Hari Itu Pasti Datang… Siap atau Tidak


“Hari Itu Pasti Datang… Siap atau Tidak”


🔥 1–4: SUMPAH KIAMAT & KEKUASAAN ALLAH

لَا أُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيَامَةِ ۝ وَلَا أُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ

Artinya:
“Aku bersumpah dengan Hari Kiamat. Dan Aku bersumpah dengan jiwa yang banyak mencela.”

Tafsir Ulama:

  • Ibnu Katsir dalam Tafsīr al-Qur’ān al-‘Azhīm:
    النفس اللوامة adalah jiwa mukmin yang selalu menyesali kekurangan amalnya.
  • Al-Qurthubi dalam Al-Jāmi’ li Ahkām al-Qur’an:
    Jiwa ini tanda kehidupan iman. Orang yang tidak pernah menyesal… imannya perlu dicek.

💡 Humor reflektif:
Kalau HP low battery saja kita panik,
Kenapa iman low tidak panik?


أَيَحْسَبُ الْإِنسَانُ أَلَّن نَّجْمَعَ عِظَامَهُ ۝ بَلَىٰ قَادِرِينَ عَلَىٰ أَن نُّسَوِّيَ بَنَانَهُ

Artinya:
“Apakah manusia mengira Kami tidak mampu mengumpulkan tulangnya? Bahkan Kami mampu menyusun ujung jarinya.”

📚 Rujukan Tafsir:

  • Tafsir At-Tabari karya Ath-Thabari:
    Penyebutan jari menunjukkan detail kuasa Allah.

🔬 Catatan ilmiah: Sidik jari manusia unik. 1400 tahun lalu sudah disebut.

💡 Humor:
Manusia lupa password HP saja panik.
Allah tidak lupa susunan sidik jari kita.


⚡ 5–15: PENOLAKAN MANUSIA & KEBENARAN TAK TERELAKKAN

بَلْ يُرِيدُ الْإِنسَانُ لِيَفْجُرَ أَمَامَهُ

Manusia ingin terus bermaksiat.

📖 Dalil pendukung:
QS. Al-Muthaffifin:14

كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا يَكْسِبُونَ
“Sekali-kali tidak! Bahkan hati mereka tertutup oleh dosa.”

📚 Ulasan:

  • Ibn Rajab dalam Jāmi’ al-‘Ulūm wal Hikam:
    Dosa yang diulang tanpa taubat akan menghitamkan hati.

💡 Humor pedas:
Ada orang kalau maksiat bilang:
“Nanti tobat kalau sudah tua.”
Padahal yang mati muda lebih banyak dari yang pensiun dosa.


فَإِذَا بَرِقَ الْبَصَرُ ۝ وَخَسَفَ الْقَمَرُ ۝ وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ

Hari kiamat: kosmos kacau.

📚 Tafsir:

  • Al-Baghawi dalam Ma’alim at-Tanzil:
    Ini tanda kehancuran total sistem alam.

💡 Humor:
Selama ini kita lihat gerhana saja upload story.
Kalau matahari dan bulan dikumpulkan… story terakhir kita apa?


🧾 13–15: SEMUA TERBUKA

يُنَبَّأُ الْإِنسَانُ يَوْمَئِذٍ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ

Diberitakan semua amal.

📖 Hadis:
Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ditanya tentang umurnya…”
(HR. Tirmidzi)

📚 Penjelasan:

  • An-Nawawi dalam Syarh Muslim:
    Amal kecil sekalipun akan dihisab.

💡 Humor:
Kita bisa hapus chat WA.
Tapi tidak bisa hapus riwayat malaikat.


📖 16–19: JAMINAN PENJAGAAN AL-QUR’AN

إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ

Jaminan Allah menjaga Qur’an.

📖 Dalil lain:
QS. Al-Hijr:9

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

📚 Tafsir:

  • As-Sa'di dalam Taysīr al-Karīm ar-Rahmān:
    Ini dalil kemurnian Al-Qur’an sampai akhir zaman.

💡 Humor ringan:
Al-Qur’an dijaga Allah.
Yang tidak dijaga itu… semangat kita baca Qur’an.


💔 20–25: CINTA DUNIA

بَلْ تُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ ۝ وَتَذَرُونَ الْآخِرَةَ

Kalian mencintai dunia.

📖 Hadis:

“Dunia itu penjara bagi mukmin.”
(HR. Muslim)

📚 Ulasan:

  • Ibn Qayyim al-Jawziyya dalam Al-Fawaid:
    Cinta dunia akar segala kelalaian.

💡 Humor:
Kita rela lembur cari dunia.
Tapi kalau disuruh tahajud… sinyal iman hilang.


😭 26–30: DETIK SAKARATUL MAUT

كَلَّا إِذَا بَلَغَتِ التَّرَاقِيَ

Ketika nyawa sampai tenggorokan.

📖 Hadis:

“Sesungguhnya seorang hamba ketika akan meninggal…”
(HR. Ahmad)

📚 Tafsir:

  • Al-Qurtubi menjelaskan:
    Saat itu tidak ada lagi taubat.

💡 Humor pahit:
Orang sehat bilang: “Masih lama mati.”
Yang mati kemarin juga bilang begitu.


⚖ 31–35: PENYESALAN TERLAMBAT

فَلَا صَدَّقَ وَلَا صَلَّى

Tidak membenarkan dan tidak shalat.

📖 Dalil:
QS. Al-Muddatsir:43

لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ

📚 Tafsir:

  • Ibn Kathir:
    Ini ancaman besar bagi yang meninggalkan shalat.

💡 Humor tegas:
Shalat cuma 5 waktu.
Meeting bisa 10 kali sehari.
Prioritasnya jelas… tapi salah.


🧬 36–40: ARGUMEN BIOLOGIS KEBANGKITAN

أَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِّن مَّنِيٍّ يُمْنَىٰ

Bukankah manusia dari setetes mani?

📚 Tafsir:

  • Ath-Thabari:
    Dalil rasional bahwa penciptaan pertama lebih sulit daripada membangkitkan kembali.

💡 Humor reflektif:
Dulu kita cuma cairan.
Sekarang sombongnya cairan juga… tapi beda jenis.


🌅 PENUTUP CERAMAH

أَلَيْسَ ذَٰلِكَ بِقَادِرٍ عَلَىٰ أَن يُحْيِيَ الْمَوْتَىٰ

“Bukankah Allah mampu menghidupkan orang mati?”

Rasulullah ﷺ menjawab:
بَلَىٰ

“Tentu saja mampu.”


🎯 KESIMPULAN BESAR

  1. Kiamat pasti.
  2. Amal tercatat detail.
  3. Shalat penentu.
  4. Dunia sementara.
  5. Taubat sebelum sakaratul maut.


Tidak ada komentar