HARI ITU PASTI DATANG… DAN KITA TIDAK SIAP
“HARI ITU PASTI DATANG… DAN KITA TIDAK SIAP”
🔥 PEMBUKAAN – SUMPAH YANG MENGGETARKAN
Bismillah…
Saudara-saudaraku…
Allah membuka surah ini dengan kalimat yang mengguncang:
لَا أُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيَامَةِ
“Aku bersumpah demi Hari Kiamat…”
Kenapa Allah bersumpah?
Karena manusia ragu.
Karena manusia merasa kiamat itu jauh.
Karena manusia hidup seolah-olah dunia ini permanen.
Padahal…
Kuburan sudah menunggu.
Kita lihat orang meninggal.
Kita takziah.
Kita antar ke kubur.
Lalu pulang… dan hidup seperti biasa.
Seakan-akan yang mati itu orang lain.
Padahal yang mati itu… antrean kita.
Allah juga bersumpah dengan:
وَالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ
“Demi jiwa yang selalu mencela.”
Itulah hati orang beriman.
Habis shalat masih merasa kurang.
Habis sedekah masih merasa kurang.
Habis ceramah masih merasa kurang.
Kalau kita tidak pernah merasa kurang…
Itu tanda bahaya.
⚡ Humor reflektif:
Kalau bensin motor hampir habis kita gelisah.
Tapi iman hampir habis… santai.
⚡ MANUSIA INGIN TERUS BERDOSA
Allah berkata:
بَلْ يُرِيدُ الْإِنسَانُ لِيَفْجُرَ أَمَامَهُ
“Manusia ingin terus berbuat dosa ke depan.”
Ini bukan tidak tahu.
Ini bukan tidak paham.
Ini sengaja.
Ada yang bilang: “Nanti saja tobat kalau sudah tua.”
Padahal… Yang mati muda lebih banyak daripada yang sempat pensiun dosa.
Ada yang bilang: “Ah, Allah Maha Pengampun.”
Betul.
Tapi Allah juga Maha Adil.
Kalau kita sengaja bermain-main dengan dosa…
itu bukan harapan, itu nekat.
🌑 HARI KIAMAT – GAMBARAN YANG MENGHANCURKAN
Allah gambarkan:
فَإِذَا بَرِقَ الْبَصَرُ
Mata terbelalak.
وَخَسَفَ الْقَمَرُ
Bulan hilang.
وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ
Matahari dan bulan dikumpulkan.
Alam yang stabil selama miliaran tahun… hancur.
Yang dulu kita lihat indah di Instagram…
menjadi api dan ledakan.
Dan manusia berkata:
أَيْنَ الْمَفَرُّ
“Ke mana lari?”
Hari itu tidak ada bunker.
Tidak ada paspor diplomatik.
Tidak ada koneksi.
Yang kaya dan miskin sama.
📖 SEMUA AMAL TERBUKA
يُنَبَّأُ الْإِنسَانُ يَوْمَئِذٍ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ
Semua diberitakan.
Chat yang kita hapus.
Ucapan yang kita kira sepele.
Sindiran kecil.
Tatapan haram.
Semua.
Saudara-saudaraku…
Kita bisa hapus story.
Tapi tidak bisa hapus catatan malaikat.
💔 CINTA DUNIA
بَلْ تُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ
“Kalian mencintai yang segera (dunia).”
Kita rela lembur untuk dunia.
Tapi tahajud?
“Ngantuk ustadz…”
Meeting 2 jam kuat.
Shalat 5 menit tidak khusyuk.
Masalahnya bukan sibuk.
Masalahnya cinta.
DETIK SAKARATUL MAUT
Allah berfirman:
كَلَّا إِذَا بَلَغَتِ التَّرَاقِيَ
“Ketika nyawa sampai tenggorokan…”
Saat itu…
Dokter tak bisa menolong.
Anak tak bisa menggantikan.
Istri tak bisa menawar.
Yang bisa menolong… hanya amal.
Bayangkan…
Kita terbujur lemah.
Orang-orang menangis di sekitar kita.
Kita ingin berkata: “Tolong, beri aku waktu.”
Tapi waktu sudah habis.
⚖ PENYESALAN TERLAMBAT
Allah berkata:
فَلَا صَدَّقَ وَلَا صَلَّى
“Dia tidak membenarkan dan tidak shalat.”
Masalah terbesar bukan harta.
Bukan jabatan.
Shalat.
Yang meninggalkan shalat…
ayat ini ancamannya keras.
🌅 PENUTUP
Allah mengingatkan:
Kita dulu hanya setetes mani.
Kalau Allah mampu menciptakan dari tiada,
apa sulit membangkitkan kembali?
أَلَيْسَ ذَٰلِكَ بِقَادِرٍ عَلَىٰ أَن يُحْيِيَ الْمَوْتَىٰ
Bukankah Allah mampu menghidupkan orang mati?
Jawabannya:
BALA.
Ya. Pasti mampu.
TRANSISI KE DOA
Saudara-saudaraku…
Kalau malam ini Allah panggil kita…
apa yang siap kita bawa?
Mari kita tundukkan kepala.
Kita masuk munajat.
🤲 DOA
Ya Allah…
Engkau yang bersumpah demi Hari Kiamat…
jangan Engkau jadikan kami orang yang lalai.
Ya Allah…
kami sering merasa hidup masih panjang.
Padahal maut lebih dekat dari urat leher kami.
Ya Allah…
ampuni shalat kami yang lalai.
Ampuni mata kami yang liar.
Ampuni lisan kami yang tajam.
Ya Allah…
jangan Engkau cabut nyawa kami dalam keadaan jauh dari-Mu.
Ya Allah…
jangan Engkau jadikan sakaratul maut kami sakaratul yang berat.
Ringankan hisab kami.
Terangi kubur kami.
Jadikan Al-Qur’an teman kami.
Ya Allah…
kalau kami harus menangis di hari kiamat…
biarlah kami menangis sekarang dalam taubat.
Ya Allah…
jangan Engkau pisahkan kami dari keluarga kami di surga.
Satukan kami di bawah naungan Arsy-Mu.
Ya Allah…
kami lemah.
Kami berdosa.
Kami sering janji tapi tidak menepati.
Tapi Engkau Maha Pengampun.
Ampuni kami…
ampuni orang tua kami…
ampuni guru-guru kami…
ampuni pasangan dan anak-anak kami…
Jadikan akhir hidup kami husnul khatimah.
Ya Allah…
jika malam ini Engkau panggil kami…
panggil kami dalam keadaan Engkau ridha.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
Post a Comment