Untuk Kemenangan Inilah Orang Beriman Beramal

“Untuk Kemenangan Inilah Orang Beriman Beramal”

Tadabbur QS Ash-Shaffāt: 61–80


I. SERUAN PAMUNGKAS: BEKERJA UNTUK SURGA, BUKAN SEKADAR HIDUP (Ayat 61)

📖 QS Ash-Shaffāt: 61

Arab:

لِمِثْلِ هَٰذَا فَلْيَعْمَلِ الْعَامِلُونَ

Terjemah:

“Untuk kemenangan serupa inilah hendaknya orang-orang beramal.”

🧠 Tafsir Ulama

  • Imam Ibn Katsir:

    “Inilah kalimat yang seharusnya membangunkan orang-orang yang lalai.”
    📚 Tafsir Ibn Katsir

📌 Makna penting
Allah tidak berkata: berharaplah,
tetapi beramallah.

😄 Humor mimbar:

Dunia saja kita kejar dengan lembur,
masak surga mau diraih dengan niat doang? 😄


II. KONTRAS TAJAM: JAMUAN SURGA ATAU POHON ZAQQUM? (Ayat 62)

📖 QS Ash-Shaffāt: 62

Arab:

أَذَٰلِكَ خَيْرٌ نُّزُلًا أَمْ شَجَرَةُ الزَّقُّومِ

Terjemah:

“Manakah yang lebih baik sebagai jamuan, itu atau pohon zaqqum?”

🧠 Tafsir

  • Nuzul → jamuan kehormatan tamu
  • Imam Al-Qurṭubi:

    “Surga adalah jamuan rahmat, neraka adalah jamuan kehinaan.”
    📚 Tafsir Al-Qurṭubi

📌 Renungan
Setiap hidup sedang menuju jamuan:

  • Jamuan Allah
  • atau jamuan neraka

😄 Humor reflektif:

Undangan nikah saja kita siapin baju terbaik,
masa undangan akhirat kita datang tanpa amal?


III. POHON ZAQQUM: AZAB YANG MENGUJI IMAN (Ayat 63–68)

📖 QS Ash-Shaffāt: 63–65 (Ringkas)

Arab:

إِنَّا جَعَلْنَاهَا فِتْنَةً لِّلظَّالِمِينَ
إِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِي أَصْلِ الْجَحِيمِ
طَلْعُهَا كَأَنَّهُ رُءُوسُ الشَّيَاطِينِ

Terjemah:

“Kami menjadikannya sebagai fitnah bagi orang-orang zalim… ia tumbuh dari dasar neraka… buahnya seperti kepala setan-setan.”

🧠 Tafsir Ulama

  • Fitnahujian keimanan
  • Imam Ath-Thabari:

    “Mereka menolak bukan karena mustahil, tapi karena sombong.”
    📚 Tafsir Ath-Thabari

📌 Pelajaran akidah Orang beriman berkata: “Kami percaya.”
Orang kafir berkata: “Tidak masuk akal.”

😄 Humor tipis:

Akal itu dipakai untuk memahami wahyu,
bukan menghakimi wahyu 😄


IV. MAKANAN & MINUMAN PENGHUNI NERAKA (Ayat 66–68)

📖 QS Ash-Shaffāt: 66–68

Arab:

فَإِنَّهُمْ لَآكِلُونَ مِنْهَا فَمَالِئُونَ مِنْهَا الْبُطُونَ
ثُمَّ إِنَّ لَهُمْ عَلَيْهَا لَشَوْبًا مِّنْ حَمِيمٍ
ثُمَّ إِنَّ مَرْجِعَهُمْ لَإِلَى الْجَحِيمِ

Terjemah:

“Mereka memakannya hingga perut penuh, lalu minum air yang sangat panas, kemudian kembali lagi ke neraka.”

📖 Hadis Pendukung

Arab:

لَوْ أَنَّ قَطْرَةً مِنَ الزَّقُّومِ قُطِرَتْ فِي دَارِ الدُّنْيَا لَأَفْسَدَتْ عَلَى أَهْلِهَا مَعَايِشَهُمْ

Terjemah:

“Seandainya setetes zaqqum diturunkan ke dunia, niscaya merusak seluruh kehidupan manusia.”
📚 HR. Tirmidzi

📌 Renungan Neraka bukan dongeng.
Allah jelaskan detail agar kita tak berani meremehkan dosa.


V. AKAR KESESATAN: IKUT NENEK MOYANG TANPA ILMU (Ayat 69–71)

📖 QS Ash-Shaffāt: 69–70

Arab:

إِنَّهُمْ أَلْفَوْا آبَاءَهُمْ ضَالِّينَ
فَهُمْ عَلَىٰ آثَارِهِمْ يُهْرَعُونَ

Terjemah:

“Mereka mendapati nenek moyang mereka sesat, lalu mereka tergesa-gesa mengikutinya.”

🧠 Tafsir

  • Imam Fakhruddin Ar-Razi:

    “Taklid tanpa ilmu adalah pintu kehancuran.”
    📚 Mafātih al-Ghaib

😄 Humor mimbar:

Nenek moyang kita tidak salah,
tapi kalau salah… masa kita ikut juga? 😅


VI. RASUL SUDAH DATANG, AZAB PUN DATANG (Ayat 72–73)

📖 QS Ash-Shaffāt: 72–73

Arab:

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا فِيهِم مُّنذِرِينَ
فَانظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُنذَرِينَ

Terjemah:

“Kami telah mengutus para pemberi peringatan… maka lihatlah bagaimana kesudahan mereka.”

📌 Pelajaran Allah tidak mengazab tanpa peringatan.


VII. KECUALI SATU GOLONGAN: HAMBA YANG IKHLAS (Ayat 74)

📖 QS Ash-Shaffāt: 74

Arab:

إِلَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ

Terjemah:

“Kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas.”

🧠 Tafsir

  • Dua qira’ah:
    • Mukhlisīn → mereka ikhlas
    • Mukhlashīn → Allah memurnikan mereka

Imam As-Sa‘di: “Ikhlas adalah rahasia keselamatan.”
📚 Tafsir As-Sa‘di

😄 Humor lembut:

Amal besar tanpa ikhlas = capek
Amal kecil dengan ikhlas = selamat 😄


VIII. TELADAN NUH ‘ALAIHISSALAM: DOA ORANG TERDESAK (Ayat 75–80)

📖 QS Ash-Shaffāt: 75–80 (Inti Makna)

  • Nuh berdoa → Allah menjawab
  • Nuh diselamatkan → kaumnya binasa
  • Namanya diabadikan → salam sepanjang zaman

📖 QS Al-Qamar: 10 (Doa Nuh)

Arab:

أَنِّي مَغْلُوبٌ فَانتَصِرْ

Terjemah:

“Aku telah dikalahkan, maka tolonglah aku.”

📌 Pelajaran besar

  • Jangan remehkan doa orang terzalimi
  • Kesabaran panjang dibalas pertolongan besar

😄 Humor reflektif:

Nuh berdakwah 950 tahun…
kita baru disinggung sedikit sudah baper 😅


🎯 PENUTUP TEMATIK

Jamaah rahimakumullah,

Ayat ini menyodorkan pilihan:

  • Surga atau neraka
  • Ikhlas atau ikut-ikutan
  • Beramal atau menunda

Allah sudah bertanya…
Sekarang giliran kita menjawab dengan amal.


📚 RUJUKAN UTAMA

  1. Tafsir Ibn Katsir
  2. Tafsir Ath-Thabari
  3. Tafsir Al-Qurṭubi
  4. Tafsir As-Sa‘di
  5. Mafātih al-Ghaib – Ar-Razi
  6. Shahih & Sunan Hadis


Tidak ada komentar