DOA – KUNCI LANGIT YANG SERING KITA SALAH PEGANG

DOA – KUNCI LANGIT YANG SERING KITA SALAH PEGANG


PEMBUKAAN 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin…
Segala puji hanya milik Allah, Rabb yang membuka pintu langit bukan dengan kunci besi, tapi dengan doa yang jujur dan hati yang tunduk.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad ﷺ,
yang bersabda:

«الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ»
“Doa itu adalah ibadah.”
(HR. At-Tirmidzi)

Jamaah yang dimuliakan Allah…
kalau doa itu ibadah, berarti siapa yang jarang berdoa, sejatinya jarang beribadah.
Dan siapa yang berdoa tanpa hati… ibadahnya sedang pincang.


JANJI ALLAH YANG TIDAK PERNAH INGKAR 

Allah Ta‘ala berfirman:

{ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ}
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan untuk kalian.”
(QS. Ghafir: 60)

“Kalau Allah sudah janji…
yang bermasalah itu janjinya Allah atau caranya kita berdoa?”

Imam Abu Laits As-Samarqandi rahimahullah berkata:

Barang siapa diberi doa, maka ia tidak akan dihalangi dari jawaban.

Masalahnya bukan Allah tidak menjawab,
tapi sering kali jawaban Allah tidak sesuai selera kita.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Setiap doa pasti dikabulkan:
bisa disegerakan,
bisa disimpan di akhirat,
atau dihapuskan dosa dengannya.”

(HR. Ahmad)

😄 Sisipan humor ringan:
“Kita maunya doa itu seperti mie instan:
masuk air panas, tiga menit jadi.
Padahal doa itu seperti nasi—
kalau dipaksa cepat, malah jadi bubur.”


DOA YANG DITUNDA ITU BUKAN DITOLAK 

Yazid Ar-Raqasyi rahimahullah berkata:

Pada hari kiamat, seorang hamba melihat pahala doa-doanya yang tidak dikabulkan di dunia, sampai ia berharap:
‘Seandainya tidak satu pun doaku dikabulkan di dunia.’

Saudara-saudaraku…
Doa yang tertunda itu sedang ditabung.
Dan Allah tidak pernah bangkrut.

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata:
Doa Nabi Musa atas Fir‘aun dijawab 40 tahun kemudian.

😌 Nada lembut:
Kalau doa Nabi saja menunggu puluhan tahun…
kita baru berdoa seminggu sudah marah.


KENAPA DOA SERING “MENTOK DI ATAP MASJID”? 

Seorang ulama berkata:
“Ada tujuh penyakit yang membuat doa tidak naik.”

1️⃣ Membuat Allah murka tapi tak pernah menyesal

2️⃣ Mengaku hamba tapi tak mau taat

3️⃣ Baca Qur’an tanpa tadabbur

4️⃣ Mengaku umat Nabi tapi hidup tanpa sunnah

5️⃣ Menghina dunia tapi cinta mati padanya

6️⃣ Makan yang haram dan syubhat

7️⃣ Mengaku akhirat penting tapi sibuk dunia

Rasulullah ﷺ bersabda kepada Sa‘ad bin Abi Waqqash:

“Wahai Sa‘ad, jauhilah yang haram.
Karena perut yang dimasuki makanan haram, doanya tidak dikabulkan 40 hari.”

Bukan karena doanya kurang panjang…
tapi karena yang masuk ke mulut kita terlalu kotor.

DOA ITU BUTUH ADAB, BUKAN TERIAK 

Rasulullah ﷺ mengajarkan:

  • Memuji Allah
  • Bershalawat
  • Mengangkat tangan
  • Tidak tergesa-gesa
  • Hadirkan hati

Allah berfirman:

“Kalian berdoa kepada-Ku sementara hati kalian berpaling dari-Ku.”

😄 Humor reflektif:
“Mulut istighfar,
tangan scroll WhatsApp,
hati mikir cicilan.”

📌 Jeda tawa kecil, lalu diam


🌧️ DOA 

Allahumma…
Kami datang bukan membawa amal,
kami datang membawa dosa dan harapan.

Ya Allah…
jika doa kami selama ini belum Engkau jawab,
maka jangan Engkau tolak kami dari pintu-Mu.

Ya Allah…
ampuni dosa yang kami ingat dan yang kami lupa,
yang kami lakukan terang-terangan,
dan yang kami sembunyikan rapat-rapat.

Ya Allah…
bersihkan hati kami dari cinta dunia yang berlebihan,
bersihkan perut kami dari yang haram dan syubhat,
bersihkan lisan kami dari dusta dan kelalaian.

Ya Allah…
jangan jadikan kami hamba yang pandai meminta
tapi malas taat.

Jangan jadikan kami hamba
yang hafal janji-Mu
tapi ragu pada kasih sayang-Mu.

Ya Allah…
jika doa kami belum Engkau kabulkan di dunia,
maka kabulkanlah di akhirat
dalam bentuk ampunan dan keselamatan.

Ya Allah…
akhiri hidup kami dengan husnul khatimah,
bangkitkan kami bersama orang-orang yang Engkau cintai,
dan kumpulkan kami di surga-Mu
tanpa hisab dan tanpa azab.

Rabbana taqabbal minna…
innaka Antas-Sami‘ul ‘Alim.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



Tidak ada komentar