Balaghah Super Detail Kata per Kata untuk QS Al-Baqarah: 39

I. Balaghah Super Detail Kata per Kata untuk QS Al-Baqarah: 39 dengan pendekatan:

  • Analisis Nahwu & Sharaf
  • Analisis Balaghah (Ma‘ani, Bayan, Badi‘)
  • Munasabah (korelasi ayat)
  • Pendapat Mufassir klasik
  • Implikasi teologis (aqidah)

📖 TEKS AYAT

وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَآ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ


1. MUNASABAH (KORELASI KONTEKS)

Ayat 38 berbicara tentang hidayah dan keselamatan bagi yang mengikuti petunjuk.
Ayat 39 menjadi muqābalah (kontras retoris) terhadapnya.

Menurut Al-Tabari, ayat ini adalah bentuk taqsim insani — pembagian manusia menjadi dua golongan¹.

Struktur retorisnya menunjukkan pola:

  • Hidayah → keselamatan
  • Kekafiran → kekekalan neraka

Ini disebut dalam balaghah sebagai at-taqābul (antitesis).


2. ANALISIS NAHWU & SHARAF


1️⃣ وَالَّذِينَ

Nahwu:

  • Wāw: حرف عطف (penghubung)
  • الَّذِينَ: اسم موصول جمع مذكر

Fungsi: Mubtada’ (subjek utama kalimat).

Balaghah:

Pemakaian isim maushul menunjukkan:

  • Sifat mereka sudah tetap
  • Identitas mereka ditentukan oleh perbuatannya

Menurut Az-Zamakhshari dalam Al-Kashshaf, isim maushul memberi kesan ta‘rīf bi al-washf — definisi melalui sifat².

Artinya: Mereka didefinisikan oleh kekafiran.


2️⃣ كَفَرُوا

Sharaf:

  • Fi’il madhi
  • Akar kata: ك-ف-ر
  • Makna asal: menutup

Dalam balaghah, penggunaan fi’il madhi menunjukkan:

  • Perbuatan telah terjadi
  • Telah menetap

Menurut Fakhruddin ar-Razi, madhi di sini menunjukkan istiqrar (ketetapan sikap)³.


3️⃣ وَكَذَّبُوا

Bentuk fi’il dengan tasydid (فعّل) menunjukkan:

  • Intensitas
  • Pengulangan
  • Kesengajaan

Ini bukan sekadar tidak percaya.
Ini aktif mendustakan.

Balaghahnya disebut: المبالغة في الفعل (hiperbolisasi makna tindakan).


4️⃣ بِآيَاتِنَا

Huruf ba’ di sini adalah:

  • Ba’ sababiyah (menunjukkan objek pendustaan)

Tambahan dhamir نا: Menunjukkan kemuliaan (ta‘zhim).

Artinya: Mereka bukan sekadar menolak ayat, Tapi menolak ayat yang langsung dinisbatkan kepada Allah.

Ini memperberat kejahatan retorisnya.


5️⃣ أُولَٰئِكَ

Isim isyarah lil ba‘id (kata tunjuk jauh).

Padahal mereka dekat secara konteks.

Mengapa pakai “yang jauh”?

Menurut Al-Qurthubi: Isyarah jauh di sini menunjukkan kehinaan dan jarak dari rahmat Allah⁴.

Ini disebut dalam balaghah: الإشارة للتبعيد المعنوي


6️⃣ أَصْحَابُ النَّارِ

Analisis:

  • Ashab = teman tetap
  • Tidak disebut “masuk neraka”
  • Disebut “penghuni neraka”

Ini adalah isti‘arah tamtsiliyyah: Menggambarkan neraka seperti tempat tinggal permanen.


7️⃣ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Struktur ini sangat kuat secara balaghah.

1. “Hum” (dhamir fasl)

Memberi makna pembatasan (hasr).

Artinya: Mereka benar-benar kekal, Bukan sekadar lama.

2. “Fiha” didahulukan sebelum “khalidun”

Ini disebut taqdim wa ta’khir.

Fungsinya: Menegaskan tempat sebelum sifat.

Makna implisit: Kekekalan itu khusus di dalam neraka.

3. “Khalidun”

Isim fa’il (bukan fi’il).

Isim menunjukkan: Keadaan tetap, terus-menerus.

Menurut Ibnu Katsir, Ini dalil bahwa kafir tidak keluar dari neraka⁵.


3. DIMENSI BALAGHAH UTAMA


1️⃣ Muqābalah (Kontras)

Ayat 38:

  • Tidak takut
  • Tidak sedih

Ayat 39:

  • Neraka
  • Kekal

Ini memperkuat efek emosional.


2️⃣ Hasr (Pembatasan)

Penggunaan:

  • Hum
  • Isim fa’il

Menunjukkan kepastian absolut.


3️⃣ Ijaz (Keringkasan Padat)

Ayat sangat singkat, Tapi mencakup:

  • Definisi kufur
  • Hukuman
  • Sifat kekekalan

Ini termasuk: إيجاز قصر


4. IMPLIKASI TEOLOGIS

Menurut Ibnu Taimiyah:

Ayat ini menjadi dalil utama bahwa:

  • Kufur besar → kekal di neraka
  • Mukmin berdosa → tidak kekal⁶

5. KESIMPULAN AKADEMIK

QS Al-Baqarah: 39 menunjukkan:

  1. Kufur adalah sikap sadar, bukan ketidaktahuan.
  2. Pendustaan adalah tindakan aktif.
  3. Struktur retoris memperkuat kepastian hukuman.
  4. Kekekalan ditegaskan dengan:
    • Isim fa’il
    • Dhamir fasl
    • Isim isyarah lil ba‘id
    • Taqdim wa ta’khir

Ayat ini adalah salah satu contoh paling kuat dalam Al-Qur’an tentang: Retorika ancaman (uslub at-tahdid).


📚 FOOTNOTE

  1. Al-Tabari, Jami‘ al-Bayan, tafsir QS 2:39
  2. Az-Zamakhshari, Al-Kashshaf, QS 2:39
  3. Fakhruddin ar-Razi, Mafatih al-Ghaib, QS 2:39
  4. Al-Qurthubi, Al-Jami‘ li Ahkam al-Qur’an, QS 2:39
  5. Ibnu Katsir, Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, QS 2:39
  6. Ibnu Taimiyah, Majmu‘ al-Fatawa, jilid 7

II. Level Lanjutan (‘advanced rhetorical analysis’) dalam perspektif:

  • Ilmu al-Ma‘ānī (struktur makna & susunan kalimat)
  • Ilmu al-Bayān (metafora, isti‘arah, majaz)
  • Ilmu al-Badī‘ (keindahan retoris)
  • Analisis tarkīb (arsitektur kalimat)
  • Dimensi teologis yang lahir dari struktur balaghah

Objek kajian:

وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ


I. ANALISIS ILMU AL-MA‘ĀNĪ (Struktur Makna dan Efek Sintaksis)

Ilmu Ma‘ani membahas:
bagaimana susunan kalimat memengaruhi makna psikologis dan teologis.


1️⃣ Struktur Jumlah Ismiyyah

Kalimat ini berbentuk jumlah ismiyyah:

أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ

Jumlah ismiyyah menunjukkan:

  • Tsubūt (ketetapan)
  • Istimrār (kontinuitas)
  • Kepastian

Jika Allah ingin menunjukkan sekadar peristiwa, bisa saja menggunakan fi’il:

يدخلون النار

Namun digunakan jumlah ismiyyah → menunjukkan permanensi.

Menurut Abdul Qahir al-Jurjani dalam Dalā’il al-I‘jāz, pemilihan jumlah ismiyyah adalah bentuk ta’kīd maknawi (penguatan makna eksistensial).


2️⃣ Athaf dengan Wāw (وَكَفَرُوا وَكَذَّبُوا)

Huruf waw di sini bukan sekadar penghubung. Dalam ma‘ani ia menunjukkan:

  • Jam‘ mutlaq (penggabungan tanpa jeda waktu)
  • Tidak menunjukkan urutan (berbeda dengan ف)

Artinya: Kekafiran dan pendustaan adalah dua sifat yang menyatu.

Secara teologis: Kufur batin + takdzib lisan → kesempurnaan kekafiran.


3️⃣ Taqdim wa Ta’khir (Pendahuluan & Pengakhiran)

هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Normalnya:

هم خالدون فيها

Tetapi “fiha” didahulukan.

Dalam ma‘ani, taqdim menunjukkan:

  • Qashr (pembatasan)
  • Takhshish (pengkhususan)

Maknanya: Kekekalan mereka hanya di neraka, bukan di tempat lain.

Ini disebut: قصر إضافي بطريق التقديم


4️⃣ Dhamir Fashl (هُمْ)

“Hum” di sini bukan sekadar subjek.

Ia berfungsi sebagai:

  • Dhamir fashl
  • Alat hasr (pembatasan)

Maknanya: Mereka — dan benar-benar mereka — yang kekal.

Ini bentuk: قصر موصوف على صفة


II. ANALISIS ILMU AL-BAYĀN

Sekarang masuk ke lapisan metaforis.


1️⃣ Isti‘arah dalam “أصحاب النار”

Secara literal: Ashab = sahabat, teman dekat.

Tetapi dalam konteks neraka: Ini bukan pertemanan.

Ini adalah: استعارة تمثيلية

Neraka digambarkan seperti rumah yang dihuni lama.

Menurut As-Sakkaki dalam Miftah al-‘Ulum, isti‘arah semacam ini membangun imajinasi visual yang menetap.

Makna implisit: Mereka merasa nyaman dalam kekafiran → akhirnya nyaman di neraka.


2️⃣ Majaz dalam “خالدون”

Khalid secara bahasa berarti: “Tinggal lama”

Dalam ayat ini: Maknanya kekekalan tanpa akhir.

Ini termasuk: مجاز مرسل بعلاقة الإطلاق

Karena secara bahasa “khalid” bisa berarti lama, tapi di sini maknanya abadi.


III. ANALISIS ILMU AL-BADĪ‘ (Keindahan Retoris)


1️⃣ Muqābalah (Antitesis)

Ayat 38:

  • لا خوف عليهم
  • لا هم يحزنون

Ayat 39:

  • أصحاب النار
  • هم فيها خالدون

Ini pola kontras sempurna.

Dalam badī‘ disebut: طباق معنوي سياقي

Kontras ini membangun tekanan emosional tinggi.


2️⃣ Ijaz Qasr (Keringkasan Padat)

Ayat ini hanya beberapa kata, tetapi mengandung:

  • Definisi kufur
  • Hukuman
  • Status kekal
  • Kepastian eksistensial

Ini disebut: إيجاز بالحذف والتكثيف


IV. ANALISIS TARKĪB (ARSITEKTUR RETORIS)

Struktur ayat:

  1. Identifikasi pelaku
  2. Deskripsi perbuatan
  3. Penunjukan jarak (أولئك)
  4. Penetapan status
  5. Penegasan kekekalan

Ini disebut dalam teori nazm oleh Abdul Qahir al-Jurjani sebagai:

ترتيب المعاني بحسب قوة التأثير

Makna disusun berdasarkan kekuatan dampaknya.

Efek psikologisnya:

  • Identifikasi
  • Tuduhan
  • Penghakiman
  • Finalitas

V. DIMENSI SEMANTIK LANJUTAN


1️⃣ Isim Isyarah Lil-Ba‘id (أولئك)

Kenapa tidak pakai هؤلاء?

Karena أولئك menunjukkan:

  • Jarak maknawi
  • Kehinaan
  • Jauh dari rahmat

Ini disebut: التبعيد للتحقير


2️⃣ Repetisi Struktur Bunyi

Perhatikan bunyi:

كَفَرُوا
كَذَّبُوا

Ada irama internal:

  • Kaf → kaf
  • Wawu jama‘ → wawu jama‘

Ini menciptakan simetri fonetik (parallelism).


VI. IMPLIKASI TEOLOGIS BALAGHAH

Menurut Fakhruddin ar-Razi:

Struktur ini menunjukkan bahwa:

  1. Kufur adalah pilihan sadar.
  2. Kekekalan adalah konsekuensi logis dari penolakan absolut.
  3. Retorika ayat mempertegas bahwa ancaman ini bukan simbolik.

VII. RINGKASAN STRUKTURAL

Unsur Fungsi Balaghah Dampak
Jumlah ismiyyah Tsubut Permanen
Dhamir fashl Hasr Kepastian
Taqdim Takhshish Penegasan
Isti‘arah Visualisasi Emosional
Muqabalah Kontras Dramatis
Isim isyarah jauh Tahqir Psikologis

KESIMPULAN 

QS 2:39 adalah contoh:

  • Nazm Qur’ani presisi tinggi
  • Integrasi ma‘ani, bayan, badī‘
  • Struktur yang memadukan makna teologis dan efek psikologis

Ia bukan hanya ayat ancaman, tetapi arsitektur retoris yang menunjukkan:

Kekafiran bukan sekadar kesalahan, tetapi sikap eksistensial yang membentuk takdir akhir.



Tidak ada komentar