Ketika Langit Menegur Nabi: Pelajaran Adab, Tauhid, dan Akhirat dari Surah ‘Abasa
“Ketika Langit Menegur Nabi: Pelajaran Adab, Tauhid, dan Akhirat dari Surah ‘Abasa”
Tadabbur mendalam Surah 'Abasa
🟢 I. LATAR BELAKANG TURUNNYA AYAT
📖 Firman Allah (Ayat 1–2)
عَبَسَ وَتَوَلَّىٰ أَنْ جَاءَهُ الْأَعْمَىٰ
“Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, karena seorang buta datang kepadanya.”
Yang dimaksud adalah sahabat mulia
Abdullah bin Umm Maktum
Beliau datang meminta diajari, sementara Nabi ﷺ sedang berdakwah kepada pembesar Quraisy.
📚 Tafsir Ulama
-
Ibn Kathir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim:
Allah menegur Nabi-Nya sebagai bentuk pemuliaan terhadap orang lemah yang tulus mencari kebenaran. -
Al-Qurtubi dalam Al-Jāmi‘ li Ahkām al-Qur’ān:
Ini dalil bahwa nilai seseorang di sisi Allah bukan karena status sosialnya.
🎤 Humor segar:
Kadang kita juga begitu…
Kalau yang datang pejabat → senyum 32 gigi 😁
Kalau yang datang orang sederhana → senyum 2 watt saja…
Untung Allah tidak menilai kita dari follower Instagram 😅
🟡 II. ALLAH MENGAJARKAN PRIORITAS DAKWAH
📖
وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّىٰ أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرَىٰ
“Tahukah engkau, barangkali ia ingin membersihkan diri atau mendapatkan pelajaran lalu pengajaran itu bermanfaat baginya.”
Allah menegur dengan lembut tapi tegas.
📖 Ayat 5–7
أَمَّا مَنِ اسْتَغْنَىٰ فَأَنْتَ لَهُ تَصَدَّىٰ وَمَا عَلَيْكَ أَلَّا يَزَّكَّىٰ
“Adapun orang yang merasa cukup, maka engkau melayaninya. Padahal tidak ada celaan atasmu jika dia tidak membersihkan diri.”
📚 Al-Tabari – Jāmi‘ al-Bayān:
Ayat ini menunjukkan bahwa hidayah bukan di tangan Nabi, apalagi di tangan kita.
📖 Dalil Pendukung
Dalam Surah Al-Qasas ayat 56:
إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ
“Sesungguhnya engkau tidak dapat memberi hidayah kepada orang yang engkau cintai…”
🎤 Humor:
Kadang kita lebih sibuk cari orang “punya potensi donatur”…
Daripada cari orang “punya potensi masuk surga” 😄
🟢 KEMULIAAN AL-QUR’AN
كَلَّا إِنَّهَا تَذْكِرَةٌ فَمَنْ شَاءَ ذَكَرَهُ
“Sekali-kali jangan! Sesungguhnya ini adalah peringatan.”
فِي صُحُفٍ مُكَرَّمَةٍ مَرْفُوعَةٍ مُطَهَّرَةٍ بِأَيْدِي سَفَرَةٍ كِرَامٍ بَرَرَةٍ
“Dalam lembaran-lembaran yang dimuliakan, yang ditinggikan lagi disucikan, di tangan para malaikat, yang mulia dan berbakti.”
📚 Ibn Kathir: “Safarah” adalah malaikat yang menukil dari Lauh Mahfuzh.
📖 Hadis Pendukung
Rasulullah ﷺ bersabda:
الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ
(HR. Bukhari & Muslim)
“Orang yang mahir membaca Al-Qur’an bersama malaikat yang mulia lagi taat.”
🎤 Humor:
Kalau kita baca WA saja terbata-bata…
Tapi baca Al-Qur’an lancar?
Atau sebaliknya? 😅
🔥 IV. MANUSIA YANG LUPA ASAL-USUL
قُتِلَ الْإِنسَانُ مَا أَكْفَرَهُ
“Binasalah manusia! Alangkah sangat kekafirannya!”
مِنْ أَيِّ شَيْءٍ خَلَقَهُ مِنْ نُطْفَةٍ خَلَقَهُ فَقَدَّرَهُ
“Dari apakah Dia menciptakannya? Dari setetes mani, Dia menciptakan dan menentukannya.”
📚 Al-Qurtubi: Ayat ini untuk menghancurkan kesombongan manusia.
🎤 Humor:
Kita ini asalnya cuma setetes…
Tapi gaya hidupnya seperti pemilik galaksi 😄
🌾 V. RENUNGAN MAKANAN
فَلْيَنْظُرِ الْإِنسَانُ إِلَىٰ طَعَامِهِ
“Hendaklah manusia memperhatikan makanannya.”
Allah jelaskan proses hujan, tumbuhan, gandum, anggur, zaitun, kurma.
📖 Dalam Surah Al-Waqi'ah ayat 63–64:
أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَحْرُثُونَ أَأَنْتُمْ تَزْرَعُونَهُ أَمْ نَحْنُ الزَّارِعُونَ
“Apakah kalian yang menumbuhkannya atau Kami?”
🎤 Humor:
Kita upload foto makanan sebelum makan…
Tapi lupa upload syukur sebelum kenyang 😆
⚡ VI. HARI YANG MEMECAHKAN TELINGA
فَإِذَا جَاءَتِ الصَّاخَّةُ
“Apabila datang suara yang memekakkan.”
يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ
Manusia lari dari saudara, ibu, ayah, istri, anak.
📚 Ibn Kathir:
Karena setiap orang sibuk dengan dirinya sendiri.
📖 Hadis
Rasulullah ﷺ bersabda:
يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلًا
(HR. Bukhari & Muslim)
“Manusia dibangkitkan dalam keadaan telanjang, tanpa alas kaki, dan belum disunat.”
Aisyah bertanya: “Ya Rasulullah, apakah mereka saling melihat?”
Beliau menjawab:
الأَمْرُ أَشَدُّ مِنْ أَنْ يَهُمَّهُمْ ذَلِكَ
“Urusannya lebih dahsyat daripada itu.”
🎤 Humor pahit-manis:
Di dunia rebutan warisan…
Di akhirat lari-larian 😅
🌅 VII. WAJAH BERSERI & WAJAH GELAP
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ مُسْفِرَةٌ ضَاحِكَةٌ مُسْتَبْشِرَةٌ
Wajah cerah, tertawa, gembira — orang beriman.
وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ عَلَيْهَا غَبَرَةٌ تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌ
Wajah tertutup debu dan kegelapan — kafir lagi durhaka.
📖 Dalam Surah Al-Qiyamah ayat 22–23:
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٌ
“Wajah-wajah berseri, memandang kepada Rabbnya.”
KESIMPULAN
- Allah memuliakan orang yang tulus mencari hidayah.
- Status sosial tidak menentukan nilai di sisi Allah.
- Manusia hina asal-usulnya tapi sering sombong.
- Nikmat makanan adalah bukti rahmat Allah.
- Hari Kiamat memisahkan semua hubungan kecuali iman.
🏁 PENUTUP
Surah ini mengajarkan adab bahkan kepada Nabi ﷺ.
Kalau Nabi saja ditegur…
Apalagi kita?
Maka jangan pernah meremehkan orang kecil.
Karena bisa jadi…
Di sisi Allah dia lebih besar dari kita.
Post a Comment