FITRAH & KESAKSIAN JIWA Mengapa Hati Manusia Tidak Pernah Benar-Benar Bisa Mengingkari Allah

FITRAH & KESAKSIAN JIWA

Mengapa Hati Manusia Tidak Pernah Benar-Benar Bisa Mengingkari Allah


A. PEMBUKAAN 

Alhamdulillāh, segala puji bagi Allah yang menciptakan manusia bukan hanya dengan jasad,
tetapi juga dengan hati yang mengenal-Nya sebelum akal berpikir.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ,
yang diutus bukan untuk menciptakan fitrah baru,
tetapi mengembalikan manusia kepada fitrahnya.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Manusia boleh berdusta dengan lisan,
boleh berdebat dengan logika,
tetapi jiwanya tidak pernah bisa bohong.

Karena jauh sebelum kita mengenal dunia,
jiwa kita sudah mengenal Allah.


B. MAKNA FITRAH DALAM ISLAM

1. Definisi Fitrah

📖 QS Ar-Rūm: 30

Arab:

فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا

Terjemah:

“(Tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.”

📌 Makna fitrah:

  • Keadaan asli jiwa manusia
  • Kecenderungan alami untuk mengakui, mencintai, dan tunduk kepada Allah

📚 Ibnu Katsir:

“Fitrah adalah kesiapan hati untuk menerima tauhid.”

📚 Imam An-Nawawi:

“Setiap manusia dilahirkan dalam keadaan siap menerima Islam.”

😄 Humor ringan HP baru itu fitrahnya:

  • masih cepat
  • belum lemot
  • belum penuh dosa aplikasi 😄

Manusia juga begitu.
Yang bikin rusak itu lingkungannya, bukan pabriknya.


C. KESAKSIAN JIWA DI ALAM ARWAH

2. Perjanjian Agung Sebelum Dunia

📖 QS Al-A‘rāf: 172

Arab:

أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ شَهِدْنَا

Terjemah:

“Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab: Betul, kami bersaksi.”

📌 Ini disebut Mitsaq Alastu
Perjanjian tertua, sebelum:

  • ayah–ibu
  • sekolah
  • KTP 😄

📚 Ibn Taimiyah:

“Pengakuan rububiyah Allah tertanam kuat dalam jiwa manusia, lebih kuat daripada bukti logika.”

📚 Al-Qurthubi:

“Ayat ini hujjah bahwa tauhid bukan hasil belajar, tapi hasil ingatan jiwa.”

📌 Maka tugas dakwah: ❌ bukan menciptakan iman
membangunkan iman yang tertidur


D. BUKTI FITRAH DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

3. Fitrah Muncul Saat Kritis

📖 QS Yunus: 22

Arab:

دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ

Terjemah:

“Mereka berdoa kepada Allah dengan penuh keikhlasan.”

📌 Saat:

  • kapal hampir tenggelam
  • pesawat turbulensi
  • anak demam tinggi

Semua lidah tiba-tiba jujur.

😄 Humor tapi ngena Katanya nggak percaya Tuhan…
tapi pas ban pecah:
“Ya Allah…”

Refleks jiwa tidak pernah salah.


4. Pengakuan Musyrik Sekalipun

📖 QS Luqman: 25

Arab:

وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ

Terjemah:

“Jika engkau bertanya siapa yang menciptakan langit dan bumi, mereka pasti menjawab: Allah.”

📌 Masalah mereka: 

❌ bukan tidak kenal Allah
❌ tapi tidak mau tunduk

📚 Hasan Al-Bashri:

“Mereka mengenal Allah, tapi menolak perintah-Nya.”


E. FITRAH YANG RUSAK:

PENYEBABNYA

5. Faktor Perusak Fitrah

📖 Hadits (HR. Bukhari & Muslim)

Arab:

فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

Terjemah:

“Orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”

📌 Perusak fitrah:

  • pola asuh tanpa tauhid
  • lingkungan maksiat
  • pendidikan tanpa Allah
  • hawa nafsu & kesombongan

😄 Humor parenting Anak kecil:
“Allah itu siapa?”
Orang tua:
“Nanti aja gede…”

Pas gede:
“Kok anak saya jauh dari Allah ya?”


F. DAMPAK ORANG YANG HIDUP DENGAN FITRAH

6. Jiwa yang Hidup & Tenang

📖 QS Az-Zumar: 22

Arab:

فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ مِّن رَّبِّهِ

Terjemah:

“Maka ia berada di atas cahaya dari Rabb-nya.”

📌 Ciri orang yang fitrahnya hidup:

  • mudah tersentuh ayat Qur’an
  • cepat menyesal saat dosa
  • tenang walau sederhana

📚 Ibn Qayyim:

“Hati yang lurus dengan fitrah akan selalu rindu kepada Allah.”


G. PENUTUP 

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Bisa jadi kita:

  • rajin ibadah
  • banyak ilmu
  • aktif dakwah

Tapi mari jujur bertanya:

“Apakah hati ini masih lembut saat nama Allah disebut?”

📖 QS Al-Hadid: 16

Arab:

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ

Terjemah:

“Belumkah tiba waktunya bagi orang beriman untuk khusyuk hatinya?”

Jika hati kita keras,
maka yang perlu diperbaiki bukan dalilnya,
tapi fitrahnya.


H. KITAB RUJUKAN

  • Tafsir Ibnu Katsir
  • Tafsir Al-Qurthubi
  • Majmu’ Fatawa – Ibn Taimiyah
  • Madarijus Salikin – Ibn Qayyim
  • Shahih Bukhari & Muslim


Tidak ada komentar