DZIKIR: AMAL TERBAIK, PENYELAMAT JIWA

“DZIKIR: AMAL TERBAIK, PENYELAMAT JIWA”


PEMBUKAAN KHIDMAT

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin…
Segala puji bagi Allah yang masih memberi kita kesempatan mengingat-Nya,
padahal sering kali kita lupa kepada-Nya.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ,
keluarganya, sahabatnya,
dan kita semua yang berharap dikumpulkan bersamanya.

Hadirin… sebelum kita melangkah lebih jauh,
coba rasakan…
kita sedang duduk di rumah Allah, menyebut nama Allah, membahas Allah.


PEMANAS + HUMOR PEMBUKA

Hadirin yang dimuliakan Allah,
coba jujur…
berapa jam sehari kita pegang HP?

Ada yang pegang HP lebih lama daripada pegang sajadah.

Bangun tidur: cek WA.
Mau tidur: cek WA lagi.
Kalau lupa charger HP → panik.
Tapi kalau lupa dzikir → “ah nanti aja”.

Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:

«أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ… ذِكْرُ اللَّهِ»

“Tahukah kalian amal terbaik kalian…? Dzikir kepada Allah.”

Artinya apa?
👉 Dzikir itu charger-nya iman.
Kalau iman lowbat, jangan salahkan dunia…
cek dulu: berapa lama kita ingat Allah hari ini?


DALIL UTAMA & PENJELASAN DALAM

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Dzikir kepada Allah lebih baik dari emas, perak, dan memukul leher musuh.”

Hadirin…
emas itu mahal,
jihad itu agung,
tapi dzikir lebih tinggi.

Kenapa?

Karena:

  • Emas bisa habis
  • Tenaga bisa lemah
  • Tapi dzikir mengikat kita langsung dengan Allah

Mu’adz bin Jabal berkata:

“Tidak ada amal yang menyelamatkan anak Adam dari azab Allah selain dzikir.”

Lalu ditanya:

“Bukankah jihad lebih utama?”

Mu’adz menjawab dengan ayat:

وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ

Lebih besar…
lebih besar dari apa pun yang kita banggakan di dunia.

DZIKIR SEBAGAI BENTENG HIDUP

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Dzikir adalah tanda iman, benteng dari setan, dan pelindung dari neraka.”

Bayangkan…
kalau hidup kita ini rumah,
dzikir itu pagar,
kalau dzikir itu alarm,
kalau dzikir itu CCTV ruhani.

Setan mau masuk mikir: “Wah ini rumah isinya Allahu Akbar terus… males ah.”

Makanya orang yang jarang dzikir:

  • Hatinya cepat panas
  • Mudah tersinggung
  • Sedikit-sedikit emosi

Bukan karena dunia jahat…
tapi bentengnya bolong.

DZIKIR DALAM SEMUA KEADAAN

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Dzikir kepada Allah dalam setiap keadaan.”

Hadirin…
dzikir itu bukan cuma:

  • Habis shalat
  • Di masjid
  • Di acara pengajian

Tapi juga:

  • Saat kecewa
  • Saat gagal
  • Saat disakiti
  • Saat tidak dimengerti siapa pun

Di saat manusia meninggalkan kita…
Allah masih menunggu kita menyebut nama-Nya.

Malik bin Dinar berkata:

“Siapa yang tidak tenang dengan pembicaraan tentang Allah, maka umurnya sia-sia.”

Kalau ngobrol dunia betah 2 jam,
ngobrol Allah 5 menit ngantuk…
itu bukan masalah mata,
itu masalah hati.


KISAH & SENTUHAN EMOSIONAL

Wahb bin Munabbih meriwayatkan: Dzikir itu seperti benteng,
musuh datang,
orang masuk benteng dan selamat.

Hadirin…
hidup ini penuh musuh:

  • Musuh hawa nafsu
  • Musuh syahwat
  • Musuh putus asa

Kalau kita tidak masuk benteng dzikir,
kita terluka sedikit demi sedikit,
sampai akhirnya…
hati mati tanpa terasa.


 PENUTUP 

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Orang terbaik adalah yang saat meninggal lisannya basah dengan dzikir.”

Artinya apa? 👉 Kematian terbaik bukan tanpa rasa sakit,
tapi dengan hati yang terhubung dengan Allah.

Hadirin…
mulai malam ini:

  • Ringankan lisan dengan tasbih
  • Basahi hati dengan istighfar
  • Hidupkan rumah dengan dzikir

Karena dzikir bukan sekadar amalan…
dzikir adalah kehidupan itu sendiri.


DOA 

Allahumma…

Ya Allah…
kami datang bukan karena pantas,
tapi karena Engkau Maha Penerima.

Ya Allah…
betapa sering lisan kami menyebut dunia,
tapi sedikit menyebut nama-Mu.

Ya Allah…
ampuni kami yang lalai,
ampuni kami yang sibuk mengejar dunia,
tapi lupa menyiapkan akhirat.

Ya Allah…
jadikan dzikir sebagai pelipur lara kami,
saat tidak ada manusia yang mengerti kami.

Jadikan dzikir sebagai cahaya kubur kami,
saat kami sendirian di liang lahat.

Ya Allah…
jika hari ini Engkau mencabut nyawa kami,
jangan cabut dalam keadaan lupa kepada-Mu.

Basahi lisan kami dengan dzikir,
tenangkan hati kami dengan mengingat-Mu,
satukan kami dalam ukhuwah karena-Mu.

Ya Allah…
kami rindu Engkau…
kami rindu ampunan-Mu…
kami rindu ridha-Mu…

Rabbana taqabbal minna…
innaka Antas Sami’ul ‘Alim…

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.



Tidak ada komentar