DUA JALAN, SATU AKHIR – PILIH SURGA ATAU API?
“DUA JALAN, SATU AKHIR – PILIH SURGA ATAU API?”
I. PEMBUKAAN – ALLAH BERSUMPAH DENGAN KONTRAS
📖 Ayat 1–3
1
وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَىٰ
Demi malam apabila menutupi (segala sesuatu).
2
وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّىٰ
Dan siang apabila terang benderang.
3
وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالْأُنثَىٰ
Dan demi (Tuhan) yang menciptakan laki-laki dan perempuan.
📚 Tafsir Ulama
Dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, Ibn Kathir menjelaskan:
Allah bersumpah dengan fenomena yang berlawanan — malam dan siang — untuk menunjukkan bahwa manusia pun terbagi dalam dua jalan yang sangat berbeda.
Dalam Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an, Al-Qurtubi menyebut:
Sebagaimana malam dan siang tidak mungkin menyatu, begitu pula jalan taat dan maksiat tidak mungkin sama hasilnya.
🎤 Transisi Dakwah
Kalau malam dan siang beda…
Kalau laki-laki dan perempuan beda…
Maka hidup manusia juga beda arah…
Dan Allah tegaskan:
II. USAHA MANUSIA BERBEDA
📖 Ayat 4
إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّىٰ
Sesungguhnya usaha kalian benar-benar berbeda-beda.
Imam Al-Tabari dalam Jami’ al-Bayan menjelaskan:
Ada yang beramal untuk surga, ada yang bekerja untuk neraka.
Masalahnya…
Banyak orang ingin surga…
Tapi gaya hidupnya seperti daftar tunggu neraka.
😄
Kalau mau lulus ujian tapi tidak belajar…
Itu namanya optimis tanpa usaha.
Kalau mau surga tapi hobi maksiat…
Itu namanya nekat spiritual.
III. GOLONGAN PERTAMA – AHLI SURGA
📖 Ayat 5–7
5
فَأَمَّا مَنْ أَعْطَىٰ وَاتَّقَىٰ
Adapun orang yang memberi dan bertakwa.
6
وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَىٰ
Dan membenarkan yang baik.
7
فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَىٰ
Maka Kami akan mudahkan baginya jalan kemudahan.
📚 Tafsir
Menurut Al-Baghawi dalam Ma’alim at-Tanzil:
“Al-husna” adalah kalimat Laa ilaaha illallah dan janji surga.
Orang ini punya 3 ciri:
- Dermawan
- Bertakwa
- Yakin akhirat
📖 Dalil Hadis
Rasulullah ﷺ bersabda:
اتَّقِ النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ
“Takutlah kalian kepada neraka walau dengan setengah kurma.”
(HR. Bukhari no. 1417, Muslim no. 1016)
Humor sejenak…
Kadang kita susah sedekah seribu rupiah…
Tapi kalau diskon 70% langsung refleks.
“Ini bukan boros… ini investasi.”
Padahal investasi akhirat diskonnya 700 kali lipat.
IV. GOLONGAN KEDUA – AHLI NERAKA
📖 Ayat 8–11
8
وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَىٰ
9
وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَىٰ
10
فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَىٰ
11
وَمَا يُغْنِي عَنْهُ مَالُهُ إِذَا تَرَدَّىٰ
Allah membalik logika dunia.
Di dunia pelit terlihat aman.
Di akhirat pelit mempercepat kehancuran.
📖 Dalil Penguat
Surah Ali ‘Imran 180:
وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ... هُوَ خَيْرًا لَهُم بَلْ هُوَ شَرٌّ لَّهُمْ
“Janganlah orang yang bakhil menyangka itu baik bagi mereka, bahkan itu buruk bagi mereka.”
📖 Hadis
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
“Sedekah tidak mengurangi harta.”
(HR. Muslim no. 2588)
Lucunya manusia…
Kalau beli kopi 50 ribu → biasa.
Kalau infak 50 ribu → mikir tiga hari.
Padahal kopi cuma bikin melek 3 jam.
Sedekah bikin selamat selamanya.
V. PETUNJUK DARI ALLAH
📖 Ayat 12–13
إِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدَىٰ
“Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk.”
وَإِنَّ لَنَا لَلْآخِرَةَ وَالْأُولَىٰ
“Dan milik Kamilah akhirat dan dunia.”
Menurut Ibn Kathir:
Allah menunjukkan jalan, manusia memilih.
Jangan salahkan takdir kalau kita sengaja memilih maksiat.
VI. PERINGATAN NERAKA
📖 Ayat 14–16
فَأَنذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظَّىٰ
لَا يَصْلَاهَا إِلَّا الْأَشْقَى
الَّذِي كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ
Neraka itu bukan dongeng.
Api dunia 1 banding 70 dengan api akhirat.
Hadis:
نَارُكُمْ هَذِهِ جُزْءٌ مِنْ سَبْعِينَ جُزْءًا مِنْ نَارِ جَهَنَّمَ
(HR. Bukhari no. 3265)
Kalau kompor meledak saja kita panik…
Bagaimana dengan api yang 70 kali lebih panas?
VII. CONTOH NYATA – ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ
📖 Ayat 17–21
وَسَيُجَنَّبُهَا الْأَتْقَى
الَّذِي يُؤْتِي مَالَهُ يَتَزَكَّىٰ
Ayat ini turun tentang Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu ketika membebaskan Bilal ibn Rabah.
Dalam Asbab an-Nuzul karya Al-Wahidi disebutkan sebab turunnya ayat ini terkait peristiwa tersebut.
Beliau tidak membebaskan Bilal untuk pencitraan.
Kalau zaman sekarang mungkin langsung upload:
“Alhamdulillah hari ini sedekah… jangan lupa like share subscribe.”
Tapi Abu Bakar memberi diam-diam.
Dan Allah balas:
وَلَسَوْفَ يَرْضَىٰ
“Dan kelak dia benar-benar ridha.”
KESIMPULAN
Surah ini membagi manusia jadi dua:
- Memberi – bertakwa – yakin akhirat → dimudahkan surga
- Pelit – sombong – dustakan akhirat → dimudahkan neraka
Allah memudahkan sesuai pilihan kita.
Kalau kita rajin maksiat… lama-lama maksiat terasa ringan.
Kalau kita rajin taat… lama-lama taat terasa nikmat.
Itulah sunnatullah.
PENUTUP
Sekarang tanya diri…
Kita sedang menuju “yusra” atau “’usra”?
Menuju kemudahan surga… atau kemudahan neraka?
Harta tidak ikut.
Jabatan tidak ikut.
Yang ikut hanya amal.
Semoga kita termasuk yang Allah firmankan:
فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَىٰ
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Post a Comment