BUMI HAMPARAN, LANGIT ATAP — MAKA JANGAN SEKUTUKAN ALLAH!

🌍 CERAMAH TAUHID RUBUBIYAH

“BUMI HAMPARAN, LANGIT ATAP — MAKA JANGAN SEKUTUKAN ALLAH!”


📖 AYAT POKOK

Al-Qur'an Surah Al-Baqarah Ayat 22

الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ فِرَاشًا وَّالسَّمَاۤءَ بِنَاۤءً ۖ وَّاَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَاَخْرَجَ بِهٖ مِنَ الثَّمَرٰتِ رِزْقًا لَّكُمْ ۚ فَلَا تَجْعَلُوْا لِلّٰهِ اَنْدَادًا وَّاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya:
“Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air dari langit lalu menghasilkan dengan air itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Maka janganlah kamu menjadikan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui.”


I. BUMI SEBAGAI HAMAPARAN (TAUHID DALAM PENCIPTAAN)

الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا

Bumi disebut firāsyan — hamparan yang nyaman.

📚 Ath-Thabari menjelaskan:
“Allah menjadikan bumi mudah dihuni, stabil, dan layak bagi kehidupan.”
(Jāmi’ al-Bayān, 1/333)

Kalau bumi sedikit saja miring dari orbitnya…
Kalau rotasi sedikit berubah…
Tidak ada kehidupan.

Itu bukan kebetulan. Itu rububiyah.

Humor ringan 😄
Manusia saja kalau kasur sedikit keras langsung komplain di hotel:
“Bintang lima kok begini?”
Padahal bumi kita gratis… full fasilitas… oksigen unlimited.


II. LANGIT SEBAGAI ATAP

وَالسَّمَاءَ بِنَاءً

Langit disebut binā’an (bangunan/atap).

Ayat penjelas:

Al-Qur'an Surah Al-Anbiya: 32

وَجَعَلْنَا السَّمَاءَ سَقْفًا مَّحْفُوظًا

“Dan Kami jadikan langit sebagai atap yang terpelihara.”

📚 Al-Qurtubi berkata:
“Langit menjaga bumi dari kehancuran.”
(Al-Jāmi’ li Ahkām al-Qur’ān, 1/231)

Ilmu modern menyebut atmosfer, ozon, medan magnet.
Qur’an sudah menyebutnya 14 abad lalu.

Atmosfer melindungi dari:

  • Meteorit
  • Radiasi
  • Suhu ekstrem

Kalau tidak ada “atap” ini — bumi jadi oven kosmik.


III. HUJAN DAN SIKLUS AIR

وَأَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً

Air adalah sumber kehidupan.

Al-Qur'an Surah Az-Zumar: 21

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَسَلَكَهُ يَنَابِيعَ فِي الْأَرْضِ

“Tidakkah kamu melihat bahwa Allah menurunkan air dari langit lalu menjadikannya sumber-sumber air di bumi?”

📚 Ibnu Katsir:
“Air itu masuk ke dalam tanah lalu menjadi mata air.”
(Tafsir Ibnu Katsir, 1/137)

Siklus air:

  • Penguapan
  • Awan
  • Hujan
  • Sungai
  • Laut

Qur’an menyebut tahap-tahapnya dalam:

Al-Qur'an Surah Ar-Rum: 48

اللَّهُ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا

“Allah yang mengirim angin lalu menggerakkan awan…”

Ilmu meteorologi modern baru memahami detailnya ±200 tahun terakhir.


IV. BUAH-BUAHAN SEBAGAI REZEKI

فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَّكُمْ

Allah tidak hanya menurunkan hujan.
Allah menjadikannya rezeki.

Al-Qur'an Surah Al-Waqi’ah: 68-70

أَفَرَأَيْتُمُ الْمَاءَ الَّذِي تَشْرَبُونَ
أَأَنتُمْ أَنزَلْتُمُوهُ مِنَ الْمُزْنِ أَمْ نَحْنُ الْمُنزِلُونَ
لَوْ نَشَاءُ جَعَلْنَاهُ أُجَاجًا فَلَوْلَا تَشْكُرُونَ

“Kamukah yang menurunkannya atau Kami? Jika Kami kehendaki, Kami jadikan asin.”

Air tawar itu nikmat.
Kalau Allah jadikan asin — selesai kehidupan.

Humor 😄
Kita ribut kalau air galon telat datang…
Padahal Allah kirim miliaran liter tiap musim hujan — gratis.


V. LARANGAN SYIRIK (INTI AYAT)

فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَندَادًا

Jangan jadikan tandingan bagi Allah.

📚 Ibnu Abbas berkata:
“Al-Andād adalah sekutu dalam ibadah.”
(Diriwayatkan oleh Ath-Thabari)

📖 Rasulullah ﷺ bersabda:

أَعْظَمُ الذَّنْبِ أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ
“Dosa terbesar adalah engkau menjadikan tandingan bagi Allah padahal Dia yang menciptakanmu.”
(HR. Bukhari-Muslim)

Syirik modern bukan hanya patung.

Bisa berupa:

  • Mengandalkan selain Allah sepenuhnya
  • Takut makhluk melebihi takut kepada Allah
  • Menjadikan dunia sebagai pusat hidup

VI. TAUHID DAN EKOLOGI

Allah menyebut bumi, langit, hujan…
Berarti manusia harus menjaga.

Al-Qur'an Surah Al-A’raf: 56

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا

“Janganlah kalian merusak bumi setelah diperbaiki.”

Tauhid melahirkan tanggung jawab lingkungan.

Kalau kita merusak hutan, mencemari sungai —
itu pengkhianatan amanah khalifah.


VII. TUJUAN PENCIPTAAN

Al-Qur'an Surah Adz-Dzariyat: 56

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah.”

Al-Qur'an Surah Al-Mulk: 2

لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

“Untuk menguji siapa yang terbaik amalnya.”


VIII. KESIMPULAN MIMBAR

Ayat 22 adalah dalil tauhid rububiyah → menuju tauhid uluhiyah.

Kalau Allah:

  • Ciptakan bumi
  • Bangun langit
  • Turunkan hujan
  • Tumbuhkan buah

Maka: Jangan sekutukan Dia.

Kalau semua nikmat dari Allah… Kenapa hati masih menggantung pada selain-Nya?


📚 FOOTNOTE RUJUKAN

  1. Ath-Thabari, Jāmi’ al-Bayān, Dar Hijr.
  2. Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, Dar Tayyibah.
  3. Al-Qurtubi, Al-Jāmi’ li Ahkām al-Qur’ān, Dar Al-Kutub Al-Mishriyyah.
  4. Shahih Bukhari & Muslim, Kitab At-Tauhid.


Tidak ada komentar