ADILLATUN ‘ALĀ WUJŪDILLĀH Dalil-Dalil Nyata atas Kewujudan Allah dan Penguat Tauhid
ADILLATUN ‘ALĀ WUJŪDILLĀH
Dalil-Dalil Nyata atas Kewujudan Allah dan Penguat Tauhid
PEMBUKAAN
Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn.
Nahmaduhu wa nasta‘īnuhu wa nastaghfiruh.
Wa na‘ūdzu billāhi min syurūri anfusinā wa min sayyiāti a‘mālinā.
Man yahdihillāhu falā mudhilla lah, wa man yudhlil falā hādiya lah.
Asyhadu allā ilāha illallāh wahdahū lā syarīka lah,
wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhū wa rasūluh.
Shallallāhu ‘alaihi wa ‘alā ālihi wa shahbihī ajma‘īn.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Kita hidup di zaman aneh.
Banyak manusia tidak pernah melihat otaknya,
tapi yakin itu ada.
Tidak pernah melihat sinyal internet,
tapi marah kalau WiFi hilang 😄
Namun ketika disebut Allah,
ada yang berkata:
“Mana buktinya?”
Maka malam ini, kita tidak sedang membuktikan Allah untuk Allah,
tetapi mengembalikan hati kita kepada fitrah.
BAGIAN 1 – DALIL FITRAH
📖 QS Al-A‘rāf: 172
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِن بَنِي آدَمَ
أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ شَهِدْنَا
“Bukankah Aku Tuhanmu? Mereka menjawab: Betul, kami bersaksi.”
Penjelasan mimbar:
- Tauhid bukan barang baru
- Jiwa manusia sudah mengenal Allah sebelum lahir
📌 Ibn Taimiyah:
“Pengakuan terhadap Allah lebih kuat dari hasil logika, kerana ia tertanam dalam fitrah.”
😄 Selingan ringan
Ateis kalau pesawat turbulensi:
“Ya Tuhan… Ya Tuhan…”
Begitu landing:
“Ah, refleks saja.”
BAGIAN 2 – DALIL INDERA
📖 QS Al-Qamar: 1
اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانشَقَّ الْقَمَرُ
“Bulan terbelah.”
📌 Ijma’ ulama: ini kejadian nyata.
📖 QS Al-Isrā’: 1 (Isra’ Mi‘raj)
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا
Pesan mimbar:
Kalau Allah yang menggerakkan,
hukum fisika tunduk, bukan menolak.
😄 Humor halus
Kalau HP bisa video call lintas benua,
masa Allah tidak bisa memperjalankan Nabi-Nya?
BAGIAN 3 – DALIL AKAL
📖 QS Fussilat: 53
سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنفُسِهِمْ
Logika sederhana:
- Ada lukisan → ada pelukis
- Ada bangunan → ada arsitek
- Ada alam → mustahil tanpa Pencipta
😄 Humor logika
Sendal hilang saja kita curiga:
“Siapa yang ambil?”
Alam semesta ada,
tapi katanya tidak ada siapa-siapa 😅
BAGIAN 4 – DALIL NAQLI
📖 QS An-Nisā’: 82
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ
“Tidakkah mereka mentadabburi Al-Qur’an?”
📖 QS Al-Isrā’: 88
لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنسُ وَالْجِنُّ
“Jika manusia dan jin bersatu membuat semisal Al-Qur’an…”
📌 Al-Baqillani:
Al-Qur’an mukjizat bahasa, makna, berita, dan hukum.
BAGIAN 5 – DALIL SEJARAH
📖 QS Yusuf: 111
لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ
Fir’aun, ‘Ad, Tsamud…
Semua hilang,
Allah tetap ada.
😄 Humor reflektif
Fir’aun bilang: “Aku tuhanmu.”
Sekarang dia:
👉 mumi, tiket museum.
PENUTUP
📖 QS Al-Anbiyā’: 92
وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ
“Aku Tuhanmu, maka sembahlah Aku.”
Kesimpulan mimbar:
Dalil-dalil ini bukan untuk menang debat,
tetapi merundukkan hati, menegakkan tauhid, dan menghidupkan iman.
C. DOA
Allāhumma yā Allāh…
Jika bukan kerana Engkau,
kami hanyalah tanah yang sombong.
Yā Allāh…
Berapa banyak nikmat-Mu
yang kami nikmati tanpa syukur,
berapa banyak dosa
yang kami lakukan tanpa rasa malu.
Yā Allāh…
Jika Engkau tanya hari ini:
“Bukankah Aku Tuhanmu?”
jangan biarkan lisan kami menjawab iya,
sementara hati kami lalai.
Yā Allāh…
Hidupkan iman di dada kami,
di rumah kami,
di anak-anak kami.
Ampuni dosa orang tua kami,
guru-guru kami,
dan semua yang telah mengenalkan kami kepada-Mu.
Yā Allāh…
Wafatkan kami dalam tauhid,
bangkitkan kami bersama orang-orang yang mencintai-Mu,
dan kumpulkan kami di surga-Mu
tanpa hisab dan tanpa azab.
Āmīn… āmin yā Rabbal ‘ālamīn.
Post a Comment