Iman Model Kilat: Jalan Saat Terang, Diam Saat Gelap
“Iman Model Kilat: Jalan Saat Terang, Diam Saat Gelap”
📖 AYAT YANG DIBAHAS
📌 Al-Qur'an Surah Al-Baqarah Ayat 20
يَكَادُ الْبَرْقُ يَخْطَفُ اَبْصَارَهُمْ ۗ كُلَّمَآ اَضَاۤءَ لَهُمْ مَّشَوْا فِيْهِ ۙ وَاِذَآ اَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُوْا ۗ وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَاَبْصَارِهِمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Artinya: “Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali (kilat itu) menyinari, mereka berjalan di bawah sinar itu. Apabila gelap menerpa mereka, mereka berhenti. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia menghilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
I. KONTEKS: PERUMPAMAAN ORANG MUNAFIK
Ayat ini lanjutan dari perumpamaan hujan lebat, petir dan kilat (ayat 19-20). Allah menggambarkan mentalitas munafik seperti orang yang berjalan di tengah badai malam.
Tafsir Ulama
📚 Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan:
"البرق مثل لما يلمع لهم من الحق أحيانا فيقرّون به"
“Kilat itu perumpamaan cahaya kebenaran yang terkadang tampak bagi mereka, lalu mereka mengakuinya.”
(Tafsir Ibnu Katsir, 1/99)
Artinya: Mereka kadang tersentuh iman… tapi tidak istiqamah.
II. SIFAT IMAN MODEL “KILAT”
1️⃣ Jalan Saat Terang
كُلَّمَآ اَضَاۤءَ لَهُمْ مَّشَوْا فِيْهِ
Setiap ada keuntungan dunia → rajin. Setiap ada pujian → semangat. Setiap ada sorotan kamera → paling depan.
Tapi…
2️⃣ Diam Saat Gelap
وَاِذَآ اَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُوْا
Begitu ujian datang… Begitu tidak ada yang melihat… Begitu tidak ada keuntungan…
Mereka berhenti.
III. DALIL PENDUKUNG DARI AL-QUR’AN
📖 1. Surah Al-Hajj Ayat 11
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَعْبُدُ اللّٰهَ عَلٰى حَرْفٍ ۚ فَاِنْ اَصَابَهٗ خَيْرٌ اطْمَاَنَّ بِهٖ ۚ وَاِنْ اَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ انْقَلَبَ عَلٰى وَجْهِهٖ
Artinya: “Di antara manusia ada yang menyembah Allah di tepi; jika mendapat kebaikan ia tenang, tetapi jika ditimpa ujian ia berbalik ke belakang.”
📚 Tafsir Al-Qurtubi:
"أي على شك وضعف في الدين"
“Yakni di atas keraguan dan kelemahan dalam agama.”
(Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an, 12/15)
IV. DALIL DARI SUNNAH
📖 Hadis Tentang Iman yang Naik Turun
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ الْإِيمَانَ لَيَخْلَقُ فِي جَوْفِ أَحَدِكُمْ كَمَا يَخْلَقُ الثَّوْبُ
“Sesungguhnya iman itu bisa usang dalam dada kalian sebagaimana pakaian menjadi usang.”
(HR. Al-Hakim)
Artinya: Kalau tidak diperbarui → redup → seperti kilat sesaat.
V. HUMOR
Ada orang model begini:
Kalau ceramah tentang surga — nangis. Kalau ceramah tentang neraka — izin ke toilet.
Kalau ustadz bilang: “Siapa yang mau masuk surga?” Semua angkat tangan.
Tapi begitu ustadz bilang: “Bangun tahajud ya jam 3!” Langsung pura-pura batuk.
Iman model kilat! Nyala cuma pas ada efek suara.
VI. ANCAMAN YANG MENGGETAR
KAN
وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَاَبْصَارِهِمْ
Allah bisa saja mencabut pendengaran dan penglihatan mereka.
Ini bukan sekadar fisik. Ini hati.
📖 Surah Al-A’raf Ayat 179
لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَا وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَا وَلَهُمْ اٰذَانٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَا
“Mereka punya hati tapi tidak memahami, punya mata tapi tidak melihat, punya telinga tapi tidak mendengar.”
📚 Tafsir Ibnu Katsir:
“أي لا ينتفعون بها”
“Mereka tidak mengambil manfaat darinya.”
(Tafsir Ibnu Katsir 3/445)
VII. PESAN AKIDAH
Ayat ditutup:
اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Allah Mahakuasa.
Iman kita bukan aman. Hati bisa dikunci.
📖 Surah Ash-Shaff Ayat 5
فَلَمَّا زَاغُوْا اَزَاغَ اللّٰهُ قُلُوْبَهُمْ
“Maka ketika mereka menyimpang, Allah pun memalingkan hati mereka.”
VIII. PENUTUP MENYENTUH HATI
Saudaraku…
Jangan jadi orang yang: Shalat kalau sehat. Sedekah kalau kaya. Sabar kalau mudah.
Karena iman sejati itu bukan kilat. Ia matahari.
Kilat hanya menerangi sesaat. Matahari menyinari sepanjang hayat.
📚 FOOTNOTE RUJUKAN
- Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim, Dar Tayyibah.
- Al-Qurtubi, Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an, Dar Al-Kutub Al-Mishriyyah.
- Al-Hakim, Al-Mustadrak, Kitab Al-Iman.
- Tafsir Ath-Thabari, Jami’ Al-Bayan, Dar Hijr.
Post a Comment