Nikmat, Dakwah, Penolakan, dan Akhir Kesombongan
“Nikmat, Dakwah, Penolakan, dan Akhir Kesombongan”
🌿 I. NIKMAT ALLAH DALAM HEWAN TERNAK (Ayat 21–22)
📖 Ayat 21
وَإِنَّ لَكُمْ فِي الْأَنْعَامِ لَعِبْرَةً ۖ نُّسْقِيكُم مِّمَّا فِي بُطُونِهَا وَلَكُمْ فِيهَا مَنَافِعُ كَثِيرَةٌ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ
“Dan sungguh, pada hewan ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kalian. Kami memberi kalian minum dari apa yang ada dalam perutnya, dan pada hewan itu terdapat banyak manfaat bagi kalian, dan sebagian darinya kalian makan.”
🧠 Tadabbur:
- Susu keluar dari antara darah dan kotoran → suci & bergizi
- Manfaat berlapis: minum, makan, pakaian, alat transportasi
📌 Imam Ibnu Katsir:
“Ini dalil keesaan Allah melalui nikmat yang paling dekat dengan manusia.”
📚 Tafsir Ibnu Katsir
📖 QS. An-Nahl: 66
نُّسْقِيكُم مِّمَّا فِي بُطُونِهِ
“…Kami memberi kalian minum dari apa yang ada dalam perutnya…”
😄 Humor reflektif:
Susu itu murni,
padahal lewat perut sapi.
Hati manusia seharusnya bisa bersih…
padahal tidak lewat sapi.
📖 Ayat 22
وَعَلَيْهَا وَعَلَى الْفُلْكِ تُحْمَلُونَ
“Dan di atas punggung hewan ternak itu dan di atas kapal kalian diangkut.”
📌 Al-Qurthubi:
“Unta disebut karena paling agung manfaatnya bagi Arab.”
📚 Tafsir Al-Qurthubi
😄 Humor kontekstual:
Dulu naik unta sabar,
sekarang naik motor…
yang sabarnya sering habis.
🌊 II. DAKWAH NABI NUH: TAUHID & UJIAN (Ayat 23–30)
📖 Ayat 23
اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ
“Sembahlah Allah, tidak ada Tuhan bagi kalian selain Dia.”
📌 Imam Ath-Thabari:
“Seluruh dakwah para nabi bermuara pada tauhid.”
📚 Jami’ Al-Bayan
📖 Hadis: حَقُّ اللَّهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوهُ وَلَا يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا
“Hak Allah atas hamba-Nya adalah mereka menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya.”
📚 HR. Bukhari & Muslim
📖 Ayat 24–25: POLA PENOLAKAN DAKWAH
“Dia hanya manusia seperti kalian…”
“Kalau Allah mau, pasti kirim malaikat…”
“Dia orang gila…”
📌 Ibnu Qayyim:
“Menyerang pribadi adalah tanda kalahnya hujjah.”
📚 Ighatsatul Lahfan
😄 Humor tajam tapi aman:
Kalau tidak bisa membantah isi dakwah,
biasanya yang diserang…
ustaznya.
📖 Ayat 26–27: DOA & PERINTAH MEMBUAT BAHTERA
فَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِ أَنِ اصْنَعِ الْفُلْكَ
📌 Fakhruddin Ar-Razi:
“Pertolongan Allah datang setelah kesabaran panjang.”
📚 Tafsir Al-Kabir
📖 Hadis: وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ
“Ketahuilah, pertolongan itu bersama kesabaran.”
📚 HR. Tirmidzi
😄 Humor ringan:
Nuh membuat kapal di daratan…
orang beriman: yakin
orang kafir: “Kayaknya tukang kayu salah tempat.”
📖 Ayat 28–29: SYUKUR SETELAH SELAMAT
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي نَجَّانَا
📌 Al-Ghazali:
“Syukur menjaga nikmat agar tidak dicabut.”
📚 Ihya’ Ulumiddin
😄 Humor reflektif:
Kita sering doa waktu susah,
lupa doa saat selamat.
🌪️ III. KAUM ‘AD & PENYAKIT KESOMBONGAN (Ayat 31–38)
📖 Ayat 33–34
“Dia makan dan minum seperti kalian…”
📌 Ibnu Katsir:
“Kesombongan lahir dari merasa lebih.”
📚 Tafsir Ibnu Katsir
📖 QS. Al-A’raf: 146
“Aku akan memalingkan orang-orang sombong dari ayat-Ku.”
😄 Humor menyentil:
Masalahnya bukan Hud manusia,
tapi ego mereka yang merasa setengah dewa.
📖 Ayat 35–38: MENOLAK AKHIRAT
“Apakah setelah jadi tanah kita dibangkitkan?”
📌 Imam Asy-Syaukani:
“Mengingkari akhirat melahirkan kebebasan tanpa batas.”
📚 Fathul Qadir
📖 Hadis:
الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ
“Orang cerdas adalah yang mempersiapkan diri untuk setelah mati.”
📚 HR. Tirmidzi
😄 Humor reflektif:
Kalau mati tidak dibangkitkan,
ngapain repot-repot adil?
⏳ IV. DOA NABI & PENYESALAN TERLAMBAT (Ayat 39–40)
📖 Ayat 39
رَبِّ انصُرْنِي بِمَا كَذَّبُونِ
“Ya Rabbku, tolonglah aku karena mereka mendustakanku.”
📌 Ibnu Taimiyah:
“Doa orang terzalimi tidak tertolak.”
📚 Majmu’ Fatawa
📖 Hadis: اتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ
“Takutlah doa orang yang dizalimi.”
📚 HR. Bukhari
📖 Ayat 40
عَمَّا قَلِيلٍ لَّيُصْبِحُنَّ نَادِمِينَ
“Sebentar lagi mereka akan menjadi orang-orang yang menyesal.”
📌 Al-Qurthubi:
“Penyesalan setelah azab tidak lagi bermanfaat.”
📚 Tafsir Al-Qurthubi
😄 Humor pahit:
Penyesalan paling mahal…
datangnya setelah kesempatan habis.
🌺 PENUTUP HIKMAH
QS. Al-Mu’minūn 21–40 mengajarkan:
- Nikmat → harus melahirkan syukur
- Dakwah → pasti diuji
- Kesombongan → jalan kehancuran
- Akhirat → kunci makna hidup
📖 QS. Al-Mu’minūn: 115
“Apakah kalian mengira Kami menciptakan kalian main-main?”
Post a Comment