Tauhid sebagai Cahaya Kehidupan & Penyembuh Jiwa
Tauhid sebagai Cahaya Kehidupan & Penyembuh Jiwa
Pembukaan
Mukadimah
Alhamdulillāhilladzī ahyana ba‘da mā amātanā wa ilaihin-nusyūr.
Segala puji hanya milik Allah, Rabb semesta alam. Yang menggenggam hidup dan mati, yang mengetahui jerit batin yang tak pernah terucap, yang menyembuhkan luka-luka yang bahkan kita sendiri sering tak mampu menamainya.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, manusia paling lurus tauhidnya, paling lapang dadanya, paling kuat jiwanya—karena hidupnya sepenuhnya bersandar kepada Allah.
Jamaah yang dirahmati Allah… Hari ini kita tidak sekadar mendengar ceramah. Kita sedang pulang. Pulang kepada fitrah. Pulang kepada tauhid.
Allah berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku.”
(QS. Adz-Dzariyat: 56)
Ibadah di sini bukan sekadar rukuk dan sujud—tetapi menyandarkan seluruh hidup hanya kepada Allah.
Bagian I – Hakikat Tauhid
Tauhid: Satu Pegangan di Dunia yang Berguncang
Tauhid bukan hanya kalimat lā ilāha illallāh di lisan. Tauhid adalah:
- Ketika hati tidak menggantung kepada manusia
- Ketika jiwa tidak roboh karena makhluk
- Ketika hidup tidak hancur hanya karena kehilangan dunia
Allah berfirman:
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ مَتَابِ
“Allah, tidak ada sesembahan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya aku kembali.”
(QS. Ar-Ra‘d: 30)
Komentar Ulama
Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata dalam Madarij as-Salikin:
“Sebesar ketergantungan hati kepada selain Allah, sebesar itu pula kegelisahan dan luka batin yang akan ia rasakan.”
Humor Ringan 😄
Jamaah… kadang kita ini aneh. HP lowbat panik. Dompet kosong stres. Tapi iman lowbat… masih bisa nunda taubat 😅
Bagian II – Tauhid vs Luka Batin Manusia
Mengapa Jiwa Kita Lelah?
Karena kita sering:
- Mengharap kepada manusia
- Bergantung pada pujian
- Hancur oleh cacian
Padahal Allah sudah mengingatkan:
مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ
“Tidak ada musibah yang menimpa kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa beriman kepada Allah, Dia akan memberi petunjuk pada hatinya.”
(QS. At-Taghabun: 11)
Penjelasan Imam Ath-Thabari (Tafsir Ath-Thabari):
“Allah akan menenangkan hati orang yang bertauhid ketika musibah datang, karena ia tahu semuanya berada dalam genggaman Allah.”
Tauhid itu bukan membuat hidup bebas masalah… Tauhid membuat masalah tidak lagi menguasai jiwa.
Bagian III – Tauhid Para Nabi sebagai Terapi Jiwa
Nabi Ibrahim ‘alaihis salam
Ketika dibakar, bukan air yang beliau cari—tetapi tauhid.
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
“Cukuplah Allah bagi kami dan Dia sebaik-baik Pelindung.”
Api menjadi dingin… bukan karena air, tapi karena tauhid.
Rasulullah ﷺ bersabda:
احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ
“Jagalah Allah, niscaya Allah menjagamu.”
(HR. Tirmidzi – Hadis Hasan Shahih)
Humor Reflektif 😄
Kita sering minta dijaga Allah… tapi shalat masih bolong-bolong. Ibarat minta WiFi lancar tapi pulsanya nggak pernah diisi 😅
Bagian IV – Tauhid sebagai Penyembuh Kolektif
Jamaah yang dirahmati Allah… Banyak dari kita adalah korban kezaliman:
- Dikhianati
- Difitnah
- Ditekan
- Dihancurkan secara batin
Allah berfirman:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”
(QS. Ar-Ra‘d: 28)
Tauhid tidak selalu mengubah keadaan… Tapi selalu mengubah cara kita memandang keadaan.
DOA
Ya Allah… Jika bukan karena Engkau, kepada siapa lagi kami bersandar?
Ya Allah… Kami lelah berpura-pura kuat, Padahal hati kami penuh luka.
Ya Allah… Kami mengaku… Sering menyebut nama-Mu, Tapi hati kami masih menggantung pada dunia.
Ya Allah… Hancurkan semua sesembahan palsu di hati kami: Ego kami, Ketakutan kami, Ketergantungan kami pada manusia.
Ya Allah… Kembalikan kami kepada tauhid yang murni, Tauhid yang menenangkan, Tauhid yang menyembuhkan, Tauhid yang menyelamatkan.
Ya Allah… Jika hari ini kami pulang dengan air mata, Maka jadikan air mata ini saksi Bahwa kami ingin kembali sepenuhnya kepada-Mu.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا
“Wahai Rabb kami, jangan Engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk.”
Terimalah taubat kami ya Allah… Sembuhkan jiwa kami dengan tauhid… Dan wafatkan kami dalam keadaan lā ilāha illallāh.
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.
Post a Comment