IQRA’: BANGKIT DENGAN ILMU, SUJUD DENGAN TUNDUK
🔥 IQRA’: BANGKIT DENGAN ILMU, SUJUD DENGAN TUNDUK
(Tafsir Mendalam Surah Al-‘Alaq 1–19)
BAGIAN 1
PEMBUKAAN
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang mempertemukan kita di majelis ilmu ini. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad ﷺ.
Hadirin yang dimuliakan Allah…
Tahukah kita apa kalimat pertama yang turun dari langit?
Bukan perintah perang.
Bukan perintah politik.
Bukan perintah ekonomi.
Tapi satu kata:
اقْرَأْ
Bacalah.
Itulah awal perubahan dunia.
BAGIAN 2
WAHYU PERTAMA – IQRA’
📖
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
“Bacalah dengan nama Rabbmu yang menciptakan.”
Hadis riwayat Bukhari:
«فَغَطَّنِي حَتَّى بَلَغَ مِنِّي الْجَهْدَ ثُمَّ قَالَ اقْرَأْ»
(HR. Bukhari no. 3)
Jibril memeluk Nabi ﷺ hingga terasa berat, lalu berkata: Bacalah!
🔎 Pelajaran:
Perubahan besar sering lahir dari tekanan.
Islam dibangun dengan ilmu.
Ulama seperti Ibnu Katsir menjelaskan:
Ini dalil bahwa ilmu adalah fondasi agama.
Hadirin…
Kalau ingin bangkit — kuncinya ilmu.
📖
خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ
“Dia menciptakan manusia dari segumpal darah.”
Allah ingatkan asal kita.
Agar jangan sombong.
Bayangkan…
Asal kita hanya segumpal darah.
Sekarang bisa sombong karena mobil.
Kalau asalnya saja sederhana,
kenapa hidup kita penuh kesombongan?
BAGIAN 3
ALLAH MENGAJAR MANUSIA
📖
الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ
عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
“Yang mengajar dengan pena.”
Islam adalah agama literasi.
Peradaban Islam pernah memimpin dunia karena ilmu.
Imam Syafi’i berkata:
“Ilmu adalah cahaya.”
Kalau umat ini lemah…
bukan karena kurang jumlah.
Tapi kurang ilmu dan adab.
BAGIAN 4
BAHAYA MERASA CUKUP
📖
كَلَّا إِنَّ الْإِنسَانَ لَيَطْغَى
أَن رَّآهُ اسْتَغْنَى
“Sesungguhnya manusia melampaui batas ketika merasa dirinya cukup.”
Inilah penyakit zaman.
Merasa tidak butuh Allah.
Merasa cukup dengan uang.
Merasa aman dengan jabatan.
Abu Jahal contoh nyata.
Harta membuatnya sombong.
Kekuasaan membuatnya melawan Nabi ﷺ.
Padahal Allah mengingatkan:
إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ الرُّجْعَىٰ
“Kepada Rabbmulah tempat kembali.”
Kita semua kembali.
Presiden kembali.
Rakyat kembali.
Orang kaya kembali.
Semua kembali.
BAGIAN 5
ORANG YANG MELARANG SHALAT
📖
أَرَأَيْتَ الَّذِي يَنْهَى
عَبْدًا إِذَا صَلَّى
“Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang hamba ketika ia shalat?”
Abu Jahal melarang Nabi ﷺ shalat.
Bayangkan…
Orang sedang sujud kepada Allah…
masih dihalangi.
Hari ini mungkin tidak ada yang secara fisik melarang kita.
Tapi ada yang membuat kita lalai.
Kesibukan.
Gadget.
Dunia.
Allah mengingatkan:
أَلَمْ يَعْلَمْ بِأَنَّ اللَّهَ يَرَىٰ
“Tidakkah dia tahu Allah melihat?”
Allah melihat.
Tidak ada yang tersembunyi.
BAGIAN 6
ANCAMAN BAGI YANG SOMBONG
📖
لَنَسْفَعًا بِالنَّاصِيَةِ
نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ
“Sungguh akan Kami tarik ubun-ubunnya.”
Ibnu Katsir menjelaskan:
Ini ancaman keras bagi yang membangkang.
Lalu Allah berkata:
فَلْيَدْعُ نَادِيَهُ
سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَ
“Biarlah dia panggil golongannya, Kami akan panggil Zabaniyah.”
Kalau manusia merasa kuat dengan massa…
Ingat.
Allah punya malaikat.
BAGIAN 7
PUNCAK KEHIDUPAN: SUJUD
📖
كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ
“Jangan patuhi dia. Sujudlah dan mendekatlah.”
Hadis riwayat Muslim:
«أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ»
“Posisi paling dekat hamba dengan Rabbnya adalah saat sujud.”
Kalau ingin dekat dengan Allah…
Perbanyak sujud.
Kalau ingin hati tenang…
Perbanyak sujud.
Kalau ingin hidup selamat…
Perbanyak sujud.
PENUTUP
Surah Al-‘Alaq mengajarkan:
- Bangkit dengan ilmu.
- Jangan sombong saat sukses.
- Ingat akhirat.
- Pertahankan shalat.
- Dekat dengan Allah lewat sujud.
Hadirin…
Dunia ini sementara.
Yang abadi adalah sujud kita.
Semoga Allah menjadikan kita hamba yang membaca, belajar, tunduk, dan dekat kepada-Nya.
Aamiin.
Post a Comment