BERSIHKAN JIWAMU SEBELUM ALLAH BERSUMPAH ATASNYA
🌞 “BERSIHKAN JIWAMU SEBELUM ALLAH BERSUMPAH ATASNYA”
⏱️Pembukaan
Bismillahirrahmanirrahim…
Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin…
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad ﷺ…
Hadirin yang dimuliakan Allah…
Malam ini kita tidak sedang membahas politik…
Tidak sedang membahas ekonomi…
Tidak sedang membahas orang lain…
Kita sedang membahas… JIWA KITA SENDIRI.
Dan Allah membuka surah ini dengan sumpah…
⏱️ Bacaan Ayat
وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا
Demi matahari dan cahayanya.
وَالْقَمَرِ إِذَا تَلَاهَا
Dan bulan apabila mengiringinya.
وَالنَّهَارِ إِذَا جَلَّاهَا
Dan siang apabila menampakkannya.
وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَاهَا
Berhenti. Diam 5 detik.
Allah bersumpah…
Satu… dua… tiga… sampai sebelas kali sumpah.
Dalam tafsir Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, Ibn Kathir menjelaskan:
Allah bersumpah dengan makhluk besar untuk menunjukkan pentingnya perkara yang akan disebutkan.
Dan perkara itu adalah… jiwa kita.
⏱️Renungan Kosmik
Matahari tidak pernah terlambat terbit.
Bulan tidak pernah salah jalur.
Langit tidak pernah bocor.
Bumi tidak pernah menolak menghampar.
Tapi manusia?
Subuh saja masih tawar-menawar…
🤣 “Ya Allah… 5 menit lagi…”
Padahal matahari saja tidak pernah berkata:
“Ya Allah, aku capek hari ini.”
Allah bersumpah dengan alam yang tertib…
Untuk membandingkan dengan hati manusia yang sering kacau.
⏱️ Masuk ke Ayat Jiwa
وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا
Dan jiwa serta penyempurnaannya.
فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا
Maka Allah mengilhamkan kepadanya kefasikan dan ketakwaannya.
Dalam Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an, Al-Qurtubi menjelaskan:
Allah memberi manusia dua potensi — bukan memaksa jadi jahat, tapi memberi pilihan.
Jadi kalau kita maksiat…
Itu bukan takdir yang memaksa…
Itu pilihan yang kita rawat.
⏱️ Humor
Kita ini aneh…
Kalau motor kotor → langsung dicuci.
Kalau HP lemot → langsung reset.
Kalau hati kotor → “Ah nanti Ramadhan.”
🤣
Padahal hati kalau tidak dibersihkan…
Makin lama tidak peka.
Dengar adzan → biasa.
Dengar ayat → biasa.
Lihat kematian → biasa.
Bahaya itu bukan saat kita berdosa…
Tapi saat kita tidak merasa berdosa.
⏱️ Ayat Kunci
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا
Sungguh beruntung orang yang menyucikannya.
وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا
Sungguh rugi orang yang mengotorinya.
Diam. Tatap jamaah.
Beruntung bukan yang kaya.
Beruntung bukan yang viral.
Beruntung bukan yang punya jabatan.
Beruntung adalah… yang jiwanya bersih.
⏱️ Dalil Penguat
Dalam Surah Al-A’la 14:
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّىٰ
Rasulullah ﷺ berdoa:
اللهم آتِ نفسي تقواها وزكها أنت خير من زكاها
“Ya Allah berikan jiwaku ketakwaannya dan sucikanlah ia.”
(HR. Muslim no. 2722)
Ini menunjukkan tazkiyatun nafs bukan teori… tapi doa harian Nabi.
⏱️ Introspeksi Dalam
Sekarang tanya diri kita…
Sudah berapa lama kita tidak menangis karena dosa?
Sudah berapa lama kita tidak shalat malam?
Sudah berapa lama kita merasa cukup dengan dunia?
Kita sibuk mempercantik rumah…
Tapi lupa memperbaiki hati.
Kuburan tidak peduli jabatan.
Kuburan tidak peduli followers.
Yang dibawa hanya hati.
⏱️ Kisah Tsamud
كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِطَغْوَاهَا
Kaum Tsamud bukan tidak tahu.
Mereka tahu Nabi Saleh benar.
Masalah mereka bukan kurang bukti.
Masalah mereka adalah hati yang sombong.
Dalam Tafsir Ibn Kathir, disebutkan:
Yang membunuh unta hanya satu orang, tapi semua ridha → semua dihancurkan.
Dosa kolektif.
Kalau hari ini maksiat dianggap biasa…
Dan kita diam…
Jangan heran kalau azab kolektif datang.
Menggetarkan
فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْبِهِمْ
Allah meratakan mereka.
Satu suara…
Satu getaran…
Semua mati.
Dan Allah berfirman:
وَلَا يَخَافُ عُقْبَاهَا
Allah tidak takut akibatnya.
Saudara-saudaraku…
Kalau Allah menghancurkan…
Tidak ada yang bisa menahan.
⏱️ Penutup dan Transisi ke Doa
Sekarang pilih…
Mau jadi orang yang menyucikan jiwa?
Atau orang yang mengotorinya?
Malam ini mungkin Allah sedang memberi kesempatan terakhir.
Jangan tunggu sampai hati keras seperti Tsamud.
🌑 DOA
Ya Allah…
Malam Jum’at ini kami datang dengan hati penuh dosa…
Kami datang bukan membawa amal…
Kami datang membawa aib…
Ya Allah…
Jika Engkau buka aib kami…
Kami tidak akan berani keluar rumah…
Ya Allah…
Engkau bersumpah dengan matahari…
Engkau bersumpah dengan bulan…
Engkau bersumpah dengan langit…
Apakah Engkau bersumpah karena jiwa kami hampir binasa?
Ya Allah…
Bersihkan hati kami…
Karena kami tidak mampu membersihkannya sendiri…
اللهم آت نفوسنا تقواها
وزكها أنت خير من زكاها
Ya Allah…
Jika malam ini adalah malam terakhir kami…
Jangan Engkau cabut nyawa kami dalam keadaan hati kotor…
Ya Allah…
Anak-anak kami… jangan Engkau biarkan jauh dari-Mu…
Pasangan kami… jangan Engkau jadikan lalai…
Rumah kami… jadikan rumah yang Engkau cintai…
Ya Allah…
Kami takut seperti Tsamud…
Diberi tanda tapi tetap membangkang…
Ya Allah…
Lembutkan hati kami…
Basahi mata kami…
Hancurkan kesombongan kami…
Ya Allah…
Masukkan kami dalam firman-Mu:
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا
Jadikan kami termasuk orang yang beruntung…
Ampuni dosa kami…
Orang tua kami…
Guru-guru kami…
Dan seluruh kaum muslimin…
Aamiin… Aamiin… Aamiin ya Rabbal ‘Alamin…
Post a Comment