Nikmat yang Dilupakan, Azab yang Diolok, Iman yang Terlambat

“Nikmat yang Dilupakan, Azab yang Diolok, Iman yang Terlambat”

Tadabbur QS Ghāfir: 61–85


I. ALLAH YANG MENGATUR SIKLUS HIDUP MANUSIA (Ayat 61–65)

📖 QS Ghāfir: 61

اللَّهُ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَالنَّهَارَ مُبْصِرًا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ

Artinya:
Allahlah yang menjadikan malam untuk kalian agar kalian beristirahat padanya, dan menjadikan siang terang-benderang. Sungguh Allah benar-benar memiliki karunia atas manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.

🧠 Ulasan Ulama

📚 Tafsīr al-Qurṭubī
Kata “مبصرًا” (melihat) adalah majaz, maksudnya siang menjadi sebab manusia bisa melihat dan bekerja.

📚 Ibn ‘Āsyūr – At-Taḥrīr wa at-Tanwīr
Pergantian malam–siang adalah dalil tauhid rubūbiyyah: hanya Allah yang mampu mengatur ritme kehidupan.

🎙️ Aplikasi Mimbar

Hadirin…
Malam itu gratis,
siang itu gratis,
oksigen gratis,
mata gratis

Yang mahal cuma rumah sakit,
karena nikmat gratis sering dipakai tanpa syukur.

(humor ringan)
Kalau Wi-Fi mati 5 menit, kita protes.
Kalau jantung berdetak 50 tahun… kita lupa bilang Alhamdulillah.


📖 QS Ghāfir: 62–65 (Ringkas Makna)

ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ
Itulah Allah Rabb kalian, Pencipta segala sesuatu…

هُوَ الْحَيُّ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ

📌 Hadis Pendukung

«أَفْضَلُ الذِّكْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ»
“Dzikir paling utama adalah Laa ilaaha illallah.”
(HR. Tirmidzi)

📚 Ibn Rajab al-Ḥanbalī – Jāmi‘ al-‘Ulūm
Tauhid bukan hanya ucapan, tapi pemurnian ketergantungan hati.


II. PROSES HIDUP MANUSIA & KESOMBONGAN YANG LUPA ASAL (Ayat 66–68)

📖 QS Ghāfir: 67

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ…

Artinya ringkas:
Allah menciptakan manusia dari tanah → mani → segumpal darah → bayi → dewasa → tua → wafat.

🧠 Tafsīr Ibn Kathīr

Ayat ini meruntuhkan kesombongan manusia yang lupa asal-usulnya.

Hadirin…
Asalnya tanah,
isinya darah,
akhirnya bangkai

Tapi sombongnya kadang melebihi Fir‘aun.

Kalau sedang marah, ingat…
kita ini dulu cuma air yang ditutup kain.


III. PERDEBATAN AYAT ALLAH & AKHIR KESOMBONGAN 

📖 QS Ghāfir: 71–72

إِذِ الْأَغْلَالُ فِي أَعْنَاقِهِمْ وَالسَّلَاسِلُ يُسْحَبُونَ • فِي الْحَمِيمِ ثُمَّ فِي النَّارِ يُسْجَرُونَ

Artinya:
Ketika belenggu dipasang di leher mereka dan rantai-rantai menyeret mereka ke air mendidih, kemudian ke dalam api.

🧠 Tafsīr At-Ṭabarī

Ini azab jasmani dan ruhani, penghinaan total bagi orang yang sombong.

📌 Hadis Pendukung

«يُحْشَرُ الْمُتَكَبِّرُونَ أَمْثَالَ الذَّرِّ»
“Orang-orang sombong dikumpulkan seperti semut kecil.”
(HR. Tirmidzi – hasan)


IV. KEIMANAN YANG TERLAMBAT 

📖 QS Ghāfir: 84–85

فَلَمْ يَكُ يَنْفَعُهُمْ إِيمَانُهُمْ لَمَّا رَأَوْا بَأْسَنَا

Artinya:
Maka iman mereka tidak berguna ketika mereka telah melihat azab Kami.

🧠 Ijma‘ Ulama

📚 An-Nawawī – Syarḥ Muslim
Iman saat nyawa di tenggorokan tidak diterima.

📚 Ibn Taymiyyah – Majmū‘ Fatāwā
Taubat diterima selama belum datang sakaratul maut.

🎙️ Penegasan

Allah itu Maha Pengampun…
tapi bukan Maha Bisa Dipermainkan.


V. HUMOR PENUTUP (MENYENTAK TAPI AMAN)

Hadirin…
Setan itu sabar…
Dia tidak nyuruh kita kufur sekarang.

Dia bilang:

“Santai… nanti aja taubatnya.”

Masalahnya…
mati juga tidak pakai jadwal undangan.


📚 KITAB RUJUKAN UTAMA

  1. Tafsīr Ibn Kathīr
  2. Tafsīr al-Qurṭubī
  3. Jāmi‘ al-Bayān – At-Ṭabarī
  4. At-Taḥrīr wa at-Tanwīr – Ibn ‘Āsyūr
  5. Riyāḍuṣ Ṣāliḥīn – An-Nawawī
  6. Jāmi‘ al-‘Ulūm wal-Ḥikam – Ibn Rajab

🤲 DOA

اللهم لا تجعل إيماننا إيمانَ الاضطرار…
Ya Allah, jangan jadikan iman kami iman yang terlambat…



Tidak ada komentar