SABAR DI SAAT TERJEPIT, IMAN DI SAAT TERHIMPIT


“SABAR DI SAAT TERJEPIT, IMAN DI SAAT TERHIMPIT”

Mengapa Allah menguji, dan mengapa justru orang baik yang paling berat ujiannya


PEMBUKA 

Mukadimah

الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا…

Shalawat dan salam kepada Nabi ﷺ, keluarga, sahabat, dan pengikutnya hingga akhir zaman.

Pembuka emosional

Jamaah yang dimuliakan Allah…

Hidup ini aneh.
Yang rajin shalat kadang sakit.
Yang jujur kadang terhimpit.
Yang sabar kadang paling lama diuji.

Sementara yang lalai…
kok kelihatannya lancar?
usaha jalan, dompet tebal, status WA senyum terus.

Di sinilah iman diuji.


BAGIAN 1

HAKIKAT SABAR & UJIAN 

Dalil Al-Qur’an

QS. Al-Baqarah: 155

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Artinya:
“Sungguh Kami akan menguji kalian dengan sedikit rasa takut, lapar, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”

Ulasan ulama
Ibnu Katsir رحمه الله:

“Allah menyebut ujian sebelum pahala, karena surga tidak diraih dengan angan-angan.”

📚 Tafsir Ibnu Katsir


Hadis Nabi ﷺ

«أَشَدُّ النَّاسِ بَلَاءً الْأَنْبِيَاءُ، ثُمَّ الصَّالِحُونَ، ثُمَّ الْأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ»

Artinya:
“Manusia yang paling berat ujiannya adalah para nabi, kemudian orang-orang shalih, lalu yang semisal mereka.”
(HR. Tirmidzi)

Humor halus

Jadi kalau hidup kita adem ayem tanpa ujian, jangan-jangan… iman kita masih kelas “pemula” 😅
Bukan hina, tapi peringatan.


BAGIAN 2

SABAR ADALAH KEPALA IMAN 

Atsar Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه

وَاعْلَمُوا أَنَّ الصَّبْرَ مِنَ الْأُمُورِ بِمَنْزِلَةِ الرَّأْسِ مِنَ الْجَسَدِ

Artinya:
“Ketahuilah, sabar itu bagi iman seperti kepala bagi tubuh. Jika kepala hilang, rusaklah tubuh.”

📚 Hilyatul Auliya’ – Abu Nu’aim

Penekanan mimbar

Shalat tanpa sabar = emosi
Ilmu tanpa sabar = sombong
Dakwah tanpa sabar = marah-marah
Rumah tangga tanpa sabar = grup WA isinya sindiran semua 😌


BAGIAN 3

HADIS “YA GHULAM” – PEGANGAN HIDUP 

Hadis Ibnu Abbas رضي الله عنهما

«احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ… تَعَرَّفْ إِلَى اللَّهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ…»

Artinya ringkas:
“Jagalah Allah, niscaya Allah menjagamu… Kenalilah Allah di saat lapang, Allah akan mengenalimu di saat sempit…”

(HR. Tirmidzi)

Ulasan Ibn Rajab

“Siapa yang mengabaikan Allah saat sehat, akan kebingungan mencari Allah saat sakit.”

📚 Jami’ al-‘Ulum wal Hikam

Sentilan lembut

Waktu lapang: lupa masjid
Waktu sempit: “Ya Allah… Ya Allah…”
Allah Maha Penyayang, tapi jangan jadikan doa cuma tombol darurat.


BAGIAN 4

BALAA’ ITU TANDA CINTA 

Hadis

«إِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا ابْتَلَاهُ»

Artinya:
“Jika Allah mencintai seorang hamba, Dia akan mengujinya.”
(HR. Ahmad)

Kisah Indonesia (nyentuh)
Ada bapak di kampung:
– Dagang bangkrut
– Anak sakit
– Rumah bocor
Tapi lisannya tak pernah mengeluh.

Ketika ditanya:

“Pak, kok kuat?”

Jawabnya:

“Kalau bukan Allah yang pegang hidup saya, mungkin saya sudah lepas.”

💔 Ini bukan teori. Ini iman orang kecil yang besar di sisi Allah.


BAGIAN 5

DUNIA SEBENTAR, AKHIRAT SELAMANYA

Hadis Anas رضي الله عنه

يُؤْتَى بِأَنْعَمِ أَهْلِ الدُّنْيَا… ثُمَّ يُغْمَسُ فِي النَّارِ غَمْسَةً…

Artinya ringkas:
Orang paling nikmat di dunia dicelupkan sebentar ke neraka, lalu lupa seluruh kenikmatan dunia.

(HR. Muslim)

Refleksi

Jangan iri dengan dunia orang lain.
Bisa jadi itu “bonus sementara”, tapi tagihannya panjang.


PENUTUP 

Jamaah…

Kalau hari ini:

  • hati sesak
  • rezeki sempit
  • hidup berat

Ingat satu kalimat Nabi ﷺ:

«وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ»

“Pertolongan bersama sabar, dan kelapangan bersama kesempitan.”


RUJUKAN KITAB

  1. Riyadhus Shalihin – Imam an-Nawawi
  2. Jami’ al-‘Ulum wal Hikam – Ibn Rajab
  3. Hilyatul Auliya’ – Abu Nu’aim
  4. Musnad Ahmad
  5. Sunan Tirmidzi
  6. Tafsir Ibnu Katsir


Tidak ada komentar