AN-NAFAQAH ‘ALAL ‘IYĀL


AN-NAFAQAH ‘ALAL ‘IYĀL

Nafkah Keluarga: Ibadah Paling Dekat, Pahala Paling Diam-Diam


MUQADDIMAH (Pembuka – 5–7 menit)

Alhamdulillāh rabbil ‘ālamīn…
Segala puji bagi Allah yang menjadikan rumah tangga sebagai ladang pahala,
dan menjadikan nafkah keluarga sebagai ibadah,
bukan sekadar kewajiban ekonomi.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ,
manusia paling rajin ibadah,
tapi tidak pernah lupa menafkahi keluarga.

Jamaah rahimakumullah…

Hari ini kita akan bicara tentang nafkah keluarga.
Topik yang kelihatannya duniawi,
tapi ternyata sangat ukhrawi.

Banyak orang semangat:

  • Sedekah ke luar rumah
  • Infaq jauh-jauh
  • Donasi lintas kota

Tapi lupa:

“Istri di rumah nanya:
Ayah, beras tinggal segini…

😄
Padahal, di situlah pahala paling besar.


1. BEKERJA UNTUK KELUARGA = FĪ SABĪLILLĀH

Hadis Utama

مَنْ سَعَى عَلَى نَفْسِهِ لِيَعِفَّهَا فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ،
وَمَنْ سَعَى عَلَى وَالِدَيْهِ لِيَعِفَّهُمَا فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ،
وَمَنْ سَعَى عَلَى عِيَالِهِ لِيَعِفَّهُمْ فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

“Siapa yang berusaha untuk menafkahi dirinya agar terjaga kehormatannya, maka ia di jalan Allah.
Siapa yang berusaha untuk orang tuanya, maka ia di jalan Allah.
Dan siapa yang berusaha menafkahi keluarganya, maka ia di jalan Allah.”
(Riwayat Abu Laits as-Samarqandi – Tanbīh al-Ghāfilīn)

Penjelasan Ulama

  • Imam Al-Ghazali menjelaskan:

    “Mencari nafkah halal untuk keluarga adalah ibadah hati, badan, dan niat sekaligus.”
    (Ihyā’ ‘Ulūmiddīn)

💡 Pesan penting: ➡️ Berangkat kerja dengan niat nafkah = berangkat jihad versi rumah tangga

Humor mimbar:
“Kalau bapak-bapak berangkat kerja pagi-pagi, jangan bilang ke istri:
‘Mah, ayah berangkat cari duit’
Bilanglah:
‘Mah, ayah berangkat fii sabiilillah’
Biar beda kelas pahalanya 😄”


2. NAFKAH KELUARGA ADALAH SEDekah TERBAIK

Hadis Shahih

أَفْضَلُ الدِّينَارِ دِينَارٌ يُنْفِقُهُ الرَّجُلُ عَلَى عِيَالِهِ

“Dinar terbaik adalah dinar yang dikeluarkan seseorang untuk keluarganya.”
(HR. Muslim)

Komentar Abu Qilabah

“Nabi ﷺ memulai dari keluarga, karena tidak ada pahala yang lebih besar dari orang yang menafkahi anak-anaknya.”

📚 Rujukan:

  • Sahih Muslim
  • Syarh an-Nawawi ‘ala Muslim

💥 Tamparan halus:
Sedekah ke luar rumah boleh,
tapi mengabaikan keluarga = dosa.


3. ALLAH MENJAMIN HUTANG DEMI KELUARGA

Hadis Atsar Ulama Salaf

“Allah menjamin hutang orang yang berhutang untuk menafkahi keluarganya, lalu ia wafat sebelum mampu melunasi.”
(Tanbīh al-Ghāfilīn)

Komentar Hasan al-Bashri

“Orang yang berhutang demi nafkah keluarga dan berusaha melunasinya, tidak akan dituntut pada hari kiamat.”

📚 Rujukan:

  • Tanbīh al-Ghāfilīn
  • Hilyatul Auliyā’

➡️ Ini bukan pembenaran ngutang sembarangan,
tapi penguatan bagi yang terpaksa dan jujur.


4. MEMBERI KELUARGA = DIDOAKAN MALAIKAT SETIAP HARI

Hadis Shahih

اللَّهُمَّ أَعْطِ لِمُنْفِقٍ خَلَفًا،
وَاللَّهُمَّ أَعْطِ لِمُمْسِكٍ تَلَفًا

“Ya Allah, gantilah harta orang yang menafkahkan,
dan hancurkan harta orang yang kikir.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

💡 Catatan Ulama:
Imam Ibn Hajar:

“Doa ini berlaku setiap hari, tanpa libur.”

😄 Humor pedas:
“Kalau tiap hari kita pelit,
tiap hari juga malaikat ‘ngadu’ ke Allah 😅”


5. MAKAN BERSAMA KELUARGA: MAJLIS AMPUNAN

Hadis

“Allah paling cinta melihat seorang ayah duduk makan bersama istri dan anak-anaknya, lalu Allah mengampuni mereka sebelum berpisah.”

Makna:

  • Rumah tangga = majelis dzikir versi rumah
  • Meja makan = meja rahmat

😄 Humor halus:
“Makan bareng HP di tangan,
itu bukan majelis rahmat…
itu majelis sinyal 😅”


6. DUNIA EMPAT GOLONGAN (PENUTUP MATERI)

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Ada orang berilmu dan berharta, ia gunakan hartanya dengan ilmunya → selamat.
Ada orang berilmu tapi tak berharta, niatnya benar → pahalanya sama.
Ada orang berharta tapi tak berilmu, hartanya jadi bencana.
Ada orang tak berharta dan tak berilmu, niatnya rusak → dosanya sama.”
(HR. Tirmidzi)

➡️ Kuncinya bukan banyaknya harta, tapi niat & cara memakainya.


KESIMPULAN CERAMAH

  1. Nafkah keluarga = ibadah besar
  2. Mendahulukan keluarga = sunnah Nabi ﷺ
  3. Kikir pada keluarga = jalan setan
  4. Rumah tangga bisa jadi jalan surga
  5. Ayah yang pulang membawa nafkah halal = pahlawan senyap

Tidak ada komentar