SAAT SEMUA MANUSIA MELEWATI API: AKU, KAMU, DAN AKHIR ZAMAN
“SAAT SEMUA MANUSIA MELEWATI API: AKU, KAMU, DAN AKHIR ZAMAN”
(Tadabbur Surah Maryam Ayat 61–80)
PEMBUKAAN
الحمدُ للهِ الَّذي لا يُخلِفُ الميعاد…
Segala puji bagi Allah…
Yang janji-Nya tidak pernah ingkar…
Yang ancaman-Nya tidak pernah dusta…
Shalawat dan salam…
untuk Nabi yang menangis bukan karena dunia…
tapi karena umatnya…
Saudaraku…
malam ini…
aku tidak berdiri sebagai orang yang paling saleh…
aku berdiri sebagai orang yang takut…
Takut…
karena ayat yang akan kita dengar…
bukan ayat hiburan…
tapi ayat perjalanan terakhir manusia…
Tentang surga…
dan tentang neraka…
yang setiap kita pasti mendatanginya…
BAGIAN I – SURGA YANG DIJANJIKAN, TANPA PERNAH DILIHAT
Allah berfirman:
جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدَ الرَّحْمَٰنُ عِبَادَهُ بِالْغَيْبِ
Surga ‘Adn…
tempat tinggal…
bukan singgah…
Allah menyebut satu syarat…
bil-ghaib…
Mereka beriman…
tanpa melihat…
tanpa bukti visual…
tanpa preview…
Saudaraku…
di akhir zaman…
semua ingin bukti cepat…
ingin hasil instan…
ingin iman yang terasa…
Padahal…
surga disiapkan…
untuk orang yang tetap taat meski tak merasa apa-apa…
Allah menegaskan:
إِنَّهُ كَانَ وَعْدُهُ مَأْتِيًّا
Janji itu… PASTI DATANG…
Bukan “kalau”…
bukan “mungkin”…
tapi pasti…
BAGIAN II – SUASANA SURGA: LIDAH YANG TAK PERNAH DISAKITI
لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا إِلَّا سَلَامًا
Di surga…
tidak ada sindiran…
tidak ada hinaan…
tidak ada komentar pedas…
tidak ada luka dari kata-kata…
Karena di dunia…
kita terlalu sering saling melukai…
dengan lisan…
Maka Allah siapkan tempat…
yang hanya ada SALAM…
BAGIAN III – ALLAH TIDAK PERNAH LUPA
وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيًّا
Wahyu terlambat…
doa lama belum dijawab…
ujian panjang…
bukan berarti Allah lupa…
Allah tidak lupa air mata malam kita…
Allah tidak lupa sabar yang tidak dipuji…
Allah tidak lupa dosa yang sudah kita sesali…
Yang sering lupa…
justru kita…
BAGIAN IV – KESOMBONGAN AKHIR ZAMAN
Manusia berkata:
أَإِذَا مَا مِتُّ لَسَوْفَ أُخْرَجُ حَيًّا
“Benarkah aku akan dibangkitkan?”
Hari ini…
bukan hanya mulut yang ingkar…
tapi gaya hidup…
Hidup seolah tak akan mati…
berdosa seolah tak akan dihisab…
pamer seolah tak akan ditanya…
Allah menjawab dengan satu logika sederhana:
وَلَمْ يَكُ شَيْئًا
Dulu kamu tidak ada apa-apa…
Kalau Allah bisa menciptakan dari tiada…
mengapa menghidupkan kembali dianggap mustahil?
BAGIAN V – ADEGAN AKHIR ZAMAN: SEMUA MELEWATI NERAKA
Allah bersumpah:
وَإِنْ مِنْكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا
Tidak satu pun…
tidak satu pun…
di antara kita…
kecuali akan mendatangi neraka…
Bayangkan…
aku…
kamu…
orang yang kita cintai…
berdiri…
di atas shirath…
di bawahnya…
api…
Sebagian melintas secepat kilat…
sebagian tergores…
sebagian jatuh…
Ya Allah…
di kelompok mana kami…
Lalu Allah berfirman:
ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوْا
Baru setelah itu…
Allah selamatkan orang bertakwa…
Artinya…
takwa bukan slogan…
tapi penentu keselamatan…
BAGIAN VI – TIPU DAYA KEMEWAHAN
Orang kafir berkata:
“Siapa yang lebih baik rumahnya?”
Hari ini…
rumah besar…
followers banyak…
jabatan tinggi…
Allah jawab:
berapa banyak umat sebelum kalian…
lebih mewah…
lebih indah…
tapi hilang tanpa bekas…
BAGIAN VII – DATANG SENDIRIAN
وَيَأْتِينَا فَرْدًا
Akhirnya…
kita datang…
sendiri…
Tanpa jabatan…
tanpa pengikut…
tanpa yang dibanggakan…
Yang ikut hanya…
shalat yang jujur…
taubat yang sungguh-sungguh…
amal yang ikhlas…
DOA
اللهم…
يا الله…
Jika hari ini…
kami masih berdosa…
itu bukan karena kami benci taat…
tapi karena iman kami lemah…
Ya Allah…
jangan Engkau kumpulkan kami…
dalam barisan orang yang sombong…
Jangan Engkau bangkitkan kami…
bersama setan-setan yang menyesatkan…
Selamatkan kami…
saat kaki-kaki tergelincir di atas shirath…
Ya Allah…
jika kami harus melewati api…
lewatkan kami dengan rahmat-Mu…
Jika kami pantas jatuh…
angkat kami dengan ampunan-Mu…
Ya Allah…
jangan jadikan dunia…
lebih besar dari akhirat di hati kami…
Jangan jadikan kami…
orang yang tahu ayat…
tapi lupa mati…
Ya Rabb…
kami pulang malam ini…
bukan dengan rasa bangga…
tapi dengan rasa takut…
Takut…
namun berharap…
Harap pada surga-Mu…
harap pada ampunan-Mu…
آمِينَ… آمِينَ… آمِينَ…
Post a Comment