DETIK SAAT ITU DATANG: Antara Cabutan Lembut atau Cabutan Menghancurkan
🎤 “DETIK SAAT ITU DATANG: Antara Cabutan Lembut atau Cabutan Menghancurkan”
🟢PEMBUKAAN
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Saudaraku…
Setiap kita sedang berjalan…
Menuju satu titik…
Yang tidak bisa kita hindari…
Kematian.
Tidak ada yang bisa nego.
Tidak ada yang bisa menunda.
Tidak ada yang bisa transfer ke orang lain.
Allah membuka Surah ini dengan sumpah yang menggetarkan:
وَالنَّازِعَاتِ غَرْقًا وَالنَّاشِطَاتِ نَشْطًا
Demi malaikat yang mencabut dengan keras…
Dan demi malaikat yang mencabut dengan lembut…
Saudaraku…
Pertanyaannya bukan “Apakah kita mati?”
Tapi…
Dicabut dengan cara apa?
🔥 DETIK DICABUTNYA RUH
Bayangkan…
Tubuh masih hangat.
Keluarga di sekitar.
Tapi pandangan mulai kabur.
Rasulullah ﷺ bersabda tentang mukmin:
“Malaikat turun berwajah putih… membawa kain kafan dari surga…”
Dan tentang pendosa:
“Malaikat turun berwajah hitam… membawa kain dari neraka…”
Saudaraku…
Ada ruh yang keluar seperti tetesan air…
Dan ada ruh yang dicabut seperti besi berduri ditarik dari kain basah…
Coba bayangkan kain basah…
Lalu ditarik besi penuh duri…
Itu ruh yang penuh maksiat.
Kita ini sering takut jarum suntik…
Tapi tidak takut cabutan malaikat…
⚡ GEMPA KIAMAT
يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُ
Hari ketika goncangan pertama mengguncang…
Langit retak.
Gunung hancur.
Laut meluap.
Dalam Surah Az-Zumar ayat 68 Allah berfirman:
“Dan ditiuplah sangkakala…”
Satu tiupan… semua mati.
Saudaraku…
Kita takut gempa 5 skala Richter.
Ini gempa seluruh alam.
Rumah bukan hanya retak…
Bumi terbalik.
Dan saat itu…
Tidak ada sinyal.
Tidak ada trending topic.
Tidak ada update status.
Yang ada hanya…
“Ya Allah… ya Allah…”
🧠 FIR‘AUN: SIMBOL KESOMBONGAN
Allah mengingatkan kisah Musa dan Firaun.
Fir‘aun berkata:
أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَى
“Aku tuhan kalian yang paling tinggi.”
Tinggi?
Sekarang dia hanya mumi.
Tiket museum lebih mahal dari harga dirinya.
Saudaraku…
Jangan sampai kita seperti Fir‘aun kecil.
Fir‘aun berkata dengan lisan.
Kita berkata dengan sikap.
Merasa paling benar.
Paling suci.
Paling hebat.
Padahal hidup kita tergantung satu denyut jantung.
Kalau Allah berhentikan 3 detik saja…
Selesai.
🌌 LOGIKA KEBANGKITAN
أَأَنتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَاءُ
Mana lebih sulit?
Menciptakan langit?
Atau membangkitkan kita?
Kalau Allah mampu menciptakan miliaran galaksi…
Apa sulit menghidupkan kembali satu tubuh?
Saudaraku…
Kita saja bisa restore file dari recycle bin.
Masa Allah tidak bisa restore manusia dari kubur?
🔥 الطَّامَّةُ الْكُبْرَى
فَإِذَا جَاءَتِ الطَّامَّةُ الْكُبْرَى
Bencana terbesar.
Hari ketika:
يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الْإِنسَانُ مَا سَعَى
Manusia ingat semua yang ia lakukan.
Semua chat.
Semua video.
Semua transaksi.
Semua dosa yang kita kira private.
Tidak ada yang private di hadapan Allah.
Lalu Allah membagi manusia dua:
- Yang memilih dunia → Neraka.
- Yang takut kepada Rabbnya → Surga.
Sekarang kita tanya diri kita…
Kita lebih takut kehilangan uang?
Atau kehilangan Allah?
🌅 PENUTUP
كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَا
Ketika melihat kiamat…
Hidup terasa cuma satu sore.
Saudaraku…
70 tahun cuma seperti satu sore.
Kalau begitu…
Kenapa kita gadaikan akhirat demi sore yang sebentar?
Mari kita tundukkan kepala…
Masuk ke munajat…
🤲 DOA
Ya Allah…
Ya Rabb yang menggenggam ruh kami…
Jika Engkau cabut ruh kami malam ini…
Cabutlah dalam keadaan Engkau ridha…
Jangan cabut ruh kami saat mata kami melihat yang haram…
Jangan cabut ruh kami saat tangan kami memegang dosa…
Jangan cabut ruh kami saat hati kami jauh dari-Mu…
Ya Allah…
Kami takut pada cabutan yang keras…
Kami takut pada wajah malaikat yang gelap…
Jadikan malaikat datang dengan senyum…
Dengan kain dari surga…
Dengan kabar gembira…
Ya Allah…
Jika selama ini kami sombong seperti Fir‘aun kecil…
Ampuni…
Jika kami lebih mencintai dunia daripada akhirat…
Ampuni…
Jika kami menunda taubat…
Ampuni sebelum waktu habis…
Ya Allah…
Lembutkan hati kami…
Lunakkan jiwa kami…
Hidupkan hati kami dengan takut kepada-Mu…
Jadikan kami termasuk:
وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ… فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى
Ya Allah…
Jangan Engkau jadikan kami termasuk yang menyesal saat الطَّامَّةُ الْكُبْرَى datang…
Selamatkan anak-anak kami…
Pasangan kami…
Orang tua kami…
Satukan kami di surga-Mu…
Bukan hanya di dunia…
Ya Allah…
Saat malaikat datang…
Biarlah lisan kami mengucap:
Laa ilaaha illallah…
Dan ruh kami keluar seperti air yang menetes…
Aamiin ya Rabbal ‘alamin…
Post a Comment