Agama yang Hidup atau Agama yang Pura-Pura?

“Agama yang Hidup atau Agama yang Pura-Pura?”


🔥 PEMBUKAAN 

Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn…
Kita memuji Allah yang masih memberi kita napas… padahal dosa kita lebih banyak dari detak jantung kita.

Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad ﷺ, manusia paling lembut hatinya terhadap yatim, paling jujur ibadahnya, paling jauh dari riya.

Jamaah yang dirahmati Allah…

Malam ini kita tidak membahas surah panjang.
Hanya 7 ayat.
Pendek.
Ringkas.
Tapi… tamparannya keras.

Surah itu adalah:

🌊 Surah Al-Mā‘ūn


BAGIAN 1

AYAT 1 — Guncangan Akidah 

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ

“Tidakkah kamu melihat orang yang mendustakan hari pembalasan?”

Menurut Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, “ad-dīn” di sini berarti hari pembalasan.

Allah tidak bertanya karena tidak tahu.
Allah bertanya supaya kita berpikir.

Siapa orang yang mendustakan akhirat?

Bukan cuma yang bilang, “Saya tidak percaya kiamat.”
Tapi yang hidupnya seolah tidak ada kiamat.

Kalau benar kita yakin ada hisab…
Mungkin kita sudah tidak berani menzalimi orang.


BAGIAN 2

AYAT 2 — Kerasnya Hati 

فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ

“Itulah orang yang menghardik anak yatim.”

Kata يَدُعُّ artinya mendorong dengan kasar.

Dalam tafsir Al-Qurthubi dijelaskan:
Orang yang tidak percaya akhirat, hatinya menjadi kasar.

Nabi ﷺ bersabda:

أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا
“Aku dan orang yang menanggung anak yatim seperti ini di surga.”
(HR. Sahih al-Bukhari)

Beliau merapatkan dua jarinya.

Jamaah…
Mendekat ke Nabi di surga caranya bukan hanya dengan hafal dalil…
Tapi dengan memeluk anak yatim.

Kalau hati kita masih keras kepada yatim…
Jangan-jangan iman kita masih teori.


BAGIAN 3

AYAT 3 — Tidak Peduli 

وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ

“Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.”

Dalam tafsir Fakhruddin ar-Razi disebutkan:
Bukan hanya tidak memberi…
Tapi tidak mendorong orang lain memberi.

Allah memuji dalam QS Al-Insān ayat 8:

وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا
“Mereka memberi makan walau mereka mencintainya.”

Orang beriman itu peduli.
Orang munafik itu masa bodoh.


BAGIAN 4

AYAT 4–5 — Tamparan untuk Ahli Shalat 

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ

“Celakalah orang-orang yang shalat.”

Kita kaget.
Bukan “celaka yang tidak shalat.”
Tapi “yang shalat.”

الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

“Yang lalai dari shalatnya.”

Menurut Ibnu Abbas:
Lalai artinya menunda dari waktunya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

تِلْكَ صَلَاةُ الْمُنَافِقِ…
(HR. Sahih Muslim)

Orang munafik menunggu sampai matahari hampir tenggelam baru shalat.

Jamaah…
Shalat bukan sekadar gerakan.
Shalat adalah pertemuan dengan Allah.

Kalau kita bertemu pejabat saja rapi…
Kenapa bertemu Allah sering tergesa?


BAGIAN 5

AYAT 6 — Penyakit Halus: Riya 

الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ

“Orang-orang yang berbuat riya.”

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَخْوَفُ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ… الرِّيَاءُ
(HR. Musnad Ahmad)

Riya disebut syirik kecil.

Menurut Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami’ al-‘Ulum wal-Hikam, riya itu penyakit yang sangat tersembunyi.

Kita bisa shalat karena Allah.
Atau karena manusia.

Kita bisa ceramah karena Allah.
Atau karena ingin dipuji.

Bahaya riya bukan pada amalnya…
Tapi pada niatnya.


BAGIAN 6

AYAT 7 — Pelit yang Sepele 

وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ

“Dan enggan memberi bantuan kecil.”

Menurut Mujahid bin Jabr:
Al-ma‘un adalah barang kecil seperti jarum, panci, kapak.

Islam menilai akhlak bukan dari pidato…
Tapi dari hal kecil.

Kalau meminjamkan sendok saja berat…
Bagaimana mau meminjamkan surga?


🎯 KLIMAKS 

Surah ini mengguncang kita:

✔️ Iman tanpa peduli sosial = dusta.
✔️ Shalat tanpa khusyuk = lalai.
✔️ Amal karena manusia = riya.
✔️ Pelit dalam hal kecil = tanda hati keras.

Agama bukan hanya sajadah.
Agama adalah hati yang hidup.


😭 DOA 

اللهم لك الحمد حتى ترضى
Ya Allah, segala puji bagi-Mu sampai Engkau ridha…

اللهم إنا نعوذ بك أن نشرك بك شيئًا نعلمه
ونستغفرك لما لا نعلمه

Ya Allah…
Kami berlindung dari menyekutukan-Mu dalam keadaan kami tahu…
Dan kami mohon ampun atas riya yang tidak kami sadari…

Ya Allah…
Betapa banyak amal kami rusak karena ingin dipuji…
Betapa banyak sedekah kami ingin dilihat…
Betapa banyak shalat kami ingin disanjung…

Bersihkan hati kami ya Allah...

اللهم إني أعوذ بك من قلب لا يخشع
“Ya Allah aku berlindung dari hati yang tidak khusyuk.”

Ya Allah…
Jika hati kami keras…
Lunakkan…

Jika hati kami beku…
Cairkan dengan air mata…

Ya Allah…
Jadikan shalat kami penyejuk mata…
Bukan beban di pundak…

Jangan Engkau jadikan kami termasuk orang yang lalai dari shalat…

Ya Allah…
Jika Engkau tidak ampuni kami…
Kami hancur…

Jika Engkau buka aib kami…
Kami malu…

Jika Engkau cabut iman kami…
Kami binasa…

Ya Allah…
Jangan Engkau biarkan kami beribadah untuk manusia…

Jadikan kami hamba yang ikhlas…
Hamba yang lembut…
Hamba yang peduli…
Hamba yang takut kepada hari pembalasan…

آمين يا رب العالمين



Tidak ada komentar