FITRAH & KESAKSIAN JIWA Membangun Keluarga di Atas Tauhid Sejak Dari Hati
FITRAH & KESAKSIAN JIWA
Membangun Keluarga di Atas Tauhid Sejak Dari Hati
BAGIAN 1
PEMBUKAAN
Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn.
Segala puji hanya milik Allah, Rabb yang menciptakan manusia bukan hanya dengan tubuh,
tetapi dengan jiwa yang telah mengenal-Nya sebelum lahir ke dunia.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ,
pendidik keluarga terbaik sepanjang zaman,
yang membina rumah tangga di atas tauhid, kasih sayang, dan tanggung jawab iman.
Hadirin, ayah-ibu, para orang tua yang dimuliakan Allah…
Hari ini kita hidup di zaman:
- anak cepat pintar
- teknologi makin canggih
tetapi hati anak-anak makin rapuh.
Pertanyaannya bukan lagi:
“Anak kita pintar atau tidak?”
Tetapi:
“Apakah anak kita masih mengenal Allah?”
Karena sehebat apa pun masa depan dunia,
jika fitrahnya rusak,
maka rumah tangga hanya menjadi tempat tinggal, bukan tempat pulang jiwa.
BAGIAN 2
FITRAH: WARISAN SUCI DALAM SETIAP ANAK
📖 QS Ar-Rūm: 30
Arab:
فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا
Terjemah:
“(Tetaplah di atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.”
📌 Makna fitrah:
- kecenderungan alami mencintai kebenaran
- kesiapan jiwa untuk mengenal dan menyembah Allah
📖 Hadits Nabi ﷺ (HR. Bukhari & Muslim)
Arab:
كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ
Terjemah:
“Setiap anak dilahirkan di atas fitrah.”
📚 Imam An-Nawawi:
“Fitrah adalah kesiapan hati untuk menerima tauhid.”
😄 Humor reflektif
Anak kecil itu kalau jatuh:
bukan bilang “Google…”
tapi “Ummi… Abi…”
Itu fitrah.
Naluri mencari tempat bergantung.
Dan fitrah tertinggi manusia adalah: bergantung kepada Allah.
BAGIAN 3
KESAKSIAN JIWA SEBELUM DUNIA
📖 QS Al-A‘rāf: 172
Arab:
أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ شَهِدْنَا
Terjemah:
“Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab: Betul, kami bersaksi.”
📌 Ini adalah perjanjian tertua:
- sebelum ayah–ibu
- sebelum nama
- sebelum sekolah
📚 Ibnu Katsir:
“Pengakuan ini tertanam dalam jiwa manusia dan tidak pernah hilang.”
📌 Maka tugas orang tua bukan mengisi iman dari nol,
tetapi menjaga agar kesaksian jiwa itu tidak tertutup.
😄 Humor halus Anak kecil sering nanya: “Kenapa langit nggak jatuh?” “Kenapa aku bisa mikir?”
Jawaban terbaik: “Karena Allah yang jaga.”
Bukan: “Sudah, jangan banyak nanya.”
BAGIAN 4
ORANG TUA: PENJAGA ATAU PERUSAK FITRAH
📖 Hadits Nabi ﷺ
Arab:
فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ
Terjemah:
“Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”
📌 Bukan anak yang salah duluan,
tetapi arah yang diberikan orang tua.
Bentuk merusak fitrah (tanpa sadar):
- mengenalkan gadget lebih cepat dari Al-Qur’an
- menenangkan anak dengan tontonan, bukan doa
- memarahi anak karena dunia, tapi diam soal dosa
😄 Humor tapi nusuk
Anak main HP 3 jam:
“Namanya anak-anak…”
Anak nggak shalat:
“Biar nanti gede sadar sendiri.”
Padahal iman tidak tumbuh sendiri,
iman ditanam dan disiram.
📖 QS At-Tahrim: 6
Arab:
قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
Terjemah:
“Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”
📚 Ali bin Abi Thalib:
“Ajarkan mereka adab dan ilmu.”
BAGIAN 5
MEMBANGUN RUMAH TANGGA BERBASIS FITRAH
1. Rumah yang menyebut nama Allah
📖 QS An-Nur: 36
“Di rumah-rumah yang Allah izinkan untuk disebut nama-Nya.”
2. Orang tua sebagai teladan
Anak tidak meniru nasihat,
anak meniru kebiasaan.
📖 QS Ash-Shaff: 3
“Amat besar kebencian di sisi Allah jika kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan.”
3. Doa sebagai senjata parenting
📖 QS Al-Furqan: 74
“Ya Rabb kami, anugerahkan kepada kami pasangan dan keturunan penyejuk mata.”
📚 Ibnu Qayyim:
“Doa orang tua adalah sebab terbesar hidayah anak.”
BAGIAN 6
RENUNGAN
Ayah-ibu yang dirahmati Allah…
Anak kita mungkin:
- tidak mengingat semua nasihat
- lupa banyak hal
Tapi jiwanya tidak pernah lupa:
- siapa yang pertama mengajarinya Allah
- siapa yang membuatnya mencintai atau menjauh dari iman
📖 QS Al-Hadid: 16
“Belumkah tiba waktunya hati orang beriman menjadi khusyuk?”
DOA
Allāhumma yā Allāh…
Kami datang kepada-Mu bukan sebagai orang tua yang sempurna,
tetapi sebagai hamba yang penuh kekurangan dan penyesalan.
Yā Allāh…
Ampuni dosa kami sebagai ayah dan ibu…
Dosa saat kami lalai…
Dosa saat kami lebih sibuk dengan dunia
daripada menanam iman di hati anak-anak kami…
Yā Allāh…
Jika hari ini anak-anak kami jauh dari-Mu,
jangan Engkau hukum mereka…
tetapi hukumlah kelalaian kami.
Yā Allāh…
Kembalikan fitrah anak-anak kami…
Lembutkan hati mereka…
Jadikan rumah kami tempat iman bertumbuh,
bukan sekadar tempat berteduh.
Yā Allāh…
Jangan Kau cabut anak-anak kami
dalam keadaan belum mengenal-Mu…
Jadikan mereka:
- anak yang shalih
- penyejuk mata
- penolong kami di hari kiamat…
Rabbanā hablana min azwājinā wa dzurriyyātinā qurrata a‘yun…
Āmīn… Āmīn… Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn…
Post a Comment