Untuk Inilah Kita Hidup, Untuk Inilah Kita Beramal
“Untuk Inilah Kita Hidup, Untuk Inilah Kita Beramal”
Tadabbur QS Ash-Shaffāt: 61–80
🌑 PEMBUKAAN RUHANI (±15 menit)
(Disampaikan sangat pelan, nada rendah, menunduk)
الحمد لله…
الحمد لله الذي أيقظ القلوب بعد غفلتها
والذي فتح باب الرجاء قبل أن يُغلق باب العمر
Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad ﷺ, manusia yang paling takut kepada Allah… padahal dosanya telah diampuni.
Jamaah yang dirahmati Allah…
Coba jujur malam ini…
Berapa kali kita shalat tanpa hadir hati?
Berapa kali kita berdoa tanpa rasa butuh?
Berapa kali kita mendengar ayat neraka… lalu tetap berani bermaksiat?
(Jeda 7–10 detik)
Surah Ash-Shaffāt ayat 61–80 ini bukan bacaan biasa.
Ini teriakan langit kepada manusia yang hampir lupa arah hidupnya.
🔔 BAGIAN I: SERUAN YANG MENGGUNCANG – UNTUK INILAH BERAMAL (±15 menit)
📖 QS Ash-Shaffāt: 61
لِمِثْلِ هَٰذَا فَلْيَعْمَلِ الْعَامِلُونَ
(Dibaca lantang, lalu diturunkan pelan)
“Untuk yang seperti inilah… hendaknya orang-orang beramal.”
Bukan untuk:
- Dipuji
- Dikenal
- Dihormati
Tapi untuk selamat di hadapan Allah.
Jamaah…
Kalimat ini seolah Allah berkata:
“Kalau bukan untuk surga,
lalu untuk apa engkau capek hidup di dunia?”
(Jeda panjang)
🍽️ BAGIAN II: DUA JAMUAN – JAMUAN RAHMAT ATAU JAMUAN AZAB (±15 menit)
📖 QS Ash-Shaffāt: 62
أَذَٰلِكَ خَيْرٌ نُّزُلًا أَمْ شَجَرَةُ الزَّقُّومِ
Allah tidak memaksa…
Allah memberi pilihan.
Surga → jamuan kehormatan
Neraka → jamuan kehinaan
Jamaah…
Setiap dosa adalah langkah kecil menuju jamuan zaqqum.
Setiap taubat adalah langkah pulang menuju jamuan surga.
(Nada lirih)
Masalahnya…
Kita sering menunda taubat,
padahal kematian tidak pernah menunda.
🔥 BAGIAN III: POHON ZAQQUM – MAKANAN ORANG SOMBONG (±20 menit)
📖 QS Ash-Shaffāt: 63–67
(Dibaca ayat demi ayat, beri jeda setiap selesai satu ayat)
إِنَّا جَعَلْنَاهَا فِتْنَةً لِّلظَّالِمِينَ
Allah menjadikan zaqqum ujian iman.
Yang beriman berkata: “Kami percaya.”
Yang sombong berkata: “Tidak masuk akal.”
Jamaah…
Masalahnya bukan pada zaqqum,
tapi pada hati yang menolak tunduk.
فَإِنَّهُمْ لَآكِلُونَ مِنْهَا فَمَالِئُونَ مِنْهَا الْبُطُونَ
Mereka makan dalam keadaan lapar,
namun tidak pernah kenyang.
(Nada makin pelan)
Seperti dosa…
makin dituruti, makin lapar.
ثُمَّ إِنَّ لَهُمْ عَلَيْهَا لَشَوْبًا مِّنْ حَمِيمٍ
Air mendidih…
bukan untuk menyembuhkan,
tapi menambah siksa.
🧬 BAGIAN IV: AKAR KESESATAN – IKUT TANPA PIKIR
📖 QS Ash-Shaffāt: 69–70
إِنَّهُمْ أَلْفَوْا آبَاءَهُمْ ضَالِّينَ
فَهُمْ عَلَىٰ آثَارِهِمْ يُهْرَعُونَ
Jamaah…
Banyak orang tidak masuk neraka karena benci Allah,
tapi karena ikut-ikutan.
Ikut teman…
Ikut keluarga…
Ikut kebiasaan…
Padahal di kubur nanti tidak ada sistem rombongan.
🕊️ BAGIAN V: ALLAH TIDAK ZALIM – RASUL TELAH DATANG
📖 QS Ash-Shaffāt: 72–73
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا فِيهِم مُّنذِرِينَ
Allah tidak pernah menghukum tanpa peringatan.
Ceramah ini…
ayat ini…
teguran ini…
Semua adalah hujjah Allah atas kita.
🌿 BAGIAN VI: SATU KELOMPOK YANG SELAMAT – ORANG IKHLAS
📖 QS Ash-Shaffāt: 74
إِلَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ
Ikhlas…
bukan berarti sempurna,
tapi jujur dalam kembali kepada Allah.
🌊 BAGIAN VII: NABI NUH – DOA TERAKHIR ORANG SABAR
📖 QS Ash-Shaffāt: 75–80
Nuh berdakwah 950 tahun.
Ditertawakan…
Dihina…
Ditolak…
Sampai akhirnya ia berkata:
أَنِّي مَغْلُوبٌ فَانتَصِرْ
“Ya Allah… aku kalah…”
Dan Allah menjawab.
Jamaah…
Allah tidak pernah terlambat.
Allah hanya menunggu saat yang paling tepat.
🤲 DOA
اللهم يا الله…
Jika hari ini kami masih hidup…
itu karena rahmat-Mu, bukan karena amal kami…
Ya Allah…
Kami lelah dengan dosa kami sendiri
Kami takut bertemu-Mu dalam keadaan Engkau murka…
Ya Allah…
Jangan biarkan kami memilih zaqqum
ketika Engkau telah menawarkan surga
Ya Allah…
Jika air mata ini tidak cukup
maka terimalah penyesalan di hati kami
Ya Allah…
Ampuni kami sebelum kami diampuni oleh tanah kubur
Ampuni kami sebelum kami tak bisa bersujud lagi
Ya Allah…
Jadikan akhir hidup kami husnul khatimah
Kumpulkan kami bersama orang-orang ikhlas
Masukkan kami ke dalam surga tanpa hisab…
آمين…
آمين…
آمين يا رب العالمين…
Post a Comment