Dari Logika yang Diakui, hingga Penyesalan yang Tak Bisa Diulang
“Dari Logika yang Diakui, hingga Penyesalan yang Tak Bisa Diulang”
PEMBUKAAN
Jamaah rahimakumullah…
Ada satu kalimat yang paling sering diucapkan manusia sepanjang sejarah:
“Ah… itu cuma cerita orang dulu.”
Kalimat ini bukan hanya diucapkan orang Quraisy.
Kalimat ini hidup sampai hari ini.
Tentang kebangkitan…
tentang hisab…
tentang neraka…
Allah berfirman:
إِنْ هَٰذَا إِلَّا قَوْلُ الْأَوَّلِينَ
“Ini hanyalah perkataan orang-orang dahulu.”
(QS Al-Mu’minūn: 81)
Padahal…
yang mengucapkan kalimat itu,
mati satu per satu.
BAGIAN 1 — SYUBHAT PALING TUA: “MASAK BISA HIDUP LAGI?”
Allah mengulang ucapan mereka:
أَئِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًا أَئِنَّا لَمَبْعُوثُونَ
“Apakah jika kami telah mati dan menjadi tanah dan tulang-belulang, kami akan dibangkitkan?”
(QS 23:82)
Mereka tidak bilang: “Allah tidak ada.”
Mereka bilang: “Kami tidak yakin akan kembali.”
👉 Masalahnya bukan iman kepada Allah…
👉 tapi takut bertemu Allah.
Ibnu Katsir رحمه الله berkata dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim:
“Mereka mengakui Pencipta, tapi menolak perhitungan.”
(humor reflektif)
Banyak orang percaya kamera CCTV,
tapi tidak percaya Malaikat Raqib dan Atid 😄
BAGIAN 2 — LOGIKA TAUHID YANG TAK TERBANTAHKAN
Allah mengajari Nabi ﷺ berdialog dengan logika sederhana.
قُلْ لِمَنِ الْأَرْضُ وَمَنْ فِيهَا
“Katakan: milik siapa bumi dan isinya?”
(QS 23:84)
Jawaban mereka?
سَيَقُولُونَ لِلَّهِ
“Mereka akan menjawab: milik Allah.”
(QS 23:85)
Allah tidak bantah jawaban mereka.
Allah hanya bertanya:
أَفَلَا تَذَكَّرُونَ
“Tidakkah kalian berpikir?”
Kalau Allah mampu menciptakan pertama kali…
mengapa menghidupkan kembali dianggap mustahil?
Al-Qurthubi رحمه الله berkata:
“Mengulang ciptaan lebih mudah daripada memulai.”
(humor logika)
Kalau bangun rumah bisa,
masa renovasi tidak bisa? 😄
BAGIAN 3 — TAUHID MURNI: ANDAI ADA TUHAN LEBIH DARI SATU
Allah berfirman:
مَا اتَّخَذَ اللَّهُ مِنْ وَلَدٍ وَمَا كَانَ مَعَهُ مِنْ إِلَٰهٍ
“Allah tidak punya anak dan tidak ada tuhan lain bersama-Nya.”
(QS 23:91)
Lalu Allah beri logika:
لَذَهَبَ كُلُّ إِلَٰهٍ بِمَا خَلَقَ
“Setiap tuhan akan membawa ciptaannya sendiri.”
Ibnu Katsir berkata:
“Alam ini rapi karena Rabb-nya satu.”
(humor cerdas)
Satu kampung dua kepala desa saja ribut,
apalagi alam semesta dua Tuhan 😄
BAGIAN 4 — AKHLAK NABI: MENAHAN DIRI SEBELUM PERANG
Allah belum perintahkan perang, tapi perintahkan akhlak:
ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
“Tolak keburukan dengan cara yang lebih baik.”
(QS 23:96)
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا
“Allah tidak menambah seorang hamba dengan memaafkan kecuali kemuliaan.”
(HR. Muslim)
(humor ringan)
Kadang yang bikin emosi itu bukan orangnya…
tapi setan yang update status di hati kita 😄
BAGIAN 5 — MOMEN PALING MENAKUTKAN: MINTA KEMBALI KE DUNIA
Allah menggambarkan detik terakhir:
حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ
“Ketika kematian datang kepada salah satu dari mereka…”
(QS 23:99)
قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ
“Ya Rabbku, kembalikan aku…”
Bukan minta kaya…
bukan minta sehat…
tapi minta satu kesempatan saja.
Jawaban Allah?
كَلَّا
“Tidak!”
Ibnu Katsir berkata:
“Ini kalimat paling sering diucapkan orang mati, dan paling sering ditolak.”
Jamaah…
hari ini kita masih bisa sujud.
besok?
belum tentu.
Jamaah…
orang Quraisy itu pintar.
Mereka tahu bumi milik Allah,
langit milik Allah,
hidup mati di tangan Allah.
Masalahnya cuma satu:
mereka tidak mau bertanggung jawab.
Mirip sekarang 😄
Percaya neraka…
tapi berharap masuk jalur undangan.
Percaya akhirat…
tapi amalnya sistem SKS: Sistem Kebut Semalam.
Lucunya,
kalau mati HP → panik.
Kalau mati iman → santai 😄
Allah bilang:
“Kalau kamu tahu semua milik Allah,
kok bisa nyembah selain Allah?”
Itu kayak bilang:
“Ini rumah ayah saya…
tapi saya nurut tetangga.”
PENUTUP
اللهم يا الله…
Kami masih hidup…
tapi sering lupa untuk bersiap mati…
Ya Allah…
jangan jadikan kami termasuk orang
yang baru sadar ketika berkata:
رَبِّ ارْجِعُونِ
Ya Allah…
selama pintu taubat masih terbuka,
jangan Engkau tutup hati kami…
Ya Allah…
jangan biarkan kami menunda amal,
jangan biarkan kami menunda taubat…
Ya Allah…
jika hari ini adalah kesempatan,
jadikan kami orang yang memanfaatkannya…
ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا
ولا تجعل الدنيا أكبر همنا
وصلى الله على نبينا محمد
وعلى آله وصحبه أجمعين
آمين… آمين… آمين…
Post a Comment