Shalat Tapi Celaka? – Tamparan Keras dari Surah Al-Mā‘ūn
Shalat Tapi Celaka? – Tamparan Keras dari Surah Al-Mā‘ūn
1️⃣ Ayat 1
أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ
Artinya:
“Tahukah kamu orang yang mendustakan hari pembalasan?”
📌 Tafsir & Ulasan Ulama
- Menurut Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, kata الدين di sini bermakna al-jazā’ wal-hisāb (balasan dan perhitungan amal).
- Al-Qurthubi dalam Al-Jāmi’ li Ahkām al-Qur’an menjelaskan: pendustaan hari akhir bukan hanya dengan lisan, tetapi dengan sikap hidup.
📖 Dalil Penguat
QS Al-Jāthiyah: 24
وَقَالُوا مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَا إِلَّا الدَّهْرُ
“Dan mereka berkata: ‘Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan dunia saja…’”
Makna penting:
Kalau orang yakin ada hisab, tak mungkin ia zalim seenaknya.
🎤 Humor mimbar:
Ada orang kalau ditagih utang langsung bilang, “Nanti ya, dunia ini cuma sementara.”
Tapi giliran ditagih akhirat? Eh… pura-pura sinyal hilang! 📶😂
2️⃣ Ayat 2
فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ
Artinya:
“Maka dialah orang yang menghardik anak yatim.”
📌 Tafsir
- Kata يَدُعُّ artinya mendorong dengan kasar.
- Dalam Tafsir Ibnu Katsir, ini menunjukkan kerasnya hati akibat tidak percaya akhirat.
📖 Dalil Sunnah
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا
“Aku dan orang yang menanggung anak yatim di surga seperti ini.”
(HR. Sahih al-Bukhari)
Beliau mengisyaratkan dua jari yang berdekatan.
📝 Komentar Ulama
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan: memuliakan yatim adalah bukti lembutnya iman.
🎤 Humor:
Kita ini kadang kalau lihat anak yatim, malah sibuk foto dulu:
“Eh bentar ya, buat status Jumat Berkah…” 📸
Padahal malaikat nggak butuh feed Instagram kita 😄
3️⃣ Ayat 3
وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ
Artinya:
“Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.”
📖 Dalil Qur’an
QS Al-Insān: 8–9
وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا
“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, yatim, dan tawanan.”
📚 Tafsir
Fakhruddin ar-Razi dalam Mafatih al-Ghaib menjelaskan: yang tercela bukan hanya tidak memberi, tapi juga tidak mendorong orang lain memberi.
🎤 Humor:
Ada orang kalau lihat kotak infak lewat… pura-pura khusyuk banget.
“Ya Allah, khusyuk sekali saya…”
Padahal khusyuknya muncul pas kotak infak lewat 😆
4️⃣ Ayat 4
فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ
Artinya:
“Maka celakalah orang-orang yang shalat.”
⚠️ Ini ayat bikin kaget. Bukan “celaka orang yang tidak shalat”, tapi yang shalat!
5️⃣ Ayat 5
الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ
Artinya:
“(Yaitu) orang yang lalai dari shalatnya.”
📚 Tafsir
- Menurut Ibnu Abbas: lalai artinya menunda dari waktunya.
- Al-Baghawi dalam Ma’alim at-Tanzil: termasuk tidak khusyuk dan tidak peduli.
📖 Dalil Sunnah
Rasulullah ﷺ bersabda:
تِلْكَ صَلَاةُ الْمُنَافِقِ…
“Itulah shalat orang munafik… ia menunggu matahari hampir tenggelam…”
(HR. Sahih Muslim)
🎤 Humor:
Ada orang shalatnya cepat sekali.
Kalau lomba 100 meter ada, mungkin dia juara dunia kategori “Rukuk Express” 🏃♂️😂
6️⃣ Ayat 6
الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ
Artinya:
“Orang-orang yang berbuat riya.”
📖 Hadis
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَخْوَفُ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ… الرِّيَاءُ
“Yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil… yaitu riya.”
(HR. Musnad Ahmad)
📚 Ulasan
Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami’ al-‘Ulum wal-Hikam menyebut riya sebagai penyakit hati yang paling halus.
🎤 Humor:
Kalau sendirian shalatnya 3 menit.
Kalau ada tamu… jadi 15 menit plus suara merdu tiba-tiba muncul 😄
7️⃣ Ayat 7
وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ
Artinya:
“Dan enggan menolong dengan barang yang berguna.”
📚 Tafsir
Menurut Mujahid bin Jabr, al-ma‘un adalah barang kecil yang biasa dipinjamkan seperti jarum, kapak, panci.
📖 Dalil Sunnah
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا يَحِلُّ لِامْرِئٍ أَنْ يَمْنَعَ فَضْلَ مَائِهِ
“Tidak halal bagi seseorang menahan kelebihan airnya.”
(HR. Sunan Abi Dawud)
🎤 Humor:
Kadang kita pelit luar biasa.
Pinjam sendok saja kayak mau pinjam mobil 😆
Padahal sendoknya pun gratis dari hajatan tetangga dulu 🤭
🎯 Kesimpulan
Surah ini mengajarkan:
- Iman kepada akhirat harus tampak dalam akhlak sosial.
- Shalat tanpa kepedulian sosial = kosong.
- Riya merusak amal.
- Islam itu bukan cuma sajadah, tapi juga solidaritas.
📚 Rujukan Kitab:
- Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim – Ibnu Katsir
- Al-Jāmi’ li Ahkām al-Qur’an – Al-Qurthubi
- Mafatih al-Ghaib – Fakhruddin ar-Razi
- Syarh Shahih Muslim – Imam An-Nawawi
Post a Comment