CINTA DUNIA & PANJANG ANGAN: PENYAKIT HATI YANG PALING HALUS
“CINTA DUNIA & PANJANG ANGAN: PENYAKIT HATI YANG PALING HALUS”
Pembukaan
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.
Segala puji bagi Allah yang masih memberi kita napas,
padahal dosa kita lebih banyak daripada sujud kita.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ,
manusia yang paling zuhud di dunia,
tapi paling mulia di sisi Allah.
Hadirin rahimakumullah…
Hari ini kita tidak bicara tentang dosa besar yang kasat mata.
Bukan zina. Bukan khamr.
Tapi penyakit hati yang pelan-pelan membunuh iman
tanpa terasa…
Cinta dunia…
dan panjang angan-angan.
Mukadimah Dalil Utama
Rasulullah ﷺ bersabda:
«مَنْ كَانَتْ نِيَّتُهُ الْآخِرَةَ جَمَعَ اللَّهُ شَمْلَهُ…»
“Barangsiapa niatnya akhirat, Allah satukan urusannya,
Allah jadikan kaya di hatinya,
dan dunia datang kepadanya dalam keadaan hina.”
Tapi dengarkan lanjutannya…
«وَمَنْ كَانَتْ نِيَّتُهُ الدُّنْيَا، فَرَّقَ اللَّهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ…»
“Barangsiapa niatnya dunia, Allah cerai-beraikan hidupnya,
kefakiran diletakkan di depan matanya…”
Hadirin…
Ini bukan soal banyak atau sedikit harta.
Ini soal niat dan arah hidup.
Bagian 1: Apa Itu Cinta Dunia?
Cinta dunia bukan berarti punya rumah.
Bukan berarti punya sawah.
Bukan berarti punya usaha.
❌ Salah besar kalau kita kira orang zuhud itu harus miskin.
Cinta dunia itu:
➡️ ketika hati lengket
➡️ ketika kehilangan dunia bikin iman runtuh
➡️ ketika dunia lebih ditakuti daripada Allah
Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه berkata:
إِنَّمَا أَخْشَى عَلَيْكُمُ اثْنَتَيْنِ: طُولَ الْأَمَلِ وَاتِّبَاعَ الْهَوَى
“Aku khawatir atas kalian dua perkara:
panjang angan-angan dan mengikuti hawa nafsu.”
Kenapa?
طُولُ الْأَمَلِ يُنْسِي الْآخِرَةَ
“Panjang angan-angan membuat lupa akhirat.”
Kisah Kampung
Hadirin…
Coba jujur pada diri sendiri.
Di kampung kita,
berapa banyak orang yang bilang:
“Nanti saja ngaji…
nanti saja hijrah…
nanti kalau anak sudah besar…
nanti kalau ekonomi aman…”
Padahal…
tetangga kita yang kemarin ikut ronda,
hari ini sudah di kubur.
Kuburan tidak pernah tanya:
“Sudah lunas cicilan belum?”
“Anak sudah sukses belum?”
Bagian 2: Panjang Angan – Tipu Daya Setan
Rasulullah ﷺ bersabda:
«يَا عَلِيُّ، أَرْبَعُ خِصَالٍ مِنَ الشَّقَاءِ… وَبُعْدُ الْأَمَلِ»
“Empat tanda kesengsaraan… salah satunya panjang angan.”
Setan tidak selalu mengajak maksiat sekarang.
Kadang setan cuma bilang:
“Tenang… masih lama.”
Dan itulah yang membunuh kita.
Ilustrasi Nusuk Hati
Panjang angan itu seperti orang bilang:
“Aku mau tobat…
tapi bukan hari ini.”
Padahal…
hari ini belum tentu dapat besok.
Bagian 3: Dunia Ini Apa Sih?
Seorang sahabat bertanya pada Nabi ﷺ:
“Wahai Rasulullah, apa itu dunia?”
Jawab Nabi ﷺ:
«حُلْمُ الْمَنَامِ»
“Mimpi orang tidur.”
Hadirin…
Kalau mimpi itu indah,
begitu bangun…
habis.
Pukulan Terakhir Sebelum Doa
Rasulullah ﷺ bersabda:
«لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَزِنُ عِنْدَ اللَّهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ…»
“Seandainya dunia bernilai di sisi Allah seberat sayap nyamuk…”
Tapi kita…
rela menukar iman
demi sesuatu yang tidak bernilai di sisi Allah.
DOA
Allahumma…
kami datang bukan membawa amal…
kami datang membawa dosa…
Ya Allah…
kami terlalu mencintai dunia…
kami terlalu panjang angan…
Kami menunda taubat,
padahal malaikat maut tidak pernah menunda tugasnya…
Ya Allah…
betapa sering kami berkata “nanti”…
padahal Engkau berkata: segera…
Ampuni kami ya Allah....
Ya Allah…
jika hari ini adalah hari terakhir kami…
jika nafas ini adalah nafas terakhir kami…
jangan Engkau matikan kami
dalam keadaan cinta dunia…
Jangan Engkau matikan kami
dalam keadaan panjang angan…
Ya Allah…
patahkan cinta dunia dari hati kami…
ganti dengan cinta kepada-Mu…
Pendekkan angan-angan kami…
hidupkan rasa takut bertemu-Mu…
Jadikan dunia hanya di tangan kami…
jangan Engkau letakkan di hati kami…
Ya Allah…
jika Engkau tidak mengampuni kami malam ini…
kepada siapa lagi kami berharap…?
Jika Engkau menolak kami hari ini…
ke pintu siapa lagi kami mengetuk…?
Kami pulang membawa dosa…
kami ingin pulang membawa ampunan…
Rabbana la tuzigh qulubana…
Rabbighfir warham…
(tutup dengan shalawat & istighfar panjang)
Post a Comment