SYARAT DITERIMANYA IBADAH
SYARAT DITERIMANYA IBADAH
PEMBUKAAN
Jamaah rahimakumullah,
Tidak semua ibadah diterima,
tidak semua amal sampai,
dan tidak semua capek bernilai pahala.
Ada orang rajin ibadah, tapi pulang cuma dapat lelah.
Ada juga yang ibadahnya sederhana, tapi nilainya besar di sisi Allah.
Pertanyaannya:
👉 apa syarat ibadah diterima?
LANDASAN UMUM: TUJUAN IBADAH
Dalil Al-Qur’an
Arab:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Terjemah:
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”
(QS. adz-Dzariyat: 56)
Tafsir Ulama
- Ibnu Katsir:
“Makna ibadah adalah mentauhidkan Allah dan menaati-Nya dengan apa yang Dia syariatkan.”
📚 Tafsir Ibnu Katsir, 4/239
Humor ringan:
Kalau tujuan hidup sudah jelas untuk ibadah,
jangan sampai hidup sibuk…
tapi lupa tujuan awalnya 😄
SYARAT PERTAMA
IKHLAS KARENA ALLAH
Dalil Al-Qur’an
Arab:
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ
Terjemah:
“Padahal mereka tidak diperintah kecuali agar beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.”
(QS. al-Bayyinah: 5)
Dalil Hadis
Arab:
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
Terjemah:
“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.”
(HR. al-Bukhari no. 1, Muslim no. 1907)
Penjelasan Ulama
-
Imam an-Nawawi:
“Hadis ini mencakup sepertiga ilmu agama dan menjadi timbangan sah atau rusaknya amal.”
📚 Syarh Arbain Nawawi -
Fudhail bin ‘Iyadh berkata:
“Amal jika ikhlas tapi tidak benar, tidak diterima. Jika benar tapi tidak ikhlas, juga tidak diterima.”
📚 Dinukil dalam Jami‘ul ‘Ulum wal Hikam
Penegasan Ikhlas
Ikhlas itu:
- bukan supaya dipuji
- bukan supaya viral
- bukan supaya dianggap alim
Humor mimbar:
Kalau ibadah masih mikir,
“Nanti siapa yang lihat ya?”
itu bukan ikhlas…
itu kamera batin masih nyala 😄
SYARAT KEDUA
SESUAI SUNNAH (MUTABA‘AH)
Dalil Al-Qur’an
Arab:
قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ
Terjemah:
“Katakanlah: jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian.”
(QS. Ali ‘Imran: 31)
Dalil Hadis
Arab:
مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
Terjemah:
“Barang siapa melakukan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka amalan itu tertolak.”
(HR. Muslim no. 1718)
Penjelasan Ulama
-
Imam asy-Syafi‘i:
“Barang siapa beribadah tanpa ilmu, maka ia merusak lebih banyak daripada memperbaiki.”
📚 Manaqib asy-Syafi‘i -
Ibnu Rajab al-Hanbali:
“Sunnah adalah timbangan amal lahir, sebagaimana ikhlas adalah timbangan amal batin.”
📚 Jami‘ul ‘Ulum wal Hikam
Makna Mengikuti Sunnah
Mengikuti sunnah itu:
- caranya benar
- waktunya benar
- jumlahnya benar
- sebabnya benar
Humor:
Niatnya sudah ikhlas,
tapi caranya ngawur…
itu seperti kirim paket tanpa alamat 😄
Niat baik, tapi tidak sampai tujuan.
GABUNGAN DUA SYARAT (INTI BAGAN)
📌 Ikhlas saja tidak cukup
📌 Sesuai sunnah saja tidak cukup
📌 Harus dua-duanya
Perkataan Ulama Salaf
- Hasan al-Bashri:
“Amal yang diterima adalah yang ikhlas dan sesuai sunnah.”
📚 Al-I‘tisam, asy-Syathibi
CONTOH PRAKTIS (APLIKATIF)
- Salat: ikhlas ✔, tapi waktunya ngawur ❌ → tertolak
- Sedekah: caranya benar ✔, tapi riya ❌ → gugur pahala
- Puasa: niat benar ✔, tapi sering melanggar ❌ → tinggal lapar
Humor reflektif:
Ada orang puasanya sah,
tapi pahala… cuti panjang 😄
PENUTUP & MUHASABAH
Jamaah rahimakumullah,
Mari kita cek ibadah kita:
- shalat
- puasa
- sedekah
- dakwah
- aktivitas harian
Apakah:
✔ niatnya lurus?
✔ caranya sesuai Rasul?
Kalau dua ini ada,
insyaAllah amal kita sampai ke langit.
DOA PENUTUP SINGKAT
اللهم تقبل منا أعمالنا، وأصلح نياتنا، واجعل أعمالنا خالصة لوجهك، وعلى سنة نبيك ﷺ
“Ya Allah terimalah amal kami, luruskan niat kami, jadikan amal kami ikhlas karena-Mu dan sesuai sunnah Nabi-Mu.”
Post a Comment