Ibadah Mahdhah dan Ibadah Ghairu Mahdhah
🔹 PEMBAGIAN IBADAH
Ibadah Mahdhah dan Ibadah Ghairu Mahdhah
1️⃣ IBADAH MAHDHAH (العبادة المحضة)
📌 Pengertian
Ibadah mahdhah adalah:
Ibadah murni ritual, yang tata caranya sudah ditentukan secara rinci oleh Allah dan Rasul-Nya,
dan tidak boleh ditambah, dikurangi, atau diubah.
➡️ Prinsipnya: tauqīfiyyah (harus ada dalil).
📖 Dalil Umum
Arab:
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا
Terjemah:
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka ambillah, dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah.”
(QS. al-Hasyr: 7)
🕌 Contoh Ibadah Mahdhah
- Shalat wajib & sunnah
- Subuh 2 rakaat → tidak boleh jadi 3
- Puasa Ramadhan
- Zakat
- Nishab dan kadarnya sudah baku
- Haji & Umrah
- Wudhu & Tayammum
- Dzikir & doa tertentu (yang lafaznya ditentukan)
- Shalat jenazah
- I‘tikaf
🧠 Penjelasan Ulama
- Imam asy-Syathibi رحمه الله:
“Ibadah mahdhah tidak boleh didasarkan pada akal, tetapi murni mengikuti wahyu.”
📚 Al-I‘tisam
😄 Humor Mimbar
Shalat Subuh itu dua rakaat bukan karena kita kurang semangat,
tapi karena Allah yang menentukan.
Kalau boleh ditambah sesuka hati,
nanti ada yang bilang:
“Pak, Subuh saya lima rakaat… niatnya biar lebih khusyuk” 😄
→ niatnya baik, tapi tidak benar caranya.
2️⃣ IBADAH GHAIRU MAHDHAH (العبادة غير المحضة)
📌 Pengertian
Ibadah ghairu mahdhah adalah:
Aktivitas kehidupan sehari-hari yang bernilai ibadah bila:
- diniatkan karena Allah
- caranya halal dan tidak melanggar syariat
➡️ Prinsipnya: boleh selama tidak ada larangan.
📖 Dalil Al-Qur’an
Arab:
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Terjemah:
“Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah.”
(QS. al-An‘am: 162)
📖 Dalil Hadis
Arab:
وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ
Terjemah:
“Pada hubungan suami-istri pun terdapat sedekah.”
(HR. Muslim)
➡️ Ini dalil bahwa aktivitas duniawi bisa bernilai ibadah.
🏠 Contoh Ibadah Ghairu Mahdhah
- Bekerja mencari nafkah halal
- Belajar & mengajar
- Menafkahi keluarga
- Tidur dengan niat istirahat agar kuat ibadah
- Makan & minum secukupnya
- Senyum kepada sesama
- Menjaga kebersihan
- Menolong orang lain
- Mengurus orang tua
- Aktivitas sosial & kemasyarakatan
🧠 Penjelasan Ulama
-
Ibnu Taimiyah رحمه الله:
“Setiap amal yang diniatkan untuk Allah dan sesuai syariat, maka ia adalah ibadah.”
📚 Majmu‘ al-Fatawa -
Imam al-Ghazali:
“Kebiasaan bisa bernilai ibadah dengan niat, dan ibadah bisa bernilai kebiasaan tanpa niat.”
📚 Ihya’ Ulumiddin
😄 Humor Mimbar
Tidur tanpa niat → ngorok 😄
Tidur dengan niat → pahala
Makan tanpa niat → kenyang
Makan dengan niat → ibadah
Sama-sama makan…
bedanya di hati, bukan di piring.
3️⃣ PERBEDAAN RINGKAS
| Ibadah Mahdhah | Ibadah Ghairu Mahdhah |
|---|---|
| Murni ritual | Aktivitas dunia |
| Tata cara baku | Fleksibel |
| Harus ada dalil | Boleh selama halal |
| Tidak boleh inovasi | Boleh kreativitas |
| Fokus ibadah | Ibadah lewat niat |
🔑 PENUTUP
Jamaah rahimakumullah,
jangan kita meremehkan amal kecil,
dan jangan berani mengubah ibadah besar.
Ibadah mahdhah → ikut, jangan ngarang
Ibadah ghairu mahdhah → niatkan, jangan lalai
Post a Comment