Ingat Nikmat, Tepati Janji, Takut Hanya Kepada Allah
“Ingat Nikmat, Tepati Janji, Takut Hanya Kepada Allah”
🌅 PEMBUKAAN
Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin…
Segala puji bagi Allah yang masih memberi kita udara gratis…
Masih memberi jantung yang berdetak tanpa kita bayar listriknya…
Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad ﷺ…
Hadirin yang dimuliakan Allah…
Hari ini kita dengar panggilan yang bukan untuk Yahudi saja…
Bukan hanya untuk Bani Israil…
Tapi untuk kita.
Allah berfirman:
يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ...
“Wahai Bani Israil, ingatlah nikmat-Ku…”
📌 BAGIAN 1 — INGAT NIKMAT
Allah tidak berkata: “Wahai pendosa!”
Allah panggil dengan nama leluhur yang saleh.
Karena Israil adalah Nabi Ya‘qub.
Menurut Ibnu Katsir, ini panggilan lembut agar hati mereka kembali¹.
Saudaraku…
Kadang Allah juga panggil kita dengan lembut.
Allah beri kita:
- Nafas
- Anak
- Rumah
- Pekerjaan
- Islam
Tapi kita?
Bangun tidur buka HP…
Bukan buka doa.
Kalau listrik mati 5 menit kita panik.
Kalau iman mati 5 tahun kita santai…
📖 Dalil
وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا
“Jika kalian hitung nikmat Allah, takkan mampu menghitungnya.” (QS An-Nahl: 18)
💥 NAIK EMOSI
Coba kita jujur…
Berapa kali kita sujud syukur karena masih bisa berjalan?
Berapa kali kita menangis karena Allah masih beri iman?
Nikmat terbesar bukan uang.
Nikmat terbesar adalah tidak dicabutnya iman.
📌 BAGIAN 2 — JANJI KEPADA ALLAH (
Allah lanjutkan:
وَأَوْفُوا بِعَهْدِي أُوفِ بِعَهْدِكُمْ
“Tepati janji-Ku, Aku tepati janji-Ku.”
Apa janji kita?
Saat di alam ruh Allah bertanya:
أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى
“Bukankah Aku Tuhanmu?”
“Kami bersaksi.”
Kita pernah berjanji.
Tapi sekarang?
Azan dipanggil… kita tunda.
Qur’an dibaca… kita sibuk.
Doa dipanjatkan… kita ragu.
💥 PUNCAK PERINGATAN
Hati-hati…
Jangan sampai kita jadi umat yang mengaku cinta Nabi,
tapi sunnahnya tidak dijalani.
Jangan sampai kita berkata: “Islam agama saya,”
tapi Allah bukan prioritas hidup kita.
Hadis
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ… إِذَا عَاهَدَ غَدَرَ
“Tanda munafik… jika berjanji ia ingkar.”
(HR Bukhari & Muslim)
Saudaraku…
Allah tidak pernah ingkar janji.
Kita yang sering ingkar.
📌 BAGIAN 3 — TAKUT HANYA KEPADA ALLAH
Allah tutup ayat dengan:
وَإِيَّايَ فَارْهَبُونِ
“Hanya kepada-Ku kalian takut.”
Kenapa Allah tegaskan?
Karena Bani Israil lebih takut kepada manusia.
Dan kita?
Lebih takut kehilangan jabatan daripada kehilangan iman.
Lebih takut miskin daripada takut neraka.
Lebih takut komentar manusia daripada murka Allah.
📖 Dalil
فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ
“Jangan takut kepada mereka, takutlah kepada-Ku.” (QS Ali Imran: 175)
🔥 KLIMAKS EMOSI
Saudaraku…
Jika Allah cabut nikmat hari ini…
Siapa yang bisa menolong?
Jika Allah cabut kesehatan…
Dokter tak mampu mengembalikan satu detik umur.
Jika Allah cabut iman…
Itulah musibah terbesar.
🌧 TURUN KE REFLEKSI LEMBUT
Allah masih beri kita kesempatan.
Kita masih bisa istighfar.
Masih bisa sujud.
Masih bisa memperbaiki janji.
Itu artinya Allah belum menutup pintu.
🤲 MUNAJAT
Ya Allah…
Kami sering lupa nikmat-Mu…
Kami hitung saldo…
tapi tidak hitung dosa.
Kami bangga pada jabatan…
tapi lalai pada amanah.
Ya Allah…
Engkau beri kami mata…
tapi kami gunakan untuk maksiat.
Engkau beri kami lisan…
tapi kami gunakan untuk menyakiti.
Engkau beri kami hati…
tapi kami isi dengan dunia.
Ya Allah…
Jika bukan karena rahmat-Mu
kami sudah binasa.
Ya Allah…
Jangan Engkau cabut iman kami
saat kami sedang lalai.
Jangan Engkau ambil nyawa kami
saat kami jauh dari sujud.
Ya Allah…
Kami takut kepada manusia…
padahal Engkau yang menguasai manusia.
Kami takut miskin…
padahal Engkau pemilik rezeki.
Kami takut masa depan…
padahal Engkau sudah menulis takdir.
Ya Allah…
Jika hari ini Engkau ampuni kami,
itu bukan karena kami layak…
Tapi karena Engkau Maha Pengasih.
Ya Allah…
Kumpulkan kami bersama Nabi-Mu Muhammad ﷺ…
Ampuni dosa orang tua kami…
Lembutkan hati anak-anak kami…
Teguhkan iman kami sampai akhir hayat…
Jadikan kematian kami husnul khatimah…
Ya Allah…
Jika Engkau belum mengampuni kami malam ini,
maka siapa lagi yang bisa mengampuni?
Ya Allah…
kami kembali kepada-Mu…
kami lemah…
kami berdosa…
kami butuh Engkau…
Aamiin ya Rabbal ‘alamin…
🕌 PENUTUP
Saudaraku…
Ingat nikmat.
Tepati janji.
Takut hanya kepada Allah.
Semoga kita tidak hanya mendengar ayat ini…
tapi menghidupkannya.
Post a Comment