • Tafsir Al-Qurṭubī
  • Tafsir Al-Baghawī
  • Shahih Bukhari
  • Shahih Muslim
  • Syarḥ Shahih Muslim – Imam Nawawī


Tidak ada komentar