IMAN MODEL KILAT ATAU IMAN MODEL MATAHARI?

“IMAN MODEL KILAT ATAU IMAN MODEL MATAHARI?”


PEMBUKAAN 

Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn…
Kita memuji Allah yang masih memberi kita mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, dan hati untuk merasakan.

Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad ﷺ.

Hadirin yang dirahmati Allah…

Malam ini kita akan bicara tentang satu ayat yang menakutkan…
Ayat tentang iman yang sebentar menyala… lalu padam.


📖 AYAT INTI

📌 Al-Qur'an – Surah Al-Baqarah Ayat 20

يَكَادُ الْبَرْقُ يَخْطَفُ اَبْصَارَهُمْ ۗ كُلَّمَآ اَضَاۤءَ لَهُمْ مَّشَوْا فِيْهِ ۙ وَاِذَآ اَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُوْا ۗ وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَاَبْصَارِهِمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Artinya:
“Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka… Setiap kali kilat itu menyinari, mereka berjalan… Ketika gelap, mereka berhenti…”


BAGIAN I – IMAN MODEL KILAT 

Allah menggambarkan orang munafik seperti orang yang berjalan di tengah badai malam.

📚 Ibnu Katsir menjelaskan dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim:

“البرق مثل لما يلمع لهم من الحق أحيانا”

Kilat adalah cahaya kebenaran yang sesekali menyinari mereka.

Mereka tersentuh iman…
Tapi tidak tahan ujian.


Ciri Iman Model Kilat:

1️⃣ Rajin kalau lagi semangat
2️⃣ Khusyuk kalau lagi ada masalah
3️⃣ Dermawan kalau lagi dilihat orang
4️⃣ Ngaji kalau lagi galau

😂 Humor:

Ada orang kalau ceramah tentang surga… nangis.
Tapi kalau ceramah tentang infak… dompetnya mendadak ghaib.

Iman kilat itu nyalanya kuat…
tapi cuma sepersekian detik!


BAGIAN II – SAAT TERANG MEREKA JALAN 

كُلَّمَا أَضَاءَ لَهُمْ مَشَوْا فِيهِ

Kalau ada keuntungan dunia → mereka jalan.

📖 Surah Al-Hajj Ayat 11

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَى حَرْفٍ

“Di antara manusia ada yang menyembah Allah di tepi…”

📚 Tafsir Al-Qurtubi:

“على شك وضعف” Di atas keraguan dan kelemahan.


BAGIAN III – SAAT GELAP MEREKA BERHENTI 

وَإِذَا أَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُوا

Begitu ujian datang… Begitu doa belum terkabul… Begitu rezeki seret…

Mereka berhenti.

📖 Surah Ash-Shaff Ayat 5

فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ

“Maka ketika mereka menyimpang, Allah pun memalingkan hati mereka.”

Saudara…
Yang lebih menakutkan dari miskin adalah…
HATI YANG DIPUTAR OLEH ALLAH.


BAGIAN IV – ANCAMAN PALING MENYERAMKAN

وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْ

Allah bisa cabut penglihatan.
Allah bisa cabut pendengaran.

Tapi yang lebih berbahaya…

Allah cabut rasa takut dalam hati.

📖 Surah Al-A’raf 179

لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا

“Mereka punya hati tapi tidak memahami…”

📚 Ibnu Katsir:

“لا ينتفعون بها” Mereka tidak mengambil manfaat darinya.


BAGIAN V – PUNCAK EMOSI 

Saudaraku…

Berapa banyak orang yang dulu menangis di masjid…
Sekarang menangis di karaoke.

Berapa banyak yang dulu hafal surat pendek…
Sekarang hafal lirik dangdut 8 menit.

Iman bukan soal pernah terang…
Tapi apakah tetap menyala saat gelap.


BAGIAN VI – PENUTUP 

Iman sejati bukan kilat.

Kilat menyilaukan…
Tapi sebentar.

Iman sejati adalah matahari.

Pelan…
Tenang…
Tapi konsisten menerangi hidup.


🌙 DOA 

“YA ALLAH JANGAN KUNCI HATI KAMI”


Ya Allah…
Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati…

📖 Rasulullah ﷺ bersabda:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkan hatiku di atas agama-Mu.”
(HR. Tirmidzi)


Ya Allah…
Kami takut bukan pada miskin…
Kami takut bukan pada sakit…
Kami takut… Engkau kunci hati kami.

📖 Surah Al-Baqarah 7

خَتَمَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ

“Allah telah mengunci hati mereka…”

Ya Allah jangan Engkau jadikan kami seperti itu…


Ya Allah…

Jika iman kami redup… terangilah…
Jika hati kami keras… lunakkan…
Jika kami munafik dalam diam… bongkar sebelum mati…

Ya Allah…

Jangan Engkau cabut nikmat iman saat kami paling membutuhkannya…

Jangan Engkau jadikan kami kuat di awal…
Lalu lemah di akhir…


Ya Allah…

Jika kami pernah pura-pura khusyuk… ampuni…
Jika kami pernah mencari pujian dalam ibadah… ampuni…
Jika kami pernah berdiri di jalan terang lalu berhenti saat gelap… ampuni…


Ya Allah…

Jadikan iman kami bukan seperti kilat…
Tapi seperti matahari.

Konsisten.
Menghangatkan.
Menerangi sampai mati.


Ya Allah…

Jika malam ini adalah malam terakhir kami…
Matikan kami dalam keadaan hati yang hidup…
Bukan hati yang mati.

Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.



Tidak ada komentar