Hajat Manusia kepada Rasulullah ﷺ

Hajat Manusia kepada Rasulullah ﷺ

PENDAHULUAN

Hadirin yang dirahmati Allah…

Manusia tidak kekurangan akal,
manusia tidak kekurangan perasaan,
tapi manusia sangat kekurangan petunjuk.

Karena itu Allah tidak hanya menciptakan manusia,
tetapi mengutus Rasul sebagai penunjuk jalan hidup.

Tanpa Rasul:

  • ibadah jadi kira-kira
  • agama jadi selera
  • kebenaran jadi versi masing-masing

😄 Makanya ada orang shalat rajin, tapi masih hobi nipu timbangan.


1. AL-INSĀN: MANUSIA DAN KEISTIMEWAANNYA

Dalil Al-Qur’an

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

“Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”
(QS. At-Tin: 4)

Penjelasan Ulama

📌 Ibnu Katsir:

“Manusia diberi akal, fitrah, dan potensi menerima kebenaran—namun butuh bimbingan wahyu.”

👉 Artinya: manusia mulia, tapi tidak otomatis lurus.

😄

Kalau manusia cukup dengan akal,
Google sudah jadi nabi.


2. FITRAH: SAKSI BATIN MANUSIA

Dalil Al-Qur’an

فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا

“(Tetaplah di atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.”
(QS. Ar-Rum: 30)

Dalil Hadis

«كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ…»

“Setiap anak dilahirkan di atas fitrah, orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Dalil Tambahan

بَلِ الْإِنسَانُ عَلَى نَفْسِهِ بَصِيرَةٌ
(QS. Al-Qiyamah: 14)

“Bahkan manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri.”

📌 Al-Qurthubi:

“Fitrah adalah kesiapan menerima tauhid.”

😄

Makanya orang berdosa itu gelisah,
yang tenang justru dompet hasil korupsi—bukan hatinya.


3. WUJŪDUL KHĀLIQ: MENGAKUI ALLAH SEBAGAI PENCIPTA

Dalil Al-Qur’an

قُلْ مَن رَّبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ… سَيَقُولُونَ اللَّهُ
(QS. Al-Mu’minun: 86)

أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَى
(QS. Al-A’raf: 172)

📌 Ibnu Taimiyah:

“Masalah manusia bukan mengingkari Allah sebagai Rabb, tetapi menolak Allah sebagai Ilah.”

😄

Mengakui Allah Pencipta? Iya.
Disuruh taat penuh? Nanti dulu…


4. IBĀDATUL KHĀLIQ: KEWAJIBAN MENGABDI

Dalil Al-Qur’an

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ

“Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu.”
(QS. Al-Baqarah: 21)

📌 Asy-Syaukani:

“Pengakuan rububiyah menuntut pengabdian uluhiyah.”

😄

Mengaku ciptaan Allah,
tapi hidup seenaknya—
itu namanya durhaka dengan gaya santai.


5. HAYĀTUN MUNADZDZAMAH: HIDUP HARUS TERATUR

Dalil Al-Qur’an

أَفَمَن يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ أَحَقُّ أَن يُتَّبَعَ
(QS. Yunus: 35)

فَإِن لَّمْ يَسْتَجِيبُوا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ
(QS. Al-Qashash: 50)

📌 Ibnu Qayyim:

“Hawa nafsu adalah agama tanpa nabi.”

😄

Hidup tanpa wahyu itu kayak GPS rusak—
jalan terus, tapi muter-muter.


6. HIDĀYATUR RASŪL: JALAN MENUJU ALLAH

Dalil Al-Qur’an

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي
(QS. Ali ‘Imran: 31)

يس * وَالْقُرْآنِ الْحَكِيمِ
(QS. Yasin: 1–2)

📌 Imam Malik:

“Tidak akan baik umat ini kecuali dengan apa yang memperbaiki umat sebelumnya.”

😄

Katanya cinta Allah,
tapi sunnah dianggap ribet.


7. MA’RIFATUL KHĀLIQ: MENGENAL ALLAH DENGAN BENAR

Dalil Al-Qur’an

﴿إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ…﴾
(QS. Ali ‘Imran: 191)

﴿اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ…﴾
(QS. Luqman: 10)

📌 Ibnu Katsir:

“Ayat kauniyah menuntun kepada ayat qauliyah.”

😄

Lihat alam, kagum…
tapi gak sujud—
itu namanya wisata rohani gagal.


8. MINHĀJUL HAYĀH: RASUL SEBAGAI MODEL HIDUP

Dalil Al-Qur’an

﴿لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ﴾
(QS. Al-Ahzab: 21)

📌 Ibnu Katsir:

“Seluruh aspek hidup Nabi adalah teladan.”

😄

Sunnah makan pakai tangan kanan diambil,
sunnah jujur dan amanah ditinggal.


9. IBĀDAH SHOHIH: SYARAT DITERIMA AMAL

Dalil Al-Qur’an

﴿وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ﴾
(QS. Al-Anbiya: 25)

Dalil Hadis

«مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ»
(HR. Muslim)

📌 Imam Nawawi:

“Ikhlas tanpa sunnah tertolak, sunnah tanpa ikhlas tertolak.”

😄

Ibadah kreatif itu cocoknya di dapur,
bukan di masjid.


KESIMPULAN BESAR

👉 Manusia butuh Rasul:

  • untuk menjaga fitrah
  • untuk mengenal Allah
  • untuk menjalani hidup
  • untuk beribadah dengan benar
  • untuk selamat dunia & akhirat

RUJUKAN KITAB

  • Tafsir Ibnu Katsir
  • Tafsir Al-Qurthubi
  • Majmu’ Fatawa – Ibnu Taimiyah
  • Zadul Ma’ad – Ibnu Qayyim
  • Shahih Bukhari & Muslim


Tidak ada komentar