IQRA’: BANGKIT DENGAN ILMU, TUNDUK DENGAN SUJUD

🔥 “IQRA’: BANGKIT DENGAN ILMU, TUNDUK DENGAN SUJUD”

Berdasarkan Surah Al-Alaq dalam Al-Qur'an


BAGIAN 1 

PEMBUKAAN 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saudaraku…

Bayangkan malam gelap di Gua Hira.

Seorang manusia jujur sedang menyendiri.

Tiba-tiba malaikat datang dan berkata:

اقْرَأْ! — Bacalah!

Itulah awal perubahan dunia.

Bukan dengan pedang.
Bukan dengan harta.
Tapi dengan ilmu.

Hari ini kita ingin mulia…
tapi malas membaca.

Kita ingin dihormati…
tapi jauh dari ilmu.


BAGIAN 2 

AYAT 1–5: PERINTAH MEMBANGUN PERADABAN

📖

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

“Bacalah dengan nama Rabbmu yang menciptakan.”

Ibnu Katsir menjelaskan: ini awal kemuliaan umat.

Perhatikan…

“Bismi Rabbik” — dengan nama Tuhanmu.

Artinya ilmu harus terhubung dengan Allah.

Ilmu tanpa Allah melahirkan kesombongan.
Ilmu dengan Allah melahirkan ketundukan.


📖

خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ

“Dia menciptakan manusia dari segumpal darah.”

Dari sesuatu yang hina.

Lalu kenapa kita sombong?


📖

الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ
عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Allah mengajar dengan pena.

Islam adalah agama literasi.

Ulama besar lahir dari tinta dan air mata.

🔥 Pesan keras:

Masjid tanpa kajian akan sepi.
Rumah tanpa Al-Qur’an akan gelap.

😄 Humor ringan:

Kita hafal password WiFi…
tapi lupa ayat kursi.

Kita tahu update artis…
tapi tidak tahu tafsir ayat.


BAGIAN 3 

AYAT 6–8: KESOMBONGAN MANUSIA

📖

كَلَّا إِنَّ الْإِنسَانَ لَيَطْغَى
أَن رَّآهُ اسْتَغْنَى

“Sesungguhnya manusia melampaui batas ketika merasa cukup.”

Saat merasa:

  • Punya uang
  • Punya jabatan
  • Punya pengaruh

Ia lupa Allah.

Ibnu Katsir: ini turun tentang Abu Jahal.

Tapi sifatnya ada di setiap zaman.

🔥 Ujian terbesar bukan kemiskinan.
Tapi kekayaan tanpa syukur.


📖

إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ الرُّجْعَىٰ

“Sesungguhnya hanya kepada Rabbmulah kembali.”

Ingat ini.

Semua akan kembali.

Yang kaya.
Yang miskin.
Yang berkuasa.
Yang tertindas.


BAGIAN 4 

AYAT 9–14: ORANG YANG MELARANG SHALAT

📖

أَرَأَيْتَ الَّذِي يَنْهَى
عَبْدًا إِذَا صَلَّى

Abu Jahal melarang Nabi shalat.

Orang sujud… dilarang.

Hari ini mungkin tidak dilarang secara fisik.

Tapi digoda:

“Ah nanti saja shalat.”
“Kerja dulu.”
“Meeting dulu.”

Setiap bisikan yang menjauhkan dari sujud…
itulah Abu Jahal dalam bentuk modern.


📖

أَلَمْ يَعْلَمْ بِأَنَّ اللَّهَ يَرَىٰ

“Tidakkah dia tahu Allah melihat?”

Kalau kita sadar Allah melihat…

Tak akan berani maksiat.


BAGIAN 5

AYAT 15–18: ANCAMAN KERAS

📖

لَنَسْفَعًا بِالنَّاصِيَةِ

“Akan Kami tarik ubun-ubunnya.”

Sombong hari ini…
bisa diseret besok.

📖

سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَ

“Kami akan panggil malaikat Zabaniyah.”

Jangan bangga dengan backing manusia.

Kalau Allah murka… selesai.


BAGIAN 6 

PENUTUP: SUJUDLAH DAN DEKATLAH

📖

كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ

“Jangan patuhi dia. Sujudlah dan mendekatlah.”

Hadis riwayat Muslim:

«أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ»

“Keadaan paling dekat seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sujud.”

🔥 Dunia ini akan membuatmu tinggi.
Sujud membuatmu benar-benar mulia.

Kalau ingin dekat… sujud.


🌧 DOA 

Ya Allah…

Engkau yang memerintahkan kami membaca…

Tapi kami lebih banyak lalai…

Ya Rabb…

Ajari kami ilmu yang mendekatkan kami kepada-Mu…

Jauhkan kami dari ilmu yang membuat kami sombong…

Ya Allah…

Kami berasal dari segumpal darah…

Jangan biarkan kami mati dalam kesombongan…

Ya Rabb…

Jika harta membuat kami lupa…
ambil kesombongan itu sebelum Engkau ambil nyawa kami…

Ya Allah…

Kami sering menunda shalat…

Kami sering meremehkan sujud…

Ampuni kami…

Ya Rabb…

Jadikan kami hamba yang mencintai sujud…

Hamba yang rindu mendekat kepada-Mu…

Ya Allah…

Saat dunia menekan kami…
jadikan sujud tempat pelarian kami…

Saat hati kami keras…
lembutkan dengan ayat-Mu…

Ya Rabb…

Kami takut diseret di hadapan-Mu…

Kami takut menjadi orang yang Engkau ancam…

Selamatkan kami…

Dekatkan kami…

Tetapkan kami dalam iman…

Jadikan akhir hidup kami dalam sujud…

Aamiin ya Rabbal ‘alamin…



Tidak ada komentar