HUKUM MELAGUKAN AL-QUR’AN Mendidik Keluarga dan Anak: Antara Tartil, Keindahan, dan Kesucian Kalamullah
HUKUM MELAGUKAN AL-QUR’AN
Mendidik Keluarga dan Anak: Antara Tartil, Keindahan, dan Kesucian Kalamullah
🕌 1️⃣ MUKADIMAH: REALITA KELUARGA HARI INI
الحمد لله الذي أنزل القرآن هدىً ورحمةً ونورًا…
Ma’asyiral muslimin wal muslimat, ayah bunda, para orang tua yang Allah muliakan…
Hari ini anak-anak kita:
- cepat hafal lagu TikTok 🎶
- cepat meniru nada iklan 📺
- tapi gagap membaca Al-Qur’an 📖
😄 “Nada lagu cepat nempel,
tapi huruf hijaiyah masih tertukar:
‘ba’ sama ‘ta’ masih ribut.”
Ini bukan salah anak.
Ini tanggung jawab kita sebagai orang tua.
📖 Firman Allah Ta’ala:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Wahai orang-orang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”
(QS. At-Tahrim: 6)
📘 2️⃣ TUJUAN DITURUNKANNYA AL-QUR’AN
Al-Qur’an tidak diturunkan:
❌ untuk lomba
❌ untuk tepuk tangan
❌ untuk viral
📖 Firman Allah:
كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ
“Kitab yang Kami turunkan agar mereka mentadabburi ayat-ayatnya.”
(QS. Shad: 29)
📌 Tadabbur = memahami + meresapi + mengamalkan
😄 Humor:
“Kalau bacaan Al-Qur’an bikin orang takjub nadanya,
tapi lupa shalatnya—itu bukan tadabbur, itu ‘terhibur’.”
📖 3️⃣ PERINTAH TARTIL, BUKAN LAGU
📖 Firman Allah:
وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
“Bacalah Al-Qur’an dengan tartil.”
(QS. Al-Muzzammil: 4)
📌 Ibnu Abbas رضي الله عنهما:
“Tartil adalah memperjelas huruf dan berhenti pada tempatnya.”
📚 (Tafsir Ibnu Katsir)
❗ Tartil itu:
- tenang
- jelas
- sesuai tajwid
Bukan:
- mengejar nada tinggi
- memanjangkan seenaknya
- memotong huruf demi irama
🎼 4️⃣ MEMPERINDAH SUARA ≠ MELAGUKAN
📜 Hadits Nabi ﷺ:
زَيِّنُوا الْقُرْآنَ بِأَصْوَاتِكُمْ
“Hiasilah Al-Qur’an dengan suara kalian.”
(HR. Abu Dawud – shahih)
📌 Hiasan suara itu alami, bukan musikal.
⚠️ Peringatan Ulama
🔸 Imam Ahmad رحمه الله:
“Talḥīn (melagukan Al-Qur’an) adalah bid‘ah.”
🔸 Ibnu Katsir رحمه الله:
“Irama buatan yang melalaikan dan menyerupai lagu—Al-Qur’an suci darinya.”
📚 Fadhaa’ilul Qur’an
🔸 Ibnu Taimiyah رحمه الله:
“Jika irama mengubah huruf dan harakat, maka haram.”
📚 Hasyiyah Muqaddimatit Tafsir
😄 Humor mimbar:
“Kalau huruf panjang dipendekkan,
huruf pendek dipanjangkan,
yang mati dihidupkan—itu bukan qira’ah, itu sulap.”
🧕🧔 5️⃣ KISAH SAHABAT & SALAF
🌿 Kisah Umar bin Khattab رضي الله عنه
Suatu malam Umar mendengar seseorang membaca Al-Qur’an pelan dan tartil, lalu beliau menangis.
Umar berkata:
“Inilah bacaan yang diturunkan kepada Muhammad.”
📌 Bukan karena indah nadanya,
tapi karena hidup maknanya.
🌿 Kisah Imam Ahmad رحمه الله
Imam Ahmad tidak suka bacaan yang menyerupai lagu.
Beliau ingin Al-Qur’an menggetarkan hati, bukan menghibur telinga.
📚 (Manaqib Imam Ahmad)
🌿 Kisah Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنه
Beliau berkata:
“Jangan kalian tebarkan Al-Qur’an seperti menebar syair.”
📚 (Al-Baihaqi)
📌 Syair mengejar irama,
Al-Qur’an mengejar hidayah.
🎤 6️⃣ POLEMIK QARI & MTQ: SIKAP ADIL
❓ Apakah semua Qari salah?
➡️ TIDAK
❓ Apakah MTQ haram?
➡️ TIDAK MUTLAK
📌 Kaidah ulama:
- Jika bacaan sesuai tajwid & makhraj
- Tidak mengubah huruf
- Tidak menjadikan lagu sebagai tujuan
➡️ BOLEH
📌 Tapi jika:
- Nada menguasai bacaan
- Ayat dipaksa mengikuti lagu
- Tujuan pamer suara & juara
➡️ TERCELA bahkan HARAM
😄 Humor edukatif:
“Kalau niatnya MTQ untuk dakwah—pahala.
Kalau niatnya MTQ biar terkenal—itu ‘MTQ: Mencari Tepuk & Qari terkenal’.”
📖 Firman Allah:
فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ
“Celaka orang yang shalat, tapi lalai dari shalatnya.”
(QS. Al-Ma’un: 4–5)
📌 Bukan shalatnya salah,
tapi niat & hatinya.
👨👩👧 7️⃣ NASIHAT UNTUK KELUARGA & ANAK
Ayah bunda…
Ajarkan anak:
- baca Al-Qur’an perlahan
- cintai makna, bukan nada
- hormati Al-Qur’an sebagai firman Allah
📖 Hadits Nabi ﷺ:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. Bukhari)
😢 Jangan wariskan:
- suara indah tanpa adab
- hafalan tanpa amal
Wariskan: 👉 iman, tartil, dan cinta kepada Al-Qur’an
🏁 PENUTUP
Al-Qur’an bukan panggung,
bukan konser,
bukan lomba suara.
Ia adalah:
📖 cahaya hidup
📖 penuntun keluarga
📖 penyelamat anak-anak kita
Post a Comment