TAUHID YANG MENYELAMATKAN – KESOMBONGAN YANG MEMBINASAKAN


TAUHID YANG MENYELAMATKAN – KESOMBONGAN YANG MEMBINASAKAN


PEMBUKAAN 

الحمد لله رب العالمين…
Segala puji bagi Allah…
Yang meninggikan siapa yang merendahkan diri di hadapan-Nya…
Dan merendahkan siapa yang meninggikan diri di hadapan makhluk…

Shalawat dan salam…
Untuk Nabi Muhammad ﷺ…
Manusia paling mulia…
Bukan karena kekuasaan…
Tapi karena sujudnya…

Wahai hati…
Hari ini kita tidak sedang mencari ilmu yang banyak…
Kita sedang mencari hati yang hancur
Karena hanya hati yang hancur…
Yang bisa diisi cahaya tauhid…


BAGIAN I – AWAL KEJATUHAN: KESOMBONGAN IBLIS 

Saudara-saudaraku…
Kesombongan pertama…
Tidak lahir di istana…
Tidak lahir di pasar…
Kesombongan pertama lahir…
Di langit…

Ketika Allah berfirman:

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ
“Sujudlah kalian kepada Adam, maka mereka sujud kecuali Iblis…”

Iblis bukan tidak tahu Allah
Iblis bukan tidak kenal Tuhan
Iblis ahli ibadah
Tapi satu penyakit…
Menghapus semua amalnya…

Penyakit itu bernama…
“Aku lebih baik…”

“Aku lebih baik dari dia…”
“Aku lebih lama beramal…”
“Aku lebih paham…”
“Aku lebih berjasa…”

Saudara-saudaraku…
Setiap kali kita berkata dalam hati:

“Aku lebih…”
Saat itu…
Jejak kaki Iblis…
Sedang kita ikuti…


BAGIAN II – FIR‘AUN: TAUHID DIKALAHKAN KEKUASAAN

Fir‘aun tahu Musa benar…
Al-Qur’an menegaskan:

لَقَدْ عَلِمْتَ مَا أَنزَلَ هَٰؤُلَاءِ إِلَّا رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ

Fir‘aun tahu
Tapi tidak mau tunduk

Kenapa…?

Karena jika ia beriman…
Ia harus turun dari singgasananya…
Ia harus mengakui:
“Ada Tuhan di atas aku…”

Dan di situlah banyak manusia gagal…
Bukan karena tidak tahu kebenaran…
Tapi karena tak siap merendahkan diri

Lebih takut kehilangan jabatan…
Lebih takut kehilangan harta…
Daripada kehilangan Allah…


BAGIAN III – MANUSIA & AL-QUR’AN: SOMBONG SAAT LAPANG, PUTUS ASA SAAT SEMPIT 

Allah berfirman:

وَإِذَا أَنْعَمْنَا عَلَى الْإِنْسَانِ أَعْرَضَ وَنَأَىٰ بِجَانِبِهِ
“Jika Kami beri nikmat, ia berpaling…”

Saat sehat…
Allah dilupakan…
Saat kaya…
Doa ditinggalkan…

Tapi ketika sempit…

وَإِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ كَانَ يَئُوسًا
“Jika ditimpa kesusahan, ia putus asa…”

Ya Allah…
Betapa sering kami mengingat-Mu…
Hanya saat kami butuh…
Bukan saat kami lapang…


BAGIAN IV – CIRI IMAN SEJATI: SUJUD & AIR MATA 

Allah menggambarkan hamba pilihan-Nya:

إِذَا يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ سُجَّدًا
وَيَبْكُونَ

Ilmu mereka…
Tidak membuat dada membusung…
Ilmu mereka…
Membuat dahi menempel tanah

Mereka tidak berkata:
“Aku sudah paham…”

Tapi mereka berkata:
“Ya Allah… aku takut…”

Saudara-saudaraku…
Jika Al-Qur’an sudah tak membuat kita menangis…
Maka yang mengeras…
Bukan suara…
Tapi hati


BAGIAN V – TAUHID PAMUNGKAS: ALLAH MAHA BESAR, MANUSIA HANCUR 

Allah menutup Al-Isrā’ dengan tauhid murni:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا…

Allah tidak punya anak…
Allah tidak punya sekutu…
Allah tidak butuh penolong…

Yang butuh…
Adalah kita…

Jika Allah tidak menolong…
Kita hancur…
Jika Allah tidak menutup aib…
Kita runtuh…

Maka apa yang kita sombongkan…?


DOA  

Allahumma…
Kami datang bukan membawa amal…
Kami datang membawa kehancuran diri

Ya Allah…
Jika Engkau biarkan kesombongan ini hidup…
Kami akan bernasib seperti Iblis…

Ya Allah…
Hancurkan kesombongan kami…
Sebelum Engkau hancurkan kami…

Ya Allah…
Jika ada ilmu yang membuat kami merasa lebih baik…
Cabut ilmu itu…
Ganti dengan ilmu yang membuat kami menangis…

Jika ada amal yang membuat kami merasa aman…
Runtuhkan rasa aman itu…
Ganti dengan rasa takut yang menyelamatkan…

Ya Allah…
Jangan biarkan kami mengenal-Mu…
Tapi tidak tunduk kepada-Mu…

Jangan biarkan kami menyebut nama-Mu…
Tapi hati kami jauh dari-Mu…

Ya Allah…
Kami bersaksi…
Tiada Tuhan selain Engkau…

Bukan hanya dengan lisan…
Tapi dengan kehancuran ego kami…

Matikan kami…
Dalam keadaan bersujud…
Bangkitkan kami…
Dalam keadaan Engkau ridha…

وصلّى الله على سيدنا محمد
والحمد لله رب العالمين…


Tidak ada komentar