AKHIR PERJALANAN MANUSIA: ANTARA SURGA YANG TENANG DAN NERAKA YANG PASTI DILEWATI

“AKHIR PERJALANAN MANUSIA: ANTARA SURGA YANG TENANG DAN NERAKA YANG PASTI DILEWATI”


I. SURGA ADN: JANJI YANG PASTI (Ayat 61–63)

1. Teks Ayat

جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدَ الرَّحْمَٰنُ عِبَادَهُ بِالْغَيْبِ ۚ إِنَّهُ كَانَ وَعْدُهُ مَأْتِيًّا
(Maryam: 61)

Artinya:
“(Yaitu) surga ‘Adn yang telah dijanjikan oleh Tuhan Yang Maha Pemurah kepada hamba-hamba-Nya, sekalipun surga itu tidak tampak. Sesungguhnya janji Allah itu pasti akan ditepati.”

2. Penjelasan Tafsir Jalalain

  • ‘Adn bermakna iqāmahtinggal menetap, bukan sekadar singgah.
  • Bil-ghaib: mereka beriman tanpa melihat surga, hanya berbekal janji Allah.
  • Ma’tiyyan: janji itu pasti datang, bukan kemungkinan.

3. Ulasan Ulama

📘 Imam Al-Qurthubi:

“Keutamaan iman bil ghaib adalah sebab terbesar seseorang layak mendapat surga, karena ia membenarkan Allah tanpa bukti kasat mata.”

📘 Ibnu Katsir:

“Surga Adn adalah surga tertinggi yang Allah siapkan bagi orang-orang yang konsisten dalam takwa.”

4. Penguatan dari Sunnah

Rasulullah ﷺ bersabda:

«قَالَ اللَّهُ: أَعْدَدْتُ لِعِبَادِيَ الصَّالِحِينَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ»
(HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya:
“Allah berfirman: Aku siapkan bagi hamba-hamba-Ku yang saleh sesuatu yang tidak pernah dilihat mata…”


II. SUASANA SURGA: TENANG, TANPA LAGHW (Ayat 62)

1. Teks Ayat

لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا إِلَّا سَلَامًا ۖ وَلَهُمْ رِزْقُهُمْ فِيهَا بُكْرَةً وَعَشِيًّا

Artinya:
“Di sana mereka tidak mendengar perkataan yang tidak berguna, kecuali ucapan salam. Dan bagi mereka rezekinya di surga itu tiap pagi dan petang.”

2. Makna Penting

  • Lagw: dusta, celaan, gibah, hinaan → semua kebisingan dunia hilang
  • Salam: ketenangan total, keselamatan jiwa
  • Pagi & petang bukan waktu, tapi kenikmatan berulang tanpa henti

📘 Imam An-Nawawi:

“Surga adalah tempat di mana lisan dan hati tidak lagi disakiti.”


III. WARISAN SURGA HANYA UNTUK TAKWA (Ayat 63)

تِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي نُورِثُ مِنْ عِبَادِنَا مَنْ كَانَ تَقِيًّا

Artinya:
“Itulah surga yang Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang bertakwa.”

Pelajaran Akhir Zaman

  • Surga bukan diwarisi karena nasab
  • Bukan karena klaim agama
  • Tapi takwa yang konsisten

📘 Hasan Al-Bashri:

“Takwa itu bukan banyaknya shalat malam, tapi meninggalkan dosa ketika mampu melakukannya.”


IV. ALLAH TIDAK PERNAH LUPA (Ayat 64–65)

وَمَا نَتَنَزَّلُ إِلَّا بِأَمْرِ رَبِّكَ … وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيًّا

Artinya:
“Kami tidak turun melainkan dengan perintah Rabbmu… dan Rabbmu tidaklah lupa.”

Makna Penting

  • Wahyu terlambat ≠ Allah meninggalkan
  • Ujian panjang ≠ Allah lalai

📘 Ibnu ‘Athaillah:

“Ketika pertolongan ditunda, itu bukan tanda penolakan, tapi proses pemurnian.”


V. KESOMBONGAN MENGINGKARI KEBANGKITAN (Ayat 66–67)

أَإِذَا مَا مِتُّ لَسَوْفَ أُخْرَجُ حَيًّا

Artinya:
“Apakah apabila aku telah mati, aku sungguh akan dibangkitkan kembali?”

Allah menjawab:

وَلَقَدْ خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ يَكُ شَيْئًا

📌 Logika Qur’an:

Yang menciptakan dari tiada, lebih mudah menghidupkan kembali.


VI. ADEGAN MENGERIKAN HARI KIAMAT (Ayat 68–72)

Semua manusia melewati neraka

وَإِنْ مِنْكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا
(Maryam: 71)

Artinya:
“Dan tidak ada seorang pun di antara kalian melainkan akan mendatanginya (neraka).”

📘 Ibnu Abbas:

“Orang beriman melewatinya secepat kilat, sedangkan zalim terjatuh di dalamnya.”

Rasulullah ﷺ bersabda:

«يَمُرُّ النَّاسُ عَلَى الصِّرَاطِ»
(HR. Muslim)


VII. TIPU DAYA KEMEWAHAN DUNIA (Ayat 73–76)

Orang kafir berkata:

“Siapa yang lebih baik tempat tinggalnya?”

Allah menjawab:

Banyak umat sebelumnya lebih mewah, namun dibinasakan.

📘 Ibnu Taimiyah:

“Kemewahan dunia sering menjadi bukti penundaan azab, bukan keridhaan.”


VIII. HARTA DAN ANAK TIDAK MENYELAMATKAN (Ayat 77–80)

وَنَرِثُهُ مَا يَقُولُ وَيَأْتِينَا فَرْدًا

Artinya:
“Kami akan mewarisi apa yang ia miliki, dan ia datang kepada Kami sendirian.”

📌 Pelajaran Pamungkas

  • Semua yang dibanggakan → ditinggal
  • Semua yang dicintai → tak ikut
  • Yang tersisa hanya iman dan amal

Rasulullah ﷺ bersabda:

«يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلَاثَةٌ… وَيَبْقَى عَمَلُهُ»
(HR. Bukhari dan Muslim)


KESIMPULAN 

  1. Surga adalah janji nyata, bukan dongeng
  2. Neraka adalah kenyataan yang harus dilewati
  3. Dunia bukan ukuran keselamatan
  4. Takwa adalah warisan sejati
  5. Akhir zaman menuntut iman sunyi tapi konsisten


Tidak ada komentar