ANALISIS DETAIL SHALAT WITIR MENURUT EMPAT MAZHAB. Beserta Kajian Qunut Witir dan Perbedaannya
📚 ANALISIS DETAIL SHALAT WITIR MENURUT EMPAT MAZHAB
Beserta Kajian Qunut Witir dan Perbedaannya
I. LANDASAN NORMATIF SHALAT WITIR
1️⃣ Dalil Al-Qur’an
📖 Surah Al-Isra’ Ayat 79
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ
Terjemahan:
"Dan pada sebagian malam hari, lakukanlah shalat tahajud sebagai ibadah tambahan bagimu."
Ayat ini menjadi dasar umum qiyamullail, termasuk witir.
2️⃣ Dalil Hadis
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ
(HR. Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj)
Terjemahan:
"Sesungguhnya Allah itu Maha Ganjil dan menyukai yang ganjil."
Hadis lain:
اجْعَلُوا آخِرَ صَلَاتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا
(HR. Muhammad al-Bukhari)
Terjemahan:
"Jadikanlah akhir shalat malam kalian adalah witir."
II. STATUS HUKUM WITIR MENURUT EMPAT MAZHAB
| Mazhab | Status Hukum |
|---|---|
| Hanafi | Wajib |
| Maliki | Sunnah muakkadah |
| Syafi’i | Sunnah muakkadah |
| Hanbali | Sunnah muakkadah |
1️⃣ Mazhab Hanafi
Tokohnya: Abu Hanifa
Witir hukumnya wajib (di bawah fardhu, di atas sunnah).
Dalil mereka:
- Hadis-hadis perintah witir dengan صيغة الأمر (bentuk perintah).
- Konsistensi Nabi dalam melaksanakannya.
Dalam Bada’i as-Shana’i karya Al-Kasani dijelaskan bahwa meninggalkan witir tanpa uzur adalah dosa menurut mazhab.
2️⃣ Mazhab Maliki
Tokohnya: Malik ibn Anas
Status: Sunnah muakkadah sangat ditekankan, namun tidak sampai wajib.
Dalam Al-Mudawwanah al-Kubra, witir termasuk syiar penting malam hari.
3️⃣ Mazhab Syafi’i
Tokohnya: Muhammad ibn Idris al-Shafi'i
Status: Sunnah muakkadah
Menurut Al-Nawawi dalam Al-Majmu’, witir sangat dianjurkan tetapi tidak wajib karena Nabi menyebut lima shalat wajib dalam sehari semalam.
4️⃣ Mazhab Hanbali
Tokohnya: Ahmad ibn Hanbal
Status: Sunnah muakkadah, namun sangat ditekankan.
Menurut Ibn Qudamah dalam Al-Mughni, orang yang terus-menerus meninggalkan witir dianggap tidak adil (kurang komitmen agama).
III. JUMLAH RAKAAT WITIR
Hadis:
الْوِتْرُ رَكْعَةٌ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ
Namun Nabi juga pernah berwitir 3, 5, 7, 9, bahkan 11 rakaat.
Perbandingan Mazhab:
| Mazhab | Minimal | Bentuk Utama |
|---|---|---|
| Hanafi | 3 rakaat | 3 rakaat sekaligus |
| Maliki | 1 rakaat | 1 rakaat setelah syaf’ |
| Syafi’i | 1 rakaat | 1 atau 3 dipisah |
| Hanbali | 1 rakaat | Fleksibel |
🔹 Hanafi
Witir harus 3 rakaat sekaligus dengan satu salam (mirip Maghrib tapi tanpa duduk awal menurut sebagian riwayat).
🔹 Maliki
Witir satu rakaat setelah dua rakaat syaf’.
🔹 Syafi’i
Boleh 1 rakaat, atau 3 rakaat dipisah salam (2 + 1).
🔹 Hanbali
Paling fleksibel; semua riwayat Nabi dianggap sah.
IV. KAJIAN QUNUT WITIR
Dalil Qunut
Hadis dari Hasan bin Ali:
اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ...
(HR. Abu Dawud dan Al-Tirmidhi)
V. PERBEDAAN QUNUT WITIR
| Mazhab | Qunut Witir | Waktu Qunut |
|---|---|---|
| Hanafi | Wajib | Sepanjang tahun |
| Maliki | Tidak disunnahkan rutin | Jarang |
| Syafi’i | Sunnah di separuh akhir Ramadhan | Setelah ruku’ |
| Hanbali | Sunnah | Kadang-kadang |
1️⃣ Hanafi
Qunut witir wajib setiap malam sepanjang tahun.
Dibaca sebelum ruku’ pada rakaat terakhir.
Dalilnya praktik sahabat dan riwayat-riwayat khusus.
2️⃣ Maliki
Tidak membiasakan qunut witir secara rutin.
Lebih menekankan qunut nazilah.
3️⃣ Syafi’i
Qunut witir sunnah di separuh akhir Ramadhan.
Dibaca setelah ruku’.
Menurut Al-Nawawi, ini berdasarkan atsar sahabat.
4️⃣ Hanbali
Qunut boleh dibaca kadang-kadang.
Tidak terus-menerus.
Menurut Ibn Taymiyyah, Nabi kadang membaca, kadang tidak.
VI. Analisis Ushul Fiqh Perbedaan
Perbedaan timbul karena:
- Variasi riwayat praktik Nabi.
- Perbedaan dalam memahami استمرار الفعل (kontinuitas perbuatan Nabi).
- Perbedaan antara ibadah ta‘abbudi murni dan fleksibel.
Mazhab Hanafi mengambil pendekatan kewajiban karena konsistensi praktik.
Syafi’i membatasi pada Ramadhan karena riwayat khusus.
Hanbali melihat fleksibilitas sebagai sunnah.
Maliki berhati-hati dalam membakukan amalan tambahan.
VII. KESIMPULAN ILMIAH
- Witir sangat ditekankan dalam semua mazhab.
- Hanya Hanafi yang mewajibkannya.
- Minimal witir satu rakaat menurut jumhur.
- Qunut witir adalah wilayah ijtihad.
- Semua praktik memiliki dasar riwayat yang sah.
🌙 PENUTUP REFLEKTIF
Witir adalah penutup malam.
Ia seperti tanda tangan spiritual sebelum tidur.
Malam tanpa witir… seperti surat tanpa penutup.
Ramadhan tanpa witir… seperti pesta tanpa doa.
Perbedaan mazhab bukan untuk dipertengkarkan,
tetapi menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah.
Post a Comment